Pages

Saturday, May 29, 2010

Cintai Aku Apa Adanya

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan Saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.

Dua tahun dalam masa pernikahan,saya harus Akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.

Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.

"Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut. "Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan". Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lsayakan untuk merubah pikiranmu?".

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati.

Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?" Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok.". Hati saya langsung gundah mendengar responnya.



Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan ...

"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya." Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.

" Sayang ketika kamu mengetik di komputer lalu program-program di PC-nya kacau dan akhirnya kau menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya dan kamu bisa menyelesaikan pekerjaanmu.

Sayang, kamu juga selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.

Sayang, kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk menunjukkan jalan kepadamu.

Sayang, kamu selalu sakit dan pegal-pegal pada waktu "teman baikmu" datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.

Cinta, ketika kamu sedang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi "aneh". Maka saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami.

Cinta, kamu terlalu sering menatap layar kaca TV dan Komutermu serta membaca buku sambil tiduran dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, maka saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu. Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.

"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku. Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, matsaya, tidak cukup bagimu. Saya tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu."

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.

"Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barangku, dan saya tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagia saya bila kau bahagia."

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.

Aku peluk dia penuh kebahagiaan, oh, kini aku tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai aku lebih dari dia mencintaiku.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, padahal tanpa kita sadari Cinta itu telah terwujud dalam bentuk yang lain walau tidak sesuai dengan wujud yang kita harapkan

Seringkali kali kita menuntut Cinta kepada pasangan kita, namun jarang terfikir oleh kita sejauhmana Cinta yang telah kita berikan padanya. Berikan Cinta Kasih yang tulus kepadanya, kalaupun dia belum membalasnya yakinlah Allah pasti akan membalas dan membisikkan CintaNYA kepadanya untuk diberikan kepada kita.

Di bawah naungan ajaran Islam, kedua pasangan suami istri menjalani hidup mereka dalam kesenyawaan dan kesatuan dalam segala hal; kesatuan perasaan, kesatuan hati dan dorongan, kesatuan cita-cita dan tujuan akhir hidup dan lain-lain.

Di antara keagungan al-Qur'an dan kesempurnaannya, kita melihat semua makna tersebut, baik yang sempat terhitung atau pun tidak, tercermin pada satu ayat al-Qur'an, yaitu:
"Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka." (al-Baqarah:187)

ekspresi-diri.blogspot.com
^_^

Friday, May 28, 2010

Kisah 'Ainul Mardiah


'Ainul Mardhiah merupakan seorang bidadari yang paling cantik dalam kalangan bidadari-bidadari yang lain (bermaksud mata yang di redhai). Suatu pagi (dalam bulan puasa) ketika nabi memberi targhib (berita-berita semangat di kalangan sahabat untuk berjihad / berdakwah untuk agama Allah) katanya siapa-siapa yang keluar di jalan Allah tiba-tiba ia syahid, maka dia akan dianugerahkan seorang bidadari yang paling cantik dalam kalangan bidadari-bidaidari syurga.

Mendengar berita itu seorang sahabat yang usianya muda teringin sangat hendak tahu bagaimana cantiknya bidadari tersebut,tetapi di sebabkan sahabat ini malu hendak bertanyakan kepada nabi S.A.W. kerana malu kepada sahabat-sahabat yang lain. Namun dia tetap memberi nama sebagai salah sorang yang akan keluar di jalan Allah.

Sebelum Zohor, nabi akan tidur sebentar (dipanggil khailulah) maka sahabat yang muda tadi juga turut bersama jemaah yang hendak berangkat tadi tidur bersama-sama sekejap.Tiba-tiba dalam tidur sahabat tersebut dia bermimpi berada di satu tempat yang sungguh indah. Dia bertemu dengan seorang yang berpakaian yang bersih lagi cantik dan muka yang berseri-seri, lalu di tanya sahabat ini, di manakah beliau berada, lalu ada suara yang menjawab "inilah syurga" tiba-tiba dia menyatakan hasrat untuk berjumpa dengan 'Ainul Mardhiah (bidadari yang Nabi S.A.W. bagitahu tadi), lalu ditunjuknya di suatu arah maka berjalanlah sahabat ini, disuatu pepohon beliau mendapati ada seorang wanita yang tak pernah dia lihat kecantikan yang sebegitu, tak pernah dilihat didunia ini, diberikan salam dan sahabat ini bertanya, andakah ini 'Ainul Mardhiah, wanita itu menjawab "tak lah..." (lebih kurang macam tu la dalam bahasa kita), saya penjaganya, 'Ainul Mardhiah ada di dalam singgahsana di sana.

Lalu dia berjalan dan memasuki satu mahligai yang cukup indah dan mendapati ada seorang lagi wanita yang kecantikannya berganda-ganda daripada yang pertama tadi di lihatnya, sedang mengelap permata-mata perhiasan di dalam mahligai, lalu diberi salam dan di tanya lagi adakah ini 'Ainul Mardiah lalu wanita itu menjawab, "tidak", saya hanya penjagaya di dalam mahligai ini, 'Ainul Mardiah ada di atas mahligai sana, lalu dinaikinya anak-anak tangga mahligai permata itu, kecantikkannya sungguh mengkagumkan, lalu sahabat ini sampai ke satu mahligai dan mendapati seorang wanita yang berganda-ganda cantik dari yang pertama dan berganda-ganda catiknya dari yang kedua yang beliau jumpa tadi dan tidak pernah di lihat di dunia. Lalu wanita itu berkata "akulah 'Ainul Mardhiah, aku diciptakan untuk kamu dan kamu diciptakan untuk aku". Bila lelaki itu mendekatinya wanita itu menjawab "nanti kamu belum syahid lagi". Tersentak daripada itu pemuda itu pun terjaga dari tidurnya lalu dia menceritakan segala-galanya kepada sahabat lain. Namun begitu dia memesan agar jangan menceritakan cerita ini kepada Nabi S.A.W., tapi sekiranya dia syahid barulah di ceritakan kepada Nabi S.A.W..

Petang itu pemuda itu bersama-sama dengan jemaah yang terdapat Nabi S.A.W. di dalamnya telah keluar berperang / berjihad lalu ditakdirkan pemuda tadi telah syahid. Petang tersebut ketika semua jemaah telah pulang ke masjid, di waktu hendak berbuka puasa maka mereka telah menunggu makanan untuk berbuka (tunggu makanan adalah satu sunnah nabi). Maka kawan sahabat yang syahid tadi telah bangun dan merapati nabi S.A.W. dan menceritakan perihal mimpi pemuda yang syahid tadi.

Sahabat pemuda yang syahid tadi menceritakan kepada nabi S.A.W. Nabi S.A.W. menjawab benar, benar, benar sepanjang cerita tersebut. Akhirnya nabi S.A.W. berkata "memang benar cerita sahabat kamu tadi dan sekarang ini dia sedang menunggu untuk berbuka puasa di syurga..."

p/s: bidadari di syurga brganda2 cntik nya ..jom smue mujahidah bgkit bt mnjadi wanita solehah idaman mujahid soleh sehingga bidadari si syurga cmburu =)

~read more~

Thursday, May 27, 2010

6 Tipu Daya Paling Berbahaya

Menurutku, ada 6 hal yang termasuk tipuan paling besar.

1. Mengharapkan ampunan dari Allah, tetapi terus menerus melakukan dosa tanpa penyesalan
2. Merasa dekat dengan Allah, tetapi tidak melakukan ketaatan
3. Menunggu tanaman surga, tetapi selalu menyemai benih amalan neraka
4. Mencari istana orang-orang taat, tetapi selalu berbuat maksiat
5. Menanti pahala, tetapi tak mau beramal
6. Mendambakan kasih sayang Allah, tetapi selalu melanggar ketentuanNYA."
( Yahya bin Mu'adz radhiyallahu anhu )

Sobat RKI, yuk mari kita sama-sama memelihara diri dari segala perbuatan yang bisa menjadi penyebab hal-hal di atas.

Selalu ingat Allah dimanapun, kapan pun & sampai kapan pun.

Semoga Allah senantiasa meridhoi ... amiin
petikan dari RKI

Wednesday, May 26, 2010

...~..~.. DUKACITA ..~..~...

... Duka cita adalah salah satu penyakit Ruhani....

jika penyakit cemas ( khauf ) menyangkut kekhawatiran tentang masa yang akan datang, maka duka cita (hazn) adalah suatu keresahan tentang masa lampau. Kerugian dan penderitaan dirasakan begitu mendalam sehingga menimbulkan pengaruh buruk dalam kesan dan ingatan seseorang.

Dukacita disebabkan oleh banyak faktor . Diantaranya dikarenakan tetimpa musibah, mengalami kerugian harta benda dan jiwa,serta mengalami banyak kesulitan. Ala kulli hal, semua itu kemudian menjadi pengalaman pahit yang telah lampau yang terus dikenangnya.

Ssetiap orang yang terkena salah satu dari ketiga sebab itu umumnya akan berduka cita. Akan tetapi berat ringannya duka cita itu tergantung dari keadaan mental seseorang.

