Muhammad memerintahkan pengikutnya membakar rumah gara-gara rumah itu dijadikan tempat berkumpul orang-orang muslim yang menolak ikut jihad ke Tabuk.
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 Halaman 477
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Memerintahkan Pembakaran Rumah Tempat Berkumpulnya Orang-orang Munafik
Ibnu Hisyam berkata, orang yang aku percayai berkata kepadaku dari seseorang yang berkata kepadanya dari Muhammad bin Thalhah bin Abdurrahman dari Ishaq bin Ibrahim bin Abdullah bin Haritsah dari ayahnya dari kakeknya yang berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menerima laporan bahwa sejumlah orang-orang munafik berkumpul di rumah Suwailim -orang Yahudi- yang terletak di Jasum. Orang-orang munafik menggembosi manusia agar mereka tidak berangkat bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Perang Tabuk. Untuk itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengutus Thalhah bin Ubaidiyyah beserta sejumlah sahabat dan memerintahkan mereka membakar rumah Suwailim. Thalhah bin Ubaidillah dan anak buahnya melaksanakan perintah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Adh-Dhahhak bin Khalifah meloncat dari atas rumah Suwailim hingga kakinya patah diikuti sahabat-sahabatnya. Tentang kejadian tersebut, Adh-Dhahhak bin Khalifah berkata,
Demi rumah Allah, Adh-Dhahhak dan Ibnu Uwairiq nyaris membakar dengan api Muhammad
Aku naik ke rumah kecil Suwailim
Aku jatuh hingga kaki dan sikuku patah
Salam sejahtera untuk kalian, aku tidak akan mengulanginya lagi
Aku takut dan siapa saja yang terkepung oleh api tersebut, ia terbakar' "
Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tetap bersemangat untuk berangkat, memerintahkan manusia bersiap-siap dan menyingsingkan lengan baju, menghimbau orang-orang kaya agar mereka berinfak, dan menanggung biaya jihad di jalan Allah. Kemudian sejumlah sahabat-sahabat yang kaya menanggung biaya jihad karena mengharap pahala Allah. Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu berinfak dalam jumlah besar dimana tidak ada seorang pun yang berinfak sebesar itu."
Sepulangnya dari Tabuk, Muhammad memerintahkan pengikutnya membakar masjid di Dzu Awan hanya gara-gara dengki.
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 Halaman 491
Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melanjutkan perjalanan hingga tiba di Dzu Awan, daerah yang berjarak beberapa jam perjalanan dengan Madinah. Dulu, ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengadakan persiapan untuk berangkat ke Tabuk, para pemilik masjid Dhirar datang kepada beliau dan berkata, `Wahai Rasulullah, kami membangun masjid bagi orang yang sakit, orang miskin, malam yang hujan, dan malam yang gelap gulita. Kami ingin engkau datang kepada kami kemudian mengerjakan shalat bersama kami di masjid tersebut.'
Ketika itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, `Aku akan bepergian dan sedang sibuk,' atau seperti dikatakan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, `Jika kami datang dari kepergian kami, insya Allah kami akan datang kepada kalian, kemudian mengerjakan shalat bersama kalian di masjid tersebut.'
Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berhenti di Dzu Awan, beliau mendapat khabar tentang masjid tersebut, kemudian beliau memanggil Malik bin Ad-Dukhsyum saudara Bani Salim bin Auf dan Ma'na bin Adi atau saudaranya yang bernama Ashim bin Adi yang keduanya adalah saudara Bani AI-Ajlan, dan bersabda kepada keduanya, `Pergilah kalian berdua ke masjid tersebut di mana para penghuninya telah berbuat dhalim, kemudian hancurkan dan bakarlah masjid tersebut.'
Kedua sahabat tersebut segera berangkat hingga tiba di Bani Salim bin Auf yang merupakan keluarga Malik bin Ad-Dukhsyum. Malik bin Ad-Dukhsyum berkata kepada Ma'na, `Tunggu aku di sini hingga aku datang lagi kepadamu dengan membawa api dari keluargaku.' Malik bin Ad-Dukhsyum masuk kepada keluarganya untuk mengambil pelepah pohon kurma dan menyalakannya. Setelah itu, kedua sahabat tersebut berangkat dengan cepat dan masuk ke masjid tersebut yang ketika itu diisi para pemiliknya. Kedua sahabat tersebut membakar dan meruntuhkan masjid tersebut hingga para penghuni lari kocar-kacir daripadanya.
Sumber :
Sirah Nabwiyah Ibnu Hisyam Jilid 1
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2.
