
Wednesday, June 29, 2011
Allah berada disangkaanku

Saturday, June 25, 2011
ana di Sweileh, Amman, Jordan
menjadi sebahagian Persatuan Penuntut Malaysia Amman-Jordan, iyakah? mungkin iya, sebab ana sedang melanjutkan study di sini; walaupun dalam jangka masa yang pendek.

disebalik gambar ini terselit pelbagai cerita hidup ana di bumi anbiya'. hari ini baru genap 10 hari ana menetap di sini; rumah pertama ana sewa seumur hidup ini ialah di Sweileh ^_^ di sini, selepas grad degree.
cerita2 sebelum gambar ini terakam akan ana cuba siapkan; dua post terkebelakang dan satu post (melepasi gambar ini) tentang Imtihan Mustawa.
~tapi ana tak janji la bila akan siapkn, tp ia akan siap.. insyaAllah jika umur masih di jasad & mood utk menulis kembali~
Monday, June 20, 2011
langkah pertama ke UJ

**************FLASHBACK******************



kharij al-Masjid - markaz lughah
time nak kuar dari gate tu ada pakcik berisi tahan ana. dia cam request sumtink. tapi dia cakap arab la plak. ana serius xfaham. pastu dia cakap "awk student sini kan, so nak tengok ......." perkataan yg ..... tu ana xtahu apa yang dia sebut, tapi kat necktie dia ada lambang UJ, sah pakgad sni. lepas ni ana lepas dari pakgad tu dgn jwpn "sy student baru kat sini" baru ana dapat jawapan dia nak apa. matric kad la syg oitt!! xpe la, dah lepas pun.
UIA xplak minta mtrik kad klu nak masuk masjid -_-'



(amat, gmbr I kt cermin pintu kira valid la yer utk diluluskan sbg gambar I, eyh?)


Wednesday, June 15, 2011
the thorn
The criminal that day was a slave who had escaped from his owner. He was left in the middle of an arena surrounded by high walls. They let a hungry lion into the arena. At first the lion got ready to pounce on the poor man, but suddenly it stopped and started to lick the slave's hand!
The spectators were astonished. They asked the slave why the lion had not attacked him.
The slave said:
"one day, I saw this lion in the forest. A thorn had lodged itself in its paw, and it was in great pain. I pulled out the thorn and since that day we have been good friend."
People got touched by this story. They set both the lion and the slave free. To the people's amazement the lion was following the slave as if it was his pet cat.What a wonderful saying of our Prophet s.a.w:
"God shows his mercy to those who are merciful. Have compassion to creatures on earth so that those in heaven may have mercy upon you."
~rupanya cerita ini punya tempat di dunia barat, baru ana realize. namely kisah 'Androcles and the Lion'~
Monday, June 13, 2011
sabab peluk Islam - ada sungai dalam laut
Sungai di Dasar Laut Merupakan Bukti Kebenaran Al Qur'an
Jika anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV "Discovery" pasti kenal Mr. Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis.
Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan Sungai dalam Laut:
“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu” (QS Fushshilat 53).
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi” (Q.S Al Furqan 53).
Pada suatu hari Mr.Jacques Yves Costeau ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi“Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.
Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)
Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”
Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung.
Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.