Adakalanya terjadi,mental seseorang begitu tegar sehingga pabila disentuh musibah dan kesulitan,ia malah berani menghadapi semua itu dengan jiwa yang lapang dan positif. Musibah tersebut dihadapinya dengan tenang,seraya mempelajari masalahnya ,menelaah sebab musababnya untuk kemudian menyelesaikannya dengan langkah - langkah yang sistematis dan terukur. sudah barang tentu jiwa yang tenang dalam menghadapi musibah dan kesulitan semacam ini dapat dipandang sebagai jiwa yang sehat,yang dirahmati ALLAH AZZA WA JALLA.

Sebaiknya, jiwa negatif dan qalbu yang sakit,apabila tersentuh musibah dan kesulitan , akan menjadi lesu, gugup, dan bingumg, untuk kemudian kehilangan kendali yang menjadikannya tidak tahu apa yang mesti dilakukan.akhirnya,menjelmalah sikap dukacita yang mendalam yang kian hari kian menenggelamkan seseorang ke dasar laut keputusasaan yang dalam dan dingin.

Sebagian orang diserang duka cita lantaran terlalu banyak mengenang masau silamnya yang kian jauh atau masa jayanya yang telah sirna. sementara bagian lainnya berduka cita dalam batas - batas yang wajar dapat dikatakan masih mungkin ditanggulangi dan diobati.

Islam tidak menginginkan umatnya berkeluh kesah atas duka cita yang dialaminya . Manusia harus menyadari bahwa apa yang dimilikinya saat ini merupakan pemberian ALLAH TA'ALA semata. Nikmat ALLAH TA'ALA itu hanya sementara saja sifatnya. dan kita harus siap kalau - kalau nikmat yang telah diberikan ALLAH TA'ALA tersebut suatu saat diambil kembali.

Sebagai terapi untuk menghadapi segala cobaan yang diberikan ALLAH Yang Maha kuasa ,manusia dianjurkan untuk bersabar ,ketegaran jiwa,dan penyerahan diri secara total kepada ALLAH SubhanaAllahu Ta'ala merupakan pilar utama dalam menghadapi segala cobaan-Nya.

Firman ALLAH SWT dalam al - Quran:

Dan sesunguhnya Kami akan memberikan cobaan berupa ketakutan,kelaparan,kekurangan harta , kekurangan jiwa ( kematian ) dan kekurangan buah - buahan. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang - orang yang bersabar.yaitu orang - orang yang apabila mendapat cobaan mereka mengatakan, sesungguhnya kami kepunyaan ALLAH dan kepada NYA lah kami akan kembali.''( Q,S :AL -BAQARAH:155-156 )


Semoga artikel ini bisa dibuat pelajaran terutama yang lagi kena musibah.
AMIN
JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA


..:::salam ulangtahun kedua ikrar persahabatan kita buat akhi al-'aziz:::..

Friday, May 21, 2010

Abu Bakar As Siddiq

DALAM catatan sejarah yang mengcover seluruh peristiwa dunia Islam selalu disandarkan pada masa hijrah Nabi dari Mekkah ke Madinah. Peristiwa besar hijrah menjadi tanda permulaan sejarah Islam, kala itu awal mula Allah memberikan kemenangan kepada Rasulullah di tanah suci, satu diantaranya perbuatan makar yang hendak membunuh Rasulullah. Dalam situasi demikian hanya Abu Bakar sendiri yang menemani Rasulullah. Bahkan, hingga sakitnya ketika tak kuat mengimami shalat, Rasulullah minta Abu Bakar menggantikannya.


Abu Bakar adalah muslim pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Sejak masuk Islam besar sekali jasanya membantu Rasulullah dalam berdakwah dan membela kaum muslimin. Maka, tak heran jika kemudian kaum muslimin mengangkatnya sebagai pengganti Rasulullah. Dia yang memulai sejarah lahirnya kedaulatan Islam, menyebar ke timur dan barat, India dan Tionghoa di Asia, Maroko dan Andalusia di Afrika dan Eropa.

Menurut biografi Abu Bakar disebutkan bahwa namanya Abdullah bin Abi Quhafah, dan Abi Quhafah ini nama sebenarnya Usman bin Amir, dan ibunya, Ummul-Khair, sebenarnya bernama Salma binti Sakhr bin Amir. Sebelum Islam ia bernama Abdul Ka’bah, Rasul kemudian memanggil Abdullah setelah masuk Islam. Ia bahkan dijuluki Atiq karena warna kulitnya yang putih.

Semasa kecil Abu Bakar hidup seperti umumnya anak-anak di Mekah. Memasuki usia remaja ia berkerja sebagai pedagang pakaian, dari usahanya ini kemudian ia sukses. Kawin di usia muda dengan Qutailah binti Abdul Uzza lalu lahir Abdullah dan Asma’. Kawin lagi dengan Umm Rauman binti Amir bin Uwaimir yang melahirkan Abdur-Rahman dan Aisyah. Di Madinah ia sempat kawin dengan Habibah binti Kharijah, lalu dengan Asma’ binti Umais lahirlah Muhammad. Kian hari usaha dagangnya juga maju dengan pesat.

Kesuksesannya dalam berdagang disebabkan karena pribadi dan wataknya. Putrinya Aisyah Ummulmukminin melukiskan, ayahnya Abu Bakar yang berperawakan kurus, putih, sepasang bahunya kecil, muka lancip, matanya cekung, dahinya agak menonjol dan urat tangan yang tampak jelas. Aisyah menyebutkan bahwa ayahnya tak pernah minum khamr (arak) sejak sebelum masuk Islam maupun sesudahnya. Perangainya begitu damai, lemah lembut dan sikapnya tenang, tak mudah terdorong hawa nafsu. Ia seorang ahli genealogi—ahli silsilah—bicaranya sedap dan pandai bergaul.

Hidup dan tinggal di Mekkah, sekampung dengan Khadijah Binti Khuwailid, tempat para saudagar dalam perjalanan musim dingin dan panas ke Syam dan Yaman. Itulah yang membuat hubungannya dengan Muhammad dekat terutama setelah Muhammad kawin dengan Khadijah. Keakraban keduanya seperti digambarkan Aisyah: “Yang kuketahui kedua orang tuaku sesudah memeluk agama ini, dan setiap kali lewat di depan rumah kami, Rasulullah selalu singgah ke tempat kami , pagi atau sore.”

Sejak hari pertama masuk Islam, Abu Bakar sudah bersama-sama dengan Muhammad melakukan dakwah demi agama Allah. Karena pengaruhnya besar, banyak yang ikut jejaknya menerima Islam. Seperti Usman bin Affan, Abdur-Rahman bin Auf, Talhah bin Ubaidillah, Sa’d bin Abi Waqqas dan Zubair bin Awwam. Selanjutnya, Abu Ubaidah bin Jarrah dan banyak lainnya dari penduduk Mekkah.

Abu Bakar tak merasa ragu menerima Islam ketika pertama kali disampaikan Muhammad kepadanya. Atas sikapnya itu Rasulullah berkata: “Tak seorangpun yang pernah kuajak memeluk Islam yang tidak tersendat-sendat dengan bergitu berhati-hati dan ragu, kecuali Abu Bakar bin Abi Quhafah. Ia tidak menunggu-nunggu dan tidak ragu ketika kusampaikan kepadanya.”

Padahal Abu Bakar adalah salah seorang pemikir Mekkah yang memandang penyembahan berhala itu suatu kebodohan dan kepalsuan belaka, tapi ketika Muhammad menerangkan tauhid, gua Hira dan wahyu yang diterimanya, ia justru menerimanya tanpa ragu. Tak hanya itu, keberaniannya menerima Islam juga dibuktikan di depan umum.

Dalam menjalankan dakwah tidak hanya dengan kedamaian jiwanya, dengan sifatnya yang lemah lembut, tapi juga dengan hartanya. Cukup diketahui bahwa ketika Abu Bakar masuk Islam hartanya empat puluh ribu dirham lebih yang disimpannya. Selama itu pula ia terus berdagang dan menghasilkan laba yang cukup besar. Sepuluh tahun kemudian setelah hijrah ke Madinah, hartanya tinggal lima dirham. Semua hartanya ternyata habis untuk berdakwah, mengajak orang ke jalan Allah, kekayaannya digunakan untuk menebus orang lemah dan budak yang masuk Islam karena disiksa majikannya.

Suatu ketika Abu Bakar melihat Bilal yang negro itu oleh tuannya dicampakkan ke ladang yang sedang membara oleh panas matahari, dengan menindihkan batu di dadanya lalu dibiarkannya agar ia mati, karena ia masuk Islam. Bilal hanya berkata berulang-ulang: Ahad, Ahad. Ketika itulah ia lalu dibeli Abu Bakar dan dibebaskan. Hal yang sama juga terjadi pada Amir bin Fuhairah.