Jadi, apa mesjid boleh di bakar?:)
LAGI SALAH FAHAM DI I LOVE ISLAM oleh ...
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 Halaman 477
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Memerintahkan Pembakaran Rumah Tempat Berkumpulnya Orang-orang Munafik
Ibnu Hisyam berkata, orang yang aku percayai berkata kepadaku dari seseorang yang berkata kepadanya dari Muhammad bin Thalhah bin Abdurrahman dari Ishaq bin Ibrahim bin Abdullah bin Haritsah dari ayahnya dari kakeknya yang berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menerima laporan bahwa sejumlah orang-orang munafik berkumpul di rumah Suwailim -orang Yahudi- yang terletak di Jasum. Orang-orang munafik menggembosi manusia agar mereka tidak berangkat bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Perang Tabuk. Untuk itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengutus Thalhah bin Ubaidiyyah beserta sejumlah sahabat dan memerintahkan mereka membakar rumah Suwailim. Thalhah bin Ubaidillah dan anak buahnya melaksanakan perintah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Adh-Dhahhak bin Khalifah meloncat dari atas rumah Suwailim hingga kakinya patah diikuti sahabat-sahabatnya. Tentang kejadian tersebut, Adh-Dhahhak bin Khalifah berkata,
Demi rumah Allah, Adh-Dhahhak dan Ibnu Uwairiq nyaris membakar dengan api Muhammad
Aku naik ke rumah kecil Suwailim
Aku jatuh hingga kaki dan sikuku patah
Salam sejahtera untuk kalian, aku tidak akan mengulanginya lagi
Aku takut dan siapa saja yang terkepung oleh api tersebut, ia terbakar' "
Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tetap bersemangat untuk berangkat, memerintahkan manusia bersiap-siap dan menyingsingkan lengan baju, menghimbau orang-orang kaya agar mereka berinfak, dan menanggung biaya jihad di jalan Allah. Kemudian sejumlah sahabat-sahabat yang kaya menanggung biaya jihad karena mengharap pahala Allah. Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu berinfak dalam jumlah besar dimana tidak ada seorang pun yang berinfak sebesar itu."
Sepulangnya dari Tabuk, Muhammad memerintahkan pengikutnya membakar masjid di Dzu Awan hanya gara-gara dengki.
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 Halaman 491
Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melanjutkan perjalanan hingga tiba di Dzu Awan, daerah yang berjarak beberapa jam perjalanan dengan Madinah. Dulu, ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengadakan persiapan untuk berangkat ke Tabuk, para pemilik masjid Dhirar datang kepada beliau dan berkata, `Wahai Rasulullah, kami membangun masjid bagi orang yang sakit, orang miskin, malam yang hujan, dan malam yang gelap gulita. Kami ingin engkau datang kepada kami kemudian mengerjakan shalat bersama kami di masjid tersebut.'
Ketika itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, `Aku akan bepergian dan sedang sibuk,' atau seperti dikatakan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, `Jika kami datang dari kepergian kami, insya Allah kami akan datang kepada kalian, kemudian mengerjakan shalat bersama kalian di masjid tersebut.'
Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berhenti di Dzu Awan, beliau mendapat khabar tentang masjid tersebut, kemudian beliau memanggil Malik bin Ad-Dukhsyum saudara Bani Salim bin Auf dan Ma'na bin Adi atau saudaranya yang bernama Ashim bin Adi yang keduanya adalah saudara Bani AI-Ajlan, dan bersabda kepada keduanya, `Pergilah kalian berdua ke masjid tersebut di mana para penghuninya telah berbuat dhalim, kemudian hancurkan dan bakarlah masjid tersebut.'
Kedua sahabat tersebut segera berangkat hingga tiba di Bani Salim bin Auf yang merupakan keluarga Malik bin Ad-Dukhsyum. Malik bin Ad-Dukhsyum berkata kepada Ma'na, `Tunggu aku di sini hingga aku datang lagi kepadamu dengan membawa api dari keluargaku.' Malik bin Ad-Dukhsyum masuk kepada keluarganya untuk mengambil pelepah pohon kurma dan menyalakannya. Setelah itu, kedua sahabat tersebut berangkat dengan cepat dan masuk ke masjid tersebut yang ketika itu diisi para pemiliknya. Kedua sahabat tersebut membakar dan meruntuhkan masjid tersebut hingga para penghuni lari kocar-kacir daripadanya.
Sumber :
Sirah Nabwiyah Ibnu Hisyam Jilid 1
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2.
Jadi, apa mesjid boleh di bakar?:)
LAGI SALAH FAHAM DI I LOVE ISLAM oleh ...
No comments:
Post a Comment