Setengah pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai… luar biasa bukan? Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah SWT.
Sumber: voa-islam & Abu Khuzaifah
Friday, June 10, 2011
Isteriku Menulis di atas PASIR dan BATU
Ada sebuah kisah tentang sepasang suami istri yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan suaminya menghardik istrinya dengan sangat keras. Istri yang kena hardik, merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI SUAMIKU MENYAKITI HATIKU.
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis dimana mereka memutuskan untuk mandi. Si Istri, mencoba berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan suaminya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang dia menulis di sebuah batu : HARI INI SUAMIKU YG BAIK MENYELAMATKAN NYAWAKU.
Suami bertanya : “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir dan sekarang kamu menulis di atas batu ?”
Istrinya sambil tersenyum menjawab : “Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu dan aku bisa melupakannya... Dan bila sesuatu yang baik dan luar biasa diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di atas batu hatiku, agar tidak bisa hilang tertiup angin waktu dan akan kuingat selamanya."
Sahabat Hikmah...
Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Terkadang malah sangat menyakitkan, oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan melupakan masalah yang lalu. Yang terpenting dari pelajaran ϑî atas, adalah :
"Belajarlah untuk selalu BISA MENULIS DI ATAS PASIR untuk semua hal yang MENYAKITKAN dan selalu MENGUKIR DI ATAS BATU untuk semua KEBAIKAN ...."
Semoga kita semua mengerti betapa berharganya sebuah "KELUARGA”.
(Kiriman dari teman)
OFA
http://kata2-hikmah-ofa.blogspot.com/2011/06/menulis-di-atas-pasir-dan-batu.html
http://kata2hikmah0fa.wordpress.com/2011/06/10/menulis-di-atas-pasir-dan-batu/
p/s: ana teringat kata2 pesanan dr cikgu online ana "sebelum terbang nanti pergi kat mana2 laut buang semua inferiority complex yang ada dalam diri tu, baru boleh terbang. buang kat sungai UIAM pun boleh jgk" - bab nak membuang sifat2 tak elok ni kena dibuat kat tempat2 mengalir dan mudah padam; mcm pasir.
Thursday, June 9, 2011
All for You
My prayers, my breath, my life and my death are all for you
None but you, only you, ya Allah
Every second I live, every penny I give
Is just for you
Every breathe I breath, every trace I leave
Is just for you
In all my fears, in all my tears
I'm callin' you
In all my shame, in all my pain
I'm callin' you
Through the night I pray, and I'm seeking your way
And it's just for you
When I shed a tear, I know you're near
And it's just for you
Hayaty wa mawty wa ruhy wa dammi ilayka ya Rabi
Anabtu ilayk laja'tu ilayk, ya Allah
My life and my death, my soul and my blood
They're all for you my Lord
I turn to You, I submit to You, my Lord
Tuesday, June 7, 2011
“Sesungguhnya, Allah sedang berbicara dengan kamu..!”