Kecintaan Abu Bakar kepada Allah dan Rasulullah sangat besar, sehingga ketika Nabi mendapat gangguan dari kaum Kuraisy, ia selalu siap membelanya. Ibnu Hisyam menceritakan, bahwa perlakuan yang paling jahat dilakukan Kuraisy terhadap Rasulullah ialah setelah agama dan dewa-dewa mereka dicela. Yakni ketika berada di Hijr tiba-tiba Rasulullah diserbu dan dikepung, seseorang dari mereka langsung menarik baju Rasul. Abu Bakar sambil menangis menghalanginya sambil berkata: Kamu mau membunuh orang yang mengatakan hanya Allah Tuhanku! Mereka kemudian bubar. Peristiwa itu belum seberapa dibanding dengan peristiwa lain yang memperlihatkan keteguhan iman Abu Bakar kepada Muhammad dan risalahnya.

 Demikian juga sikapnya mengenai isra’, ketika Muhammad berbicara kepada penduduk Mekkah bahwa Allah telah menjalankannya malam hari dari Masjidilharam ke Majidilaqsa lalu bersembahyang di sana. Kisah itu sempat diperolok oleh orang musyrik, malah orang yang sudah Islam pun banyak yang murtad. Mana mungkin? Katanya. Lalu mereka mendatangi Abu Bakar menceritakan ucapan Nabi di masjid, ia membuktikan dengan pergi ke masjid dan mendengarkan Nabi. Usai Nabi melukiskan keadaan Baitulmukadas, Abu Bakar berkata: “Rasulullah, saya percaya”, sejak itu Muhammad memanggilnya dengan “as-Siddiq”.

Sesudah peristiwa isra’ Abu Bakar tetap menjalankan usaha dagangnya, sementara Kuraisy begitu keras mengganggu Nabi dan Abu Bakar serta muslimin lainnya. Ketika kaum muslimin lainnya yang mau tetap bertahan dengan agama mereka Hijrah ke Abisinia, tak terlintas dalam pikiran Abu Bakar unutk ikut bersama. Malah ia tetap tinggal di Mekkah bersama Muhammad, berjuang mati-matian demi dakwah di jalan Allah sambil belajar segala yang diwahyukan Allah kepada Nabi untuk disiarkan kepada umat manusia.

Islam kemudian mendapat kemenangan dengan kekuatan penduduk Yasrib (Medinah) sesudah ikrar Aqabah, Muhammad pun mengizinkan sahabat-sahabatnya hijrah ke kota itu. Orang-orang Kuraisy tidak tahu, Muhammad ikut hijrah atau tetap tinggal di Mekkah seperti tetkala kaum muslimin hijrah ke Abisinia. Abu Bakar lalu meminta izin kepada Muhammad akan pergi hijrah, dan dijawab: “Jangan tergesa-gesa, kalau-kalau Allah nanti memberikan seorang teman kepadamu.”

Sejak kaum muslimin pindah ke Yasrib, Abu Bakar tahu kalau kaum Kuraisy memaksa mereka dikembalikan ke Mekkah. Mereka kemudian dipaksa pindah agama, disiksa dan dianiaya. Abu Bakar mengetahui orang-orang musyrik itu berkumpul di Darun-Nadwah, berkomplot hendak membunuh Muhammad. Kalau ia menemani Muhammad dalam hijrahnya itu lalu Kuraisy bertindak membunuh Muhammad, maka Abu Bakar juga dibunuhnya. Sungguh pun begitu, ketika ia diminta Muhammad menunda, ia pun tak ragu.

Sejak itu Abu Bakar telah menyiapkan dua ekor unta sambil menunggu perkembangan. Siang itu ia di rumah tiba-tiba datang Muhammad, ia memberitahukan bahwa Allah mengizinkan hijrah ke Yasrib. Abu Bakar minta izin untuk bisa menemaninya, permintaannya dikabulkan.

Khawatir Muhammad akan melarikan diri sesudah kembali ke rumahnya, pemuda-pemuda Kuraisy segera mengepungnya. Muhammad membisikkan kepada Ali bin Abi Thalib supaya ia mengenakan mantel Hadramautnya yang hijau dan berbaring di tempat tidurnya, Ali pun melakukannya. Lewat tengah malam dengan tidak setahu pemuda-pemuda Kuraisy ia keluar pergi ke rumah Abu Bakar. Ternyata ia memang sedang jaga menunggunya. Keduanya lalu keluar dari celah pintu belakang dan bertolak kea rah selatan menuju Gua Saur, di dalam gua itulah keduanya bersembunyi.

Mereka segera bergegas ke setiap lembah dan gunung mencari Muhammad untuk dibunuh. Sampai di Gua Saur salah seorang dari mereka naik ke atas gua untuk mencari jejaknya. Konon saat itu Abu Bakar sudah mandi keringat ketika terdengar mereka memanggil-manggil. Ia menahan nafas, tidak bergerak dan hanya menyerahkan nasib kepada Allah. Ketika dalam kegalauan, Muhammad berbisik di telinganya: La Tahzan Innallaha Manganaa “Jangan bersedh hati. Tuhan bersama kita.”

Para pemuda itu melihat ke sekeliling gua yang dilihat cuma laba-laba di mulut gua itu. Lalu mereka tak jadi masuk gua, terus kembali ke tempat teman-temannya. Setelah mereka menjauh Muhammad berseru, “Alhamdulillah, Allahu Akbar!”. Apa penyebab ketakutan Abu Bakar ketika dalam gua? Ternyata ia sudah tidak memikirkan dirinya lagi tapi yang dipikirkannya hanyalah Rasulullah.

Selama berada di Medinah, Abu Bakar tinggal di Sunh pinggiran kota pada keluarga Kharijah bin Zaid dari Banu al-Haris dari suku Khazraj. Ketika Nabi mempersaudarakan orang-orang Muhajirin dan Ansar, Abu Bakar dipersaudarakan dengan Kharijah lalu disusul keluarganya dan anaknya yang tinggal di Mekkah. Lambat laun hubungannya makin akrab, lalu Abu Bakar kawin dengan putrinya, Habibah yang melahirkan Umm Kulsum. Keluarga Abu Bakar tidak tinggal bersamanya di rumah Kharijah bin Zaid di Sunh, tetapi Umm Ruman dan putrinya Aisyah serta lainnya tinggal di Medinah, rumahnya berdekatan dengan Abu Ayyub al-Ansari tempat Nabi tinggal.


Keimanan yang tulus menguasai Abu Bakar, menyebabkan ia sangat setia terhadap Rasulullah. Semua yang dilakukan Rasulullah ia pun turut melakukan. Terhitung sejak hijrah ke Medinah banyak peristiwa yang diikutinya; perang Badr, perang Uhud, sikapnya di Hudaibiyah dan seterusnya.

rujukan

Saidina Abu Bakar As-Siddiq
Dirapek oleh Ibn Mohamed Amin at 1/13/2008 09:54:00 PM . Sunday, January 13, 2008

Saidina Abu Bakr atau nama sebenarnya Abdullah bin Quhaffah merupakan sahabat Nabi s.a.w yang paling rapat dan paling disayangi. Ini bersesuaian dengan sabda Nabi s.a.w " Perempuan yang paling ku cintai adalah Aisyah r.a manakala lelaki yang paling kucintai adalah bapanya". Keperibadianya yang begitu mulia, ditambah dengan kemurahan hati serta kebijaksanaanya menyebabkan beliau telah dicalunkan sebagai Khalifah pertama selepas kewafatan junjugan besar Rasulullah s.a.w.


Beliau merupakan seorang tokoh perniagaan yang kaya dan datang dari keluarga bangsawan yang dihormati oleh masyarakat Arab Quraisy. Beliau dari segi umur adalah dua tahun lebih muda daripada Nabi s.a.w . Beliau tidak pernah minum arak. Pengorbanannya yang begitu besar begitu dihargai oleh Rasulullah s.a.w dengan sabdanya " Islam tertegak diatas harta Khadijah r.a dan pengorbanan Saidina Abu bakr r.a".

Beliau merupakan orang ketiga memerluk Islam selepas Saidina Ali Karramallahuwajhah dan Zaid bin Harithah, hamba kepunyaan Nabi pada masa itu. Selepas keislamanya, dia terus berda'wah dan dapat mengislamkan beberapa orang sahabat yang agung (As-Sabiqun Awwalun) termasuk Uthman bin Affan, Abdul Rahman Auf, Zubir AiAwwam Saad bin Waqqas dan ramai lagi. Semasa beliau membeli Bilal Bin Rabah yang telah diseksa oleh tuannya ,beliau telah ditanya mengapa beliau membeli bilal yang sudah tidak dapat bekerja berat akibat seksaan itu. Beliau menyawab " aku membeli jiwanya ". yakni keteguhan Bilal mempertahankan keEsaan Allah. Perbagai cabaran gentir dan siksaan yang pernah beliau hadapi dalam menegakkan agama Allah. Beliau pernah dipukul dan dipijak sehingga dapat dikenali cuma melali hidungnya,kerana teruknya luka yang dialaminya. Tentang keimanannya yang begitu mantap, pernah Rasulullah s.a.w bersabda " Jika ditimbang iman Saidina Abu Bakr dengan sekelian ummat, nescaya berat lagi iman Saidina Abu Bakr" .

Gelaran As-Siddiq diperolehi beliau lantaran sikapnya yang senantiasa membenarkan kata Nabi s.a.w . Mengenai gelaran ini pernah ada ulama' yang mentafsirkannya dengan bermaksud " Mempercayai Allah dan Rasulnya dengan berpegang pada sifat-sifat kesempurnaan Allah dan sifat-sifat kemulian Rasulnya mengatasi akal fikiran semata-mata ". Pernah Nabi s.a.w bersabda " Andainya sekelian manusia akan mendustakan Muhammad s.a.w , Saidina Abu Bakr lah yang akan tampil dengan penuh keyakinan untuk membela ku ". Antara peristiwa dan pengiktirafan oleh sahabat yang membenarkan gelaran ini :-

1.Semasa peristiwa Isra' dan mi'raj di mana peristiwa yang luar biasa ini tidak dipercayai oleh seluruh masyarakat jahiliyah dan mereka telah datang menemui saidina Abu Bakr. Tetapi Saidina Abu Bakr telah berkata " sekiranya Muhammad s.a.w yang memberitahu ini maka aku percaya, malah lebih dari itu lagipun aku mempercayai ".

2.Rasulullah s.a.w pernah bersabda " Tidaklah aku menyeru sesiapa pun kepada Islam melainkan dia teragak-agak dan melewatkannya kecuali Saidina Abu Bakr".

3.Saidina Umar r.a bertanya pada Saidina Abu Bakr selepas termetrinya perjanjian Hudaibiyah " Wahai Abu Bakr bukankah dia Rasulullah ?. Abu Bakr menjawab " Ya " . Umar r.a bertanya lagi " Bukankah kita ini orang-orang Islam ?. " Ya " , jawab Abu Bakr. Lalu umar bertanya lagi " Kalau begitu mengapa kita menerima cara yang hina ini ?. Bila ditanya oleh Saidina Umar soalan yang sama maka Rasulullah bersabda " Aku ini hamba Allah dan rasulnya ; aku tidak akan sekali-kali menyalahi perintahnya dan aku tidak sekali-kali dipersia-siakan" . Pada masa ini kebanyakan sahabat tidak bersetuju dengan perjanjian Hudaibiyah di mana mereka tidak dibenarkan menunaikan ibadab haji pada tahun itu,sehingga mereka tidak menyembelih binatang dan bersuci setelah disuruh oleh Nabi sebanyak tiga kali, kerana begitu kasih dan sayang pada Rasulullah . Lalu Rasulullah menerima cadangan yang bernas daripada Ummu Mu'minin, Ummu salamah supaya Rasulullah meneruskan sahaja penyembelihan itu seolah-olah wahyu dari Allah dan ini telah dikuti oleh para sahabat.

4.Aqalah bin Mu'it la'natullah pernah menjerut leher Rasulullah SAW tetapi telah dilihat oleh Saidina Abu Bakar yang segera menghalangnya lalu berkata, "Adakah kamu mahu membunuh seorang yang berkata Tuhanku adalah Allah?".

5.Saidina Abu Bakar juga telah meneruskan tindakan Rasulullah SAW sebelum kewafatannya menghantar tentera yang dipimpin oleh Usamah keluar berperang walaupun tidak dipersetujui oleh para sahabat kerana perlunya tindakan untuk mengatasi gejala murtad selepas kewafatan Nabi SAW kerana terdapat orang Islam yang tidak ingin membayar zakat atau membayar dengan tidak sempurna. Khalifah Abu Bakar telah melantik Khalid Aw-Walid untuk mengetuai kumpulan memerangi orang-orang yang murtad ini.

6.Saidina Umar pernah berkata " Sesungguhnya di dalam syurga Adnin terdapat sebuah mahligai . Ia mempunyai 500 pintu. Setiap pintu ada 5000 bidadari : tidak akan masuk kedalamnya melainkan Nabi-nabi sambil menoleh ke arah maqam Nabi s.a.w atau orang-orang yang benar, sambil memandang ke arah maqam Saidina Abu Bakr, atau orang yang syahid sambil menunjuk ke arah dirinya dengan mengaharapkan dia memperolehi syahid".

7.saidina Uthman Affan pernah mengatakan bahawa Saidina Abu Bakr layak mengantikan nabi s.a.w kerana dia As-Siddiq dan menjadi Imam solat sewaktu Rasulullah s.a.w uzur.

Saidina Abu Bakr telah diberi penghormatan untuk menemani Nabi s.a.w untuk berhijrah,beliau begitu gembira sekali mendengarnya sehinggakan Syaidatina Aisyah r.a mengatakan bahawa beliau tidak pernah melihat bapanya begitu gembira sekali melaikan pada hari itu. Dalam keadaan yang penuh gelisah di gua Thur , Allah telah menurunkan ayatnya menceritakan peristiwa ini didalam surah at-Taubah. saidina Abu Bakr telah berkata " Yang saya bimbangkan bukanlah mengenai diri saya sendiri, kalau saya terbunuh yang tewas hanyalah seorang manusia biasa. Tapi andaikata Tuan sendiri dapat dibunuh, maka hancurlah satu cita-cita yang murni. yang akan runtuh ialah keadilan dan yang akan tertegak adalah kezaliman" . Begitulah cintanya saidina Abu Bakr kepada Rasulellah s.a.w. saidina Abu Bakr begitu sedih mendegar munajat Nabi s.a.w semasa perang Badar yang begitu mengharapkan kemenagan keatas tentera Islam lalu Beliau berkata " cukuplah Ya Rasulullah".

Semasa dalam satu khutbah Rasulullah s.a.w ada menyebut bahawa kepada seseorang hamba Allah ditawarkan untuk memilih dunia dan memilih ganjaran yang disediakan oleh Allah ; dan hamba tersebut tidak akan memilih dunia melaikan memilih apa yang di sisi Allah. Mendengarnya, menangislah tersedu-sedu saidina Abu Bakr kerana beliau faham akan maksud khutbah itu, yakni umur Rasulullah di dunia sudah hampir berakhir.

Saidina Ali penah mengatakan bahawa saidina abu Bakrlah sahabat Nabi s.a.w yang paling berani kerana sangup melindungi Nabi s.a.w untuk menghadapi perang Badar di saat para sahabat yang lain berdiam diri bila Nabi s.a.w mengacukan soalan itu. saidina Abu Bakr telah menyertai hampir semua Ghazwah yang disertai oleh nabi s.a.w. Beliau juga merupakan sahabat yang paling banyak mengeluarkan hartanya untuk Islam. Sewaktu perang Tabuk beliau telah membawa 4000 dirham iaitu semua hartanya yang tinggal. Lalu ditanya oleh Rasulullah "apakah yang ditinggalkan untuk keluarga mu "lalu beliau menjawab, "Saya tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasulnya ". saidina Umar pernah berkata " Tidak kami berlumba-lumba dalam membuat kebaikan melaikan dia saidina Abu Bakr pasti akan mendahuluiku".

Saidina Umar juga pernah berkata " Suatu malam dan satu hari saidina Abu Bakr lebih baik daripada Umar dan keluarganya". Satu malam semasa Hijrah bersama Nabi s.a.w manakala satu hari adalah di hari kewafatan Rasulullah s.a.w diaman saidina Abu Bakr dengan tenang tetapi tegas mengahadapi saat getir itu, ditambah dengan gejala murtad yang melandai sebahagian umat Islam pada masa itu. Beliau berkata " Wahai kaum muslimin, barangsiapa yang menyembah Muhammad, maka Muhammad telah mati, Tetapi barang siapa menyembah Allah,maka Allah selama-lamanya hidup tidak mati" seraya menyambung lagi dengan ayat Al-Quran, surah Ali-Imran :144

" Muhammad itu tidak lebih dari seorang rasul seperti Rasul-rasul yang terdahulu darinya, Jika ia mati atau terbunuh, patutkah kamu berundur kebelakang. Sesiapa yang surut kebelakang , dia tidak membahayai Allah sedikit pun dan sesungguhnya Allah akan memberi ganjaran kepada orang-orang yang bersyukur." Ali-Imran 144.

( Ayat ini turun semasa perang Uhud di mana tersebar fitnah bahawa Rasulullah telah terbunuh. menyebabkan tentera Islam hampir putus asa).