ana sedang semak semula kisah2 teladan dalam al-Quran. kisah yang akak sekerja R.A minta ana tilik buat masa ni pasal nabi yusuf; bagaimana baginda terpenjara & bebas dari penjara. kami mencari point di mana ilmu2 ta'wil mimpi di 'spread' kn hingga sampai kepada sang pemerintah.
kebetulan Allah 'lalukan' semula cerita ayat-ayat cinta ahad lalu dikaca TV. ana sedang bercuti dr kerja, lantas masa yang terluang sedikit itu ana sj tgk cerita tu buat yg kelima-kalianya, huhu~
tersentuh jugak. walaupun byk kali dah tgk.. part yg menaikkn mood utk 'membasahkan hati' part tika fahri dalam penjara:
Kamu ingat kisah Yusuf As dan Zulaikha. Zulaikha menuduh Yusuf telah memperkosanya. Padahal dia sendiri yang tidak tahan dengan ketampanan Yusuf. Fitnah,itu semua fitnah Fahri. Zulaikha memfitnah Yusuf memperkosa dia hingga Yusuf dipenjara. Apakah Yusuf berontak? Tidak Fahri. Yusuf tau Allah sedang berbicara kepadanya..
Kau mau tahu apa yang dikatakan Yusuf. Kau mau tahu apa yang diakatakan Yusuf? Kata Yusuf. Ya Allah.. jika memang kehidupan penjara lebih berarti bagiku daripada dunia luar, maka aku akan memilih tinggal di penjara tapi dekat denganMu daripada aku hidup bersama manusia pendusta..
Allah sedang berbicara kepadamu tentang sabar dan ikhlas. Sabar dan ikhlas itu Islam Fahri"
cikgu online pesan pd ana semalam:
"..dalam hadith, Allah itu mnurut sangkaan hambaNya
so kalau kita asek fkir negative
secara tak langsung kita ni memikirkan Allah tu aturkan perkara buruk utk kita"
sanah helwah untuk diri moga hari terakhir umur mudamu semalam kamu berpeluang mensucikan hati; ayat2 al-Quran yang kamu baca setiap hari, tambahan kamu kaji untuk research assistance, kisah2 para anbiya' juga sumber2 sahih ahadith, moga itu semua mencorakkan dirimu berubah untuk menjadi lebih baik. kuatkan ingatanmu pada satu perkara tika memasuki fasa umur baru ni; mati. jika kamu cerdik kamu akan ingati ia disetiap detik & degup jantungmu berdetak
fi amanillah..
Wednesday, June 1, 2011
Syifa' Binti Abdullah al-Adawiyyah r.a.
bertepatan dengan minat ana bidang kedoktoran, ana bentangkan satu sejarah sahabiyyah terdahulu..
* * * *
Namanya Syifa' binti Abdullah ibn Abd Syams al-Quraisyiyyah al-Adawiyyah. Ada pendapat mengatakan nama sebenarnya Laila binti Abdullah. Beliau adalah isteri kepada Abu Hathmah ibn Huzaifah ibn Ghanim al-Quraisy al-Adawi. Beliau dikurniakan seorang anak bernama Sulaiman bin Abu Hathmah, seorang lelaki yang dihormati sebagai orang yang kuat beragama di kalangan ummat Islam.
Kemuliaan
Nama adalah identiti dan pengenalan awal diri. Ia juga adalah sebuah doa dan harapan yang terawal dilakarkan oleh ibu bapa buat seorang anak. Sesuai dengan namanya Syifa' memiliki kepakaran dalam istirqa' iaitu suatu kaedah pengubatan dengan cara memberikan dorongan jiwa agar pesakit bermotivasi dan optimis untuk sembuh. Beliau adalah seorang sahabiah yang terkenal dengan kebaikan hatinya dan kepintarannya dan merupakan salah seorang daripada segelintir kau hawa Quraisy yang mahir menulis dan membaca. Beliau tergolong di kalangan sahabat dan sahabiah yang terawal memeluk Islam, ikut serta membaiah Rasulullah s.a.w. bersama sahabiah yang lain dan turut berhijrah ke Madinah.