Setelah dialantik menjadi Khaifah Rasulullah ( atas cadangan saidina Umar r.a dengan dipersetujui oleh sahabat) beliau telah memberi satu ucapan yang mahsyur, antaranya : " Wahai sekelian umat ! aku telah dipilih menjadi peminpin kamu padahal aku ini bukanlah orang yang terbaik diantara kamu. Sebab itu jika pemerintahan ku baik, maka sokonglah ; tetapi jika ianya tidak baik perbaikilah. orang yang lemah diantara kamu adalah kuat disisiku hingga aku harus menolongnya mendapatkan haknya, sedang orang yang kuat diantara kamu adalah lemah disisiku hingga aku harus mengambil hak orang lain padanya untuk dikembalikan kepada yang berhak semula. Patuhilah aku selama aku patuh kepada Allah dan RasulNya. Akan tetapi jika aku menderhakai Allah, maka kamu sekelian tidak harus lagi patuh kepada ku".

Saidina Abu Bakr hidup seperti rakyat biasa dan tidak suka didewa-dewakan. Pernah orang memangilnya" ya Khalifah Allah" lalu dijawabnya " Saya bukan Khalifah Allah, saya hanyalah Khalifah Rasulnya"Sehari selepas dilantik, saidina Abu Bakr telah pergi kepasar dengan membawa barang perniagaannya, lalu ditegur oleh Abu Ubaidah Ibnu Jarrah, " Urusan Khalifah tidak boleh dicampuru dengan perniagaan". Lalu Khalifah bertanya "Habis,apa yang harus saya berikan pada keluarga saya?". Semenjak hari itu Kahlifah mendapat peruntukan wang daripada Baitul-mal dan saidina Abu Bakr pun menghentikan perniagaannya untuk menumpukan kerja sebagaiseorang Khalifah. Namun tidak berapa lama sebelum beliau meninggal dunia, beliau telah mengembalikan semula wang Baitul-mal kerana berpendapat bahawa tenaga yang dicurahkanya tidak sepadan dengan duit Baitu-mal yang diperolehi itu dengan sebab-sebab keuzurannya.

Saidina Abu Bakr mengalakan sahabat-sahabat keluar berjihat, dengan menyebarkan ajaran Islam ke tempat-tempat baru. Beliau mengarahkan wakilnya menawarkan tiga pekara kepada pemerintah disitu, iaitu samaada memilih Islam, tunduk kepada pemerintahan Islam dengan membayar Jizyah( sekiranya tidak mahu menganut Islam ) atau perang ( sekiranya menulak kedua-dua pilihan yang diberi itu). Di zaman Khalifah Umar r.a beliau yang lebih keras memberi tempuh selama tiga hari untuk memilih sama ada Islam ataupun berperang.

Sebelum meninggal dunia, selepas hampir dua setengah tahun menjadi Khalifah beliau telah berpesan kepada saidina Umar : "Janganlah hendaknya sesuatu bencana walau bagaimana besar pun dapat melupakan kamu dari urusan agama dan wasiat Allah. Engkau telah melihat apa yang aku lakukan tatkala Rasulullah wafat, sedang wafatnya Rasulullah itu adalah satu bencana yang belum penah manuasia ditimpa bencana sebesar itu. Demi Allah, andaikata diwaktu itu aku melalaikan perintah Allah dan Rasulnya , tentu kita telah jatuh dan mendapat siksaan Allah, dan pasti pula Kota Madinah itu telah menjadi lautan api ".

Saidiana Abu Bakr meninggal dunia ketika berumur 63 tahun dengan menyediakan tiang-tiang pokok dari kekuatan Islam yang memudahkan lagi kerja-kerja penyebaran da'wah oleh Khalifah seterusnya iaitu Khalifah Umar Al-Khattab, yang mana sebahagian Syam dan Iraq telah berada dibawah pemerintahan Islam ketika hayat beliau.

Rujukan :-

1 . Fiqh Al-Harakah 1 & 2 - Tuan Guru Ustaz Haji Abdul Hadi Awang
2 . Hayatus-Sahabah 1,2,3 dan 4 - Syeikh Myuhamad Yusuf Al- Kardahlawi.
3 . Tokoh-tokoh Islam dulu dan sekarang edisi 5 - H. Luqman Hakim
4 . Al - Quran , Tafsir Usmani - Allama Shabbir Ahmad Usmani.

rujukan
petikan dari: multiply

Thursday, May 20, 2010

Berjuanglah Sedikit Lebih Keras dari Biasanya

Suatu ketika kita pasti pernah mendambakan sesuatu dengan begitu inginnya. Sampai-sampai tiap malam kita memimpikannya, tiap jam kita memikirkannya dan tiap detik kita membayangkannya. Sebegitu kuat keinginan kita untuk mendapatkan sesuatu tersebut. Tetapi tidak ada yang gratis di dunia ini. Selalu saja harus ada pengorbanan untuk mendapatkannya. Bias berupa pengorbanan materi, pengorbanan waktu, pengorbanan tenaga, bahkan kombinasi dari ketiganya. Pertanyaannya adalah maukah kita memberikan pengorbanan tersebut ditukar dengan keinginan kita tadi?

Jika keinginan tersebut sangat sesuai dengan pengorbanan yang kita lakukan nantinya pastilah kita tidak akan ragu-ragu untuk menggapainya. Istilahnya yang lebih keren “worthy”. Okelah kita mau melakukan apa saja untuk mendapatkan keinginan tersebut. Tetapi ternyata tidak semua keinginan dapat kita dapatkan dengan sesuai dengan apa yang pikirkan. Sudah begitu hebatnya kita berusaha tetapi tetap saja belum menghasilkan apa-apa. Mengapa bias demikian? Jelas, karena ada sesuatu yang telah mengaturnya.

Seperti kata orang bijak,”Manusia hanya bias berusaha, masalah hasil tetap Yang Maha Kuasa yang memberikan keputusan”. Harus kita pahami bahwa Dia adalah Zat Yang Maha Kuasa, tidak tergantung pada apapun di dunia ini. Terserah kehendak-Nya mau memberikan apa yang kita inginkan atau tidak. Hanya saja Dia telah berjanji bahwa manusia yang mau berusaha akan mendapatkan apa yang diusahakannya. Tidak disebutkan seberapa besar usaha yang harus kita lakukan. Maka yang dapat kita lakukan adalah terus berusaha sampai Dia memberikan apa yang kita inginkan.

Suatu saat kita merasa sudah berusaha semaksimal mungkin. Percayalah bahwa Dia lebih tahu batas kemampuan kita disbanding kita sendiri. Oleh karena itu berusahalah lebih keras dari biasanya. siapa tahu, yang lebihnya itu merupakan syarat terkabulnya keinginan kita. Jika ternyata belum berhasil juga maka berusahalah sedikit lagi. Siapa tahu Dia ingin menguji kita apakah kita benar-benar yakin dengan keinginan kita. Jika ternyata belum juga dapat maka berusahalah sedikit lebih keras lagi. Siapa tahu ia ingin menjadikan kita lebih daripada orang lain. Jika belum juga kita dapatkan, oh ternyata ia memberikan dalam bentuk lain yang lebih besar daripada keinginan kita tadi.

Allah bekerja dengan caranya sendiri. Kita sebagai makhluk tidak akan dapat menerka apalagi memastikan tindakan-Nya. Dia hanya memberikan petunjuk apa yang harus kita lakukan. Dan yang pasti petunjuk-Nya tidak akan pernah menyesatkan. Dia tahu segalanya. Dia tahu seberapa besar kemampuan kita, Dia tahu apa yang benar-benar kita inginkan, dan Dia juga tahu apa-apa yang terbaik untuk hamba-Nya, serta Dia juga sangat tahu kapan waktu yang tepat untuk memberikan sesuatu yang terbaik buat kita.

Hanya saja kadang kita terlalu terburu-buru memutuskan bahwa keinginan kita tidak terpenuhi. Siapa tahu? Percayalah, kawan. Jika hari ini kamu berusaha lebih keras daripada kemarin maka hari ini kamu akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari hari kemarin. Maka, selalu berusaha lakukan dengan lebih keras, lebih sungguh-sungguh, lebih focus, dan lebih semangat daripada biasanya. Maka tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini

inspirasi

Saturday, May 15, 2010

surat cintaku - buat mujahid mujahidah muda

saluti dunia para belia kini dan akan datang dgn perisai Iman, Akademi & Akhlaq yg mampu mbenteng keparahan virus sosial yg makin meruncing. bisikkan kalimat2 indah buat tunas puteri putera kalian. buat pemuda/pemudi kini, 'ciptalah' kehadiran remaja2 masa depan dgn memilih pasangan hidup kita yg terbaik bmula dr skrg.. mudah2an kita dpermudah dlm segala jalan.

sisipan sepucuk warkah buat renungan bersama


Annisa putriku,

Saat Abi menuliskan surat ini, Abi tidak tahu apakah kelak engkau akan membacanya atau tidak. Sengaja Abi tuliskan hal ini, karena Abi sangat yakin bahwa diantara manusia yang banyak di sekitar kita, semoga ada orang-orang yang akan dapat mengambil pelajaran dari keseharian kita. Walaupun pilihan Allah terhadap kita sudah jelas, akan tetapi tetap saja Abi berharap semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sombong dan takabur.

Ketika Abi memutuskan untuk menunaikan azzam ini, Abi menyadari bahwa cepat atau lambat kamu akan mendapatkan bahwa Abi tidak cukup punya waktu untuk membantumu belajar, bermain atau bersenda gurau sebagaimana lazimnya orang tua yang lain. Juga barangkali orang yang tidak tahu akan menyangka bahwa Abi adalah orang yang tidak peduli lagi dengan keluarganya sendiri.

Dalam keadaan seperti ini, Abi tetap merasa bahwa engkau akan mengetahui betapa Abi sayang padamu. Ketika Abi mengurusmu, Abi tidak tahu apakah Abi termasuk orang tua yang tegar atau tidak. Saat engkau sakit demam, Abi takut Allah segera memanggilmu pulang ke haribaan-Nya. Selepas berdoa untuk kesembuhanmu, Abi justru merasa malu karena tak kuasa membendung air mata yang telah menggantung ini.

Suatu saat akan engkau jumpai bahwa Abi belum pulang saat kantuk telah memelukmu erat. Dan ketika engkau bangun keesokan paginya, kita pun hanya punya sedikit waktu untuk buat persiapan aktifitas kita, yakni saat Abi berangkat kerja dan engkau pergi ke sekolah. Kalau saja bukan karena Ummi yang sering mendesak Abi dengan ‘ancamannya’ barangkali Abi tidak punya waktu meskipun hanya sebentar untuk sekedar bercakap ataupun bersendau gurau denganmu.

Maafkan Abi bila suatu saat Abi tidak memberimu waktu lapang sebagaimana kebanyakan anak sebayamu mendapatkannya. Bila Abi tidak sedang keluar di tempat lain atau di kota lain, engkau dapati Abi sibuk dengan banyak urusan di kampung kita atau sekitarnya. Meskipun demikian Ummi biasanya selalu tahu kemana Abi pergi.

Barangkali engkau menyangka bahwa Abi terlalu keras dalam mendidikmu lewat Ummi. Engkau harus cukup merasa puas dengan cerita teman-temanmu di sekolah tentang tayangan televisi kegemaran anak-anak sebayamu. Engkau juga belajar merasa puas dengan sedikitnya bekal ketika sekolah. Akan tetapi barangkali inilah yang terbaik yang dapat Abi berikan untuk menjadikanmu tegar dan mandiri pada suatu hari nanti dengan ijin Allah.

Abi yakin bahwa Allah selalu menepati janji-Nya. Dia terlalu agung untuk mengingkari janji-janjiNya. Dia Rabb kita yang Maha Pemelihara, Maha Kaya lagi Maha Memberi. Dan bila Abi memutuskan bahwa dakwah adalah kerja utama keluarga kita, itupun karena Abi yakin dengan ketetapan-Nya yang sempurna. Dan bila abi tetap bekerja sebagai buruh, itupun karena Abi yakin bahwa dengan cara inilah dakwah boleh diusahakan sesuai dengan kemampuan kita. Allah ‘menghantar’ kita ke tempat kita tinggal saat ini sebagaimana Dia mengutus nabi dan rasul-Nya kepada kaumnya.

Barangkali engkau memendam banyak cerita tentang kesulitan yang timbul di dalam keluarga kita akibat kerja ini. Barangkali juga engkau telah merekam banyak kejadian yang menyedihkanmu karena bertambahnya kesibukan yang berhubungan dengan dakwah. Namun demikian, hendaknya engkau selalu ingat bahwa Allah swt selalu memberikan kesusahan kepada orang-orang sebelum kita yang dicintai-Nya. Dengannya Allah swt menurunkan sifat-sifat yang bila seseorang memilikinya maka dapat dipastikan bahwa Allah bersamanya. Bukankah Allah bersama orang yang sabar, Allah bersama orang yang takwa, Allah bersama orang yang ikhlas? Sifat-sifat seperti itulah yang Dia hendak turunkan kepada kita dan para keluarga da’i-Nya di seluruh alam.

Annisa, jaga dirimu baik-baik ya nak. Abi tidak melupakan kerja besar yang telah engkau buat beberapa tahun yang lalu, yang justru engkau raih pada saat Abi tidak bersamamu. Abi tidak tahu hikmah yang bagaimana yang telah Allah berikan kepadamu. Saat engkau belum lagi akil baligh, namun Allah telah memberimu satu cahaya yang dapat menerangi orang yang ada dalam kegelapan. Abi bersyukur kepada Allah atas karunia ini. Abi bangga memilikimu, nak.

Maka bila engkau dalam kesusahan, janganlah engkau mengadukannya kepada siapapun sebelum engkau datang kepada Allah. Bila engkau merasa sakit, janganlah engkau berobat sebelum engkau ‘menanyakan’ sakitmu kepada Rabb-mu. Bila engkau dalam kekurangan, perbaikilah amal-amalmu, dengan demikian Allah akan mencukupkanmu bahkan melebihkanmu dengan apa saja yang disukai-Nya bagimu.

Selalulah berdoa agar Allah melimpahkan kekuatan dan bantuan-Nya bagi Abi dalam menolong agama-Nya. Insya Allah Abi terus belajar dalam mengikuti contoh teladan kita, Nabi Muhammad saw. Doakan juga kebaikan bagi Ummi. Semoga Allah mencatatmu sebagai anak yang berbakti kepada kedua orangtuamu, dengan kesempurnaan birrul walidain-mu hingga Dia sendiri ridho kepadamu dan ridho kepada Abi dan Ummi, kedua orangtuamu. Subhanallah... Amieenn...



*** *** *** ***

"Putramu bukanlah putramu. Mereka adalah putra-putri kehidupan yang mendambakan hidup mereka sendiri. Mereka datang dari kamu, tetapi bukan dari kamu. Dan sungguhpun bersamamu mareka bukan milikmu. Engkau dapat memberi kasih sayangmu, tetapi tidak pendirianmu. Sebab mereka memiliki pendirian sendiri.

Engkau dapat memberikan tempat pijak bagi raganya, tapi tidak bagi jiwanya, lantaran jiwa mereka ada di masa datang, yang tidak bisa engkau capai sekalipun dalam mimpi. Engkau berusaha mengikuti alam mereka, tetapi jangan berharap mereka dapat mengikuti alammu, sebab hidup tidak surut ke belakang, tidak pula tertambat di masa lalu." ( Kahlil Gibran )

Anak adalah permata, permata yang tiada bandingnya
Kitalah yang menghargainya, Kitalah yang menyayanginya

Anak adalah titipan, titipan dariNYA
Kitalah yang mendidiknya, Kitalah yang mewarnainya

Sebagai orang tua ataupun sebagai guru
Anak ataupun murid adalah amanah dariNYA ....

~SELAMAT HARI BELIA~

Friday, May 14, 2010

Palestinian Week

assalamu'alaikum..

titik tolak bermulanya demam jihad Palestin ni sudah lama singgah dilubuk hati pejuang2 Islam sejak 62 tahun dahulu. cuma baru2 ini 'kehangatannya' baru menyempatkan sy menyertai satu perhimpunan perdana Palestin di bumi Shah Alam, Stadium Malawati. berbekalkan sedikit kudrat 'perempuan' yang ada itu sy gagahkan juga 'merempit' ke sana. entah kenapa bahangnya menarik2 sy dengan semangat ini, bila ada masa yang terluang di semester pendek ini baru kesibukkan tidak menyekat sy turun padang join.

stadium Malawati malam itu menghimpunkan ratusan ribu hadirin yang membanjiri barisan tempat duduk hingga ke ruangan tengah stadium. belum dikira lagi yang menjamu mata dan selera di gerai2 di luar acara berlangsung. jumlah kutipan derma jihad melebihi RM125,000 (tapi menurut seorang tokoh yg merasmikan opening ceremony Palestine Week, rakyat Malaysia ni masih lg kedekut! patutnya boleh dpt lebih dr tu. -.-). Beberapa kumpulan nasyid tanah air turut menyumbangkan hiburan mendidik dan kemuncak persembahan oleh Shautul Harakah mensemarakkan lagi kobaran semangat juang anak muda termasuk ibu bapa yang hadir. tidak terlepas dari pandangan saya seorang kanak2 perempuan kecil didukungan abi-nya turut sama mengangkat tangan(simbolik laungan 'TAKBIR') meniru kakak2 dan abang2 di hadapannya. sangat terharu! COMEL!



minggu berikutnya UIAM pula menganjurkan Palestine Week. bermula 10hb Mei 2010 anjuran maaruf club berakhir 13hb Mei 2010. berbagai agenda disediakan cuma agak mengecewakan kerana musim semester pendek ni kurang hadirin untuk melibatkan diri. walau bagaimanapun, semangat tetap di sini! agenda terakhir Qiamullail. sambutan agak mengalakkan, tahniah buat ikhwah akhawat sekalian.


mungkin sbentar tadi penutup rentetan program Maaruf Club, usai shj imam solat jumaat mberi salam dari tasyahud terus bgema "Allahu Akbar! Allahu Akbar!" hampir beberapa minit diikuti satu 'khutbah' pendek dari salah seorang komiti (barangkali) Maaruf Club. acara seterusnya malam ini. a talk juga diadakan malam 14hb Mei 2010 berkisar tentang perjuangan Palestin bertajuk "That's Enough!" organized by al-Aqsa Friends Society.

~~~~~~~~~~~~~~~~

ada sesuatu yg kdg2 sy kurang gemar dgn cara mereka 'membenci' Zionist. melihat antara promosi para komiti, salah satunya dengan menghamparkan bendera Zionist di jalanan agar dipijak orang lalu-lalang, secara peribadi sy kurang gemar untuk turut memijak. entah, rasa seolah2 kurang adab (as khalifah). kenapa perlu kita berbuat demikian andai diri kita sendiri tak pernah sedar dari mengikut jejak sesat puak2 Zionist tu jgak.

contoh: kita kata syaitan tu musuh kita yg nyata tapi hakikatnya kita masih mengikut hasutan dlm sedar atau tidak. memang syaitan itu musuh tapi kita yg patut dpersalahkan atas segala2nya jika kita turut gagal bebas dari pengaruh syaitan. kerana kita dianugerahkan akal n upaya utk 'bersama2' syaitan atau tidak. pilihan ditangan kita. begitu perumpamaan peribadi saya dengan kes menjijak bendera zionist. menzahirkan rasa benci seolah2 hipokrik apabila dalam kelakuan sharian kita pun turut berperangai seperti mereka. dari berbagai2 sudut yg mampu tercapai dek akal, kita meniru mereka.

dan kejadian seumpamanya juga berlaku di Malaysia, isu kalimah Allah oleh pihak gereja. ura2 bkata ada muslim yg membantah dgn membakar gereja. patutkah begitu? kerana marah, adab dan akhlaq yg ar-Rasul teladankan pada kita terus kita lupakan.
marahkan Zionist patutnya terzahir dengan usaha kuat kita terus pelihara diri dari hal2 yg menjauhkan kita dr Allah, seterusnya bila hati makin taqarrub lalu doa mudah2an mudah termakbul, doa buat saudara2 di bumi Palestin. mempamerkan contoh muslim terbaik juga mampu menarik ramai mhayati Islam, maka tersebarlah serba sedikit keamanan. jgn sampai non-muslims claim orang Islam ni tak ada sopan, terlalu amarah menzahirkan kbencian!

~mungkin sy salah kerana itu cuma pendapat peribadi, yg masih kurang dlm segala macam perkara; akhlaq, agama & adab~

Wednesday, May 12, 2010

TAKDIR

Meski perdebatan tentang takdir bisa dikatakan hampir seusia pikiran manusia, dan ratusan bahkan mungkin lebih dari sejumlah itu para ahli telah membahasnya, namun saya pikir tak ada salahnya untuk ikut urun rembug dalam topik yang senantiasa selalu actual ini.

Sampai hari ini dari berbagai macam pendapat mengenai takdir, secara garis besar ada dua mainstream yang utama, yang pertama yang berada pada posisi bahwa seluruh aspek kehidupan manusia telah ditentukan oleh Tuhan dan disisi lainnya mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang super bebas dan dapat merancang serta menentukan nasibnya sendiri.

Saya sendiri berpendapat lain (mungkin pendapat ini juga sudah pernah dikemukanakan orang lain, karena saya yakin tak ada yang baru di bawah langit). Anyway…pendapat saya mengenai takdir ini dipicu oleh sebuah buku cerita anak-anak yang saya baca. Jangan salah, yang memicu pikiran ini bukan isi buku itu tetapi bentuk buku itu. Apa yang saya maksud adalah buku yang saya baca itu menawarkan kepada pembaca untuk memilih sendiri jalan ceritanya. Secara singkat, jika anda telah berada pada kalimat terakhir di setiap halaman, maka berbeda dari buku biasanya dimana anda tinggal melanjutkan ke halaman berikutnya, buku ini pada kalimat terakhir di tiap halaman memberikan anda opsi atau pilihan untuk memilih lanjutan cerita pada halaman-halaman tertentu. Untuk lebih jelas saya beri contoh berikut :

“….dan akhirnya sang Ksatria sampailah di depan sebuah gua yang nampak begitu misterius.” Jika anda ingin masuk ke dalam gua tersebut silakan buka halaman 12, jika anda memutuskan untuk menunggu di luar gua bukan halaman 42.

Demikian format atau bentuk buku yang saya maksud. Dan ketika anda memiilih halaman 12 atau 42, pada akhir masing-masing halaman tersebut anda pun akan diberi opsi atau pilihan lagi untuk melanjutkan cerita tersebut. Dari bentuk buku itulah pikiran saya terinspirasi untuk memahami takdir paling tidak untuk diri saya sendiri.

Jadi, menurut saya takdir atau ketentuan Tuhan hanya berada pada sisi akibat dari suatu pilihan atau perbuatan, sebagaimana buku cerita diatas, takdir adalah akhir cerita yang telah ditentukan pada tiap-tiap halaman dan kita tidak tahu serta tidak bisa merubahnya. Sementara ruang kebebasan kita berada pada saat atau momen pilihan.

Tentu saja kebebasan kita untuk memilih dalam kehidupan nyata hampir tidak ada batasnya dibandingkan pilihan yang disediakan oleh buku cerita tersebut yang masing-masing hanya ada dua pilihan di akhir setiap halaman. Dalam hidup yang nyata pilihan itu sungguh tidak terhingga sehingga tidak salah jika ada yang terjebak dengan mengatakan bahwa manusia super bebas dalam menentukan nasibnya sendiri. Coba kita ambil semua contoh kecil betapa tak terhingganya pilihan dalam hidup manusia : Ketika anda bangun tidur di pagi hari anda langsung berhadapan dengan pilihan yang tak terhingga jumlahnya : mulai dari apakah anda mau tidur lagi, tidur lagi sebentar, mau malas-malasan saja di tempat tidur, mau malas-malasan sambil baca buku, atau mau “ngusilin” istri anda yang masih tertidur disamping anda, mau sholat subuh, mau bangkit dari sisi kiri, atau dari sisi kanan, mau bangkit pelan-pelan atau langsung loncat, dan sebagainya dan sebagainya dan sebagainya…dan sebagainya, pokoknya anda punya unlimited option.

Namun satu hal yang anda tidak boleh lupa, bahwa apapun pilihan yang anda ambil anda tidak bebas menentukan akibat dari pilihan anda tersebut, atau dapat dikatakan anda tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol, mengendalikan atau memilih (atau anda tidak tahu dengan pasti) akibat dari setiap pilihan yang anda ambil atau anda lakukan. Sisi akibat dari pilihan-pilihan anda itulah yang merupakan wilayah takdir atau wilayah yang telah ditentukan olehNya, yang tanpa anda ketahui telah anda pilih dengan memilih secara bebas sebab-sebabnya. Dalam bahasa Stephen Covey dikatakan bahwa anda bebas untuk memilih dan mengangkat ujung tongkat yang manapun namun anda tidak bisa menolak jika ujung yang lain dari tongkat tersebut ikut terangkat juga.

Sekarang, dengan pemahaman semacam ini sikap apa yang paling yang seharusnya kita lakukan. Sebenarnya mudah dan simple saja. Dalam salah satu firmannya Allah telah mengatakan yang artinya kira-kira “setiap perbuatan baik sekecil apapun pasti akan memperoleh balasan kebaikan dan sebaliknya setiap perbuatan jahat sekecil apapun pasti akan berbuah (berkibat) kejahatan” dan stu hal yang anda mesti ingat pula bahwa janji Allah itu pasti.

Dengan demikian, sebenarnya tidak ada yang perlu kita pusing-kan lagi. Jika anda ingin hidup dan kehidupan anda senantiasa berakibat dan berbuah baik, simple, pilih saja semua sebab-sebab yang baik. Meski anda tidak tahu apa bentuk konkrit dari kebaikan yang akan anda peroleh, dijamin pasti aman karena Allah tahu bentuk kebaikan yang terbaik bagi anda atas sebab kebaikan yang anda pilih. Sebaliknya jangan coba-coba anda ambil risiko dengan memilih sebab kejahatan, sebab meski anda tidak tahu bentuk konkret dari buah kejahatan yang akan menimpa anda, ia pasti datang kepada anda. There is no way to escape ! cepat atau lambat, sekarang ata nanti anda pasti akan menikmati buah dari setiap bibit yang anda pilih dan anda tanam.

Kemudian, sulitkah mengenali dan memilih sebab-sebab kebaikan tersebut untuk memanen akibat-akibat yang baik pula ? no way, ia lebih mudah dan lebih simple dari memilih akibat kebaikan yang kita inginkan, karena pilihan sebab kebaikan itu ada dihadapan “mata” kita dan dalam lingkaran pengaruh kita. Jika memang demikian mudahnya kenapa banyak orang yang kesulitan memilihnya ? yang sulit sebenarnya bukan memilih sebab kebaikan tersebut – karena ia begitu jelas dan nyata -, yang sulit sebenarnya adalah menundukkan hawa nafsu yang selalu mendorong kita untuk memilih sebab kejahatan, itu yang bikin sulit. Tidak percaya ? coba tanya hati nurani anda sendiri, tentu saja kalau anda yakin masih punya hati nurani.

petikan dr renungan & kisah inspiratif

Monday, May 10, 2010

AIR MATA NABI ADAM.

Tahukah saudara semenjak Nabi Adam terkeluar dari syurga akibat tipu daya iblis, beliau menangis selama 300 tahun. Nabi Adam tidak mengangkat kepalanya ke langit kerana terlampau malu kepada Allah swt..

Beliau sujud di atas gunung selama seratus tahun.. Kemudian menangis lagi sehingga air matanya mengalir di jurang Serantip. Dari air mata Nabi Adam itu Allah tumbuhkan pohon kayu manis dan pokok cengkih. Beberapa ekor burung telah meminum air mata beliau. Burung itu berkata, "Sedap sungguh air ini."

Nabi Adam terdengar kata-kata burung tersebut. Beliau menyangka burung itu sengaja mengejeknya kerana perbuatan derhakanya kepada Allah. Ini membuatkan Nabi Adam semakin hebat menangis. Akhirnya Allah telah menyampaikan wahyu yang bermaksud, "Hai Adam, sesungguhnya aku belum pernah menciptakan air minum yang lebih lazat dan hebat dari air mata taubatmu itu."


Apa Yang Akan Ditanya :-

Dalam sehari ada 24 jam. Dalam sejam manusia bernafas sebanyak 4320 kali.
Dalam setiap kali bernafas Allah akan tanya dua perkara semasa nafas keluar dan masuk. Pertanyaan itu ialah, "Apa perbuatan yang kita lakukan semasa nafas itu keluar dan masuk ?


Tiga Cahaya Di Hari Kiamat

Di hari kiamat ada tiga cahaya yang berlainan :
* Cahaya yang pertama seperti bintang-bintang.
* Cahaya yang kedua seperti cahaya bulan.
* Cahaya yang ketiga seperti cahaya matahari.

Apabila ditanya cahaya apakah ini ?. Lalu dijawab :
"Cahaya yang pertama ialah cahaya wajah-wajah manusia
yang ketika di dunia, mereka akan meninggalkan pekerjaan dan terus bersuci dan mengambil air sembahyang apabila terdengar azan.
Yang kedua ialah cahaya wajah mereka yang mengambil
air sembahyang sebelum azan.
Cahaya yang ketiga ialah cahaya mereka seperti matahari. Mereka di dunia sudah bersiap sedia di dalam masjid sebelum azan lagi."


Kala Jengking Neraka

Di hari kiamat akan keluar seekor binatang dari neraka
jahanam yang bernama "Huraisy" berasal dari anak kala jengking. Besarnya Huraisy ini dari timur hingga ke barat. Panjangnya pula seperti jarak langit dan bumi.

Malaikat Jibril bertanya : "Hai Huraisy! Engkau hendak ke mana dan siapa yang kau cari ?" Huraisy pun menjawab, "Aku mahu mencari lima orang. Pertama, orang yang meninggalkan sembahyang. Kedua, orang yang tidak mahu keluarkan zakat. Ketiga, orang yang derhaka kepada ibubapanya. Keempat, orang yang bercakap tentang dunia di dalam masjid. Kelima, orang yang suka minum arak."

Simpanlah baik2 cerita ini dan sebagai peringatan kita setiap hari. Sampaikan kepada sekelian muslimin/muslimat yang lain semoga menjadi pedoman hidup hingga keakhir hayat, Insya'Allah .


Wassallam.

perkongsian

Sunday, May 9, 2010

Surat buat Anakku

Anakku yang kusayangi.... Pada suatu saat di kala kamu menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua, cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku.

Anakku yang kusayangi….

Pada suatu saat di kala kamu menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua,
cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku.

Jika banyak makanan yang tercecer di kala aku makan…,
jika aku mendapat kesulitan mengenakan pakaianku sendiri…, sabarlah !Kenanglah saat-saat di mana aku meluangkan waktuku untuk mengajarimu tentang segala hal yang kau perlu tahu, ketika kau masih kecil.

Jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali,
jangan menghentikanku ! Bersabarlah mendengarkan aku!
Ketika kau kecil, kau selalu memintaku membacakanmu cerita yang sama berulang-ulang, dari malam yang satu ke malam yang lain hingga kau tertidur,
dan aku lakukan itu untukmu!

Jika aku enggan mandi atau membutuhkanmu untuk memandikanku, jangan memarahiku, dan jangan katakan kepadaku bahwa itu memalukan!
Ingatlah berapa banyak pengertian yang kuberikan padamu menyuruhmu mandi di kala kecilmu.

Jika aku kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,
janganlah menertawaiku! Beri aku waktu lebih banyak untuk mengerti!
Renungkanlah bagaimana aku dengan sabarnya menjawab setiap “mengapa” yang engkau ajukan di saat kecilmu.

Jika terkadang aku menjadi pelupa dan aku tidak dapat mengerti dan mengikuti pembicaraan, beri aku waktu untuk mengingat dan jika aku gagal melakukannya, jangan sombong dan memarahiku, karena yang penting bagiku adalah… aku dapat bersamamu dan dapat berbicara padamu.

Jika aku tak mau makan, jangan paksa aku!
Aku tahu bilamana aku lapar dan kapan aku tidak lapar.
Bersabarlah terhadapku….

Ketika kakiku tak lagi mampu menyangga tubuhku, untuk bergerak seperti sebelumnya…,
bantulah aku dengan cara yang sama ketika aku merengkuhmu dalam tanganku,
mengajarimu melakukan langkah-langkah pertamamu.

Pada suatu saat nanti, ketika aku katakan padamu bahwa aku tak lagi ingin hidup…,
ketika aku ingin mati…, jangan marah…!

Karena pada saatnya nanti kau juga akan mengerti.
Cobalah untuk mengerti bahwa pada usia tertentu,
kita tidak benar-benar “hidup” lagi, kita hanya “tidak mati”.

Suatu hari kelak kau akan mengerti bahwa di samping semua kesalahan yang aku buat, aku selalu ingin apa yang terbaik bagimu dan bahwa aku siapkan dasar bagi perkembangan dan kehidupanmu kelak.

Aku mengajarimu banyak hal…,
cara makan yang baik…,
cara berpakaian yang baik…,
berperilaku yang baik…,
bagaimana menghadapi problem dalam kehidupan….

Kau tak usah merasa sedih, tidak beruntung atau gagal di hadapanku melihat kondisiku dan usiaku yang sudah bertambah tua.

Kau harus ada di dekatku, mencoba mengerti aku bahwa hidupku adalah bagimu, bagi kesuksesanmu, seperti apa yang aku lakukan pada saat kau lahir.

Bantulah aku untuk berjalan, bantulah aku pada akhir hidupku dengan cinta dan kesabaran. Satu hal yang membuatku harus berterima kasih padamu adalah senyum dan cintamu padaku.

Aku mencintaimu, Anakku …..

Ayahmu, ibumu

~selamat hari ibu & bapa buat al-aba' & al-ummahat al-mu'minin~

Saturday, May 8, 2010

* ♥ * Suami adalah Syurga dan Nerakamu....* ♥ *

Jodoh diciptakan dan ditentukan oleh Allah SWT dengan pasti tetapi ia tetap menjadi misteri. Ia merupakan rezeki yang keberadaannya harus di cari. Bagi orang yang mencarinya, pasti akan mengalami perjalanan penuh warna-warni. Ada yang harus menempuh perjalanan penuh duri, berlubang bahkan perjalanan yang dapat membuat orang jatuh ke jurang. Ada juga yang menempuh perjalanan dengan lancar sehingga merasa nyaman dan tentram.

Kesulitan dan kemudahan dalam mencari pedamping hidup adalah misteri Ilahi yang harus dilalui dengan kesabaran. Jadi bersabarlah yang menjadi teman sejati untuk mendapatkan sang Pimimpin lahir batin atau sang Bidadari dunia.

dari Hushaim bin Muhsan, bahwa ibu saudaranya datang kepada Rasulullah saw karena suatu keperluan. Setelah urusannya selesai, maka Rasulullah saw bertanya, "Apakah kamu punya suami?" Jawabnya,"Ya" Kata Rasulullah lagi,"Bagaimana sikapmu terhadapnya?" Jawabnya,"Aku tidak pernah mengeluh, kecuali terhadap sesuatu yang aku tidak mampu." Rasulullah saw berpesan,"Perhatikanlah dimana kedudukanmu darinya. Sesungguhnya dia adalah syurga dan nerakamu." [HR. Ahmad]

Ketahuilah para sahabatku, bahwa perkawinan adalah kerja sama antara seorang lelaki dan perempuan dalam rangka membina generasi shalih dan sehat, taat beribadah kepada