Beliau turut memiliki kedudukan yang terhormat di sisi Ummahatul Mukminin, isteri-isteri Rasulullah s.a.w. As-Syifa' sentiasa datang menjenguk Ummul Mukminin, Hafsah dan mengajarkannya menulis. Rasulullah s.a.w. telah menyuruh as-Syifa' mengajarkan Hafsah menulis dan cara mengubati penyakit kulit dengan teknik ruqayyah. Diriwayatkan oleh Abu Daud, dari Syifa' binti Abdullah bahawa dia berkata: "Rasulullah s.a.w. datang menjengukku dan aku sedang bersama Hafsah. Rasulullah berkata kepadaku, "Ajarkanlah Hafsah cara mengubati penyakit kulit dengan teknik ruqayyah sebagaimana engkau mengajarkannya menulis."
Rasulullah s.a.w. menghormatinya dan bersaliturahim dengannya. Rasulullah s.a.w. juga telah memberinya sebuah rumah di Madinah. As-Syifa' telah tinggal di rumah tersebut bersama anaknya Sulaiman.
Kepakaran dalam Perubatan
Pada zaman jahiliyyah, Syifa' binti Abdullah mengubati sakit kulit dengan menggunakan ruqayyah. Setelah memeluk Islam, dia telah datang bertemu Rasulullah untuk meminta izin agar dapat meneruskan pekerjaannya itu. Ibnu Qayyum berkata bahawa di zaman jahiliyyah as-Syifa' menggunakan ruqayyah untuk mengubati penyakit kulit. Ketika turut serta dalam hijrah dan membaiah Nabi s.a.w. dia telah berkata kepada Rasulullah s.a.w.:
"Ya Rasulullah, pada zaman jahiliyyah aku mengubati penyakit kulit dengan cara ruqayyah dan aku ingin memperlihatkannya kepadamu."
Syifa' berkata, maksudnya: "Dengan nama Allah, sampai kembali ke asalnya dan tidak membahayakan seseorang pun. Ya Allah, Tuhan sekalian manusia. Hilangkanlah penyakit ini."
Ibnu Qayyum berkata: "Syifa' binti Abdullah membaca ruqayyah tersebut sebanyak tujuh kali ke atas sebuah dahan gaharu. Kemudian, dia menumbuknya sampai halus pada tempat yang bersih dengan menggunakan batu yang tajam. Setelah itu, dia akan menggoreskannya ke atas penyakit kulit tersebut."
Setelah diizinkan oleh Rasulullah s.a.w. beliau meneruskan pekerjaannya itu.As-syifa' juga menyertai beberapa peperangan sebagai tentera dan juga pasukan perubatan.
Bersama Umar al-Khattab
Syifa' binti Abdullah mempunyai kedudukan yang mulia di sisi Umar al-Khattab r.a. sebagaimana mulianya as-Syifa' di sisi Rasulullah s.a.w. Sayyidina Umar selalu mengutamakan as-Syifa' dalam hal pandangan. Bahkan, beliau turut memberi kepercayaan kepada as-Syifa' dengan melantiknya sebagai seorang qadhi di pasar. As-Syifa' adalah Muslimah pertama memegang jawatan itu. Beliau memikul tugas tersebut dengan penuh amanah dan tegas.
Pada suatu hari, as-Syifa' melihat sekelompok anak muda berjalan dengan perlahan dan bercakap dengan lambatnya. As-Syifa' bertanya: "Apa ini?" Mereka menjawab: "Ini adalah ahli ibadah." As-Syifa' membalas: "Demi Allah! Dahulu Umar ibn Khattab berjalan dengan pantas, bercakap dengan lantang dan apabila memukul pasti sangat sakit dan dialah sebenarnya yang disebut sebagai ahli ibadah."
Umar Ibn Khattab sentiasa datang menjenguk as-Syifa' dan bertanyakan keadaannya, anak dan suaminya. Umar juga kerap membimbing mereka kepada kebaikan kalau keadaan memerlukan. Syifa' binti Abdullah berkata: "Umar ibn Khattab datang ke rumahku. Dia melihat dua orang lelaki tertidur di rumahku (suami dan anak as-Syifa'). Umar ibn Khattab bertanya: "Ada apa dengan dua orang lelaki ini sehingga mereka tidak solat berjemaah dengan kami?" Aku menjawab: "Ya Amirul Mukminin! Mereka berdua solat bersama yang lain – ketika itu bulan Ramadhan – mereka terus solat berdua sampai datang waktu Subuh. Setelah mereka solat Subuh, mereka tidur. Umar ibn Khattab berkata: "Solat Subuh berjemaah bersama yang lain lebih baik bagiku daripada solat sepanjang malam sampai datang Subuh." Hal ini menunjukkan pemahaman fiqh Umar yang mendalam dan bimbingan halus daripadanya yang berlandaskan sunnah Rasulullah s.a.w dan anjuran untuk menghadiri solat jemaah.
As-Syifa' dan Hadis Rasulullah s.a.w.
As-Syifa' r.a. juga sempat meriwayatkan hadis Rasulullah s.a.w. secara terus dan dari Umar al-Khattab. Adapun yang meriwayatkan hadis Rasulullah s.a.w. daripada as-Syifa' adalah anaknya Sulaiman, kedua cucunya Abu Bakar bin Sulaiman dan Utsman bin Sulaiman, hamba sahayanya Abu Ishaq dan Hafsah Ummul Mukminin.
Di antara riwayatnya, bahawa Rasulullah s.a.w. ditanya tentang sebaik-baik pekerjaan. Baginda menjawab: "Beriman kepada Allah, jihad di jalanNya dan haji yang mabrur."
As-Syifa' menghabiskan hayatnya untuk menuntut ilmu, beramal, berzuhud dan beribadah sehingga ajal menjemputnya pada zaman khalifah Umar al-Khattab pada tahun 20H.
Semoga rohnya sentiasa dicucuri rahmat dari Ilahi.
Marilah kita berdoa: "Ya Allah, Tuhan sekalian manusia. Hilangkanlah penyakit ini."

- Artikel iluvislam.com
Sanatan Helwah ya... nafsi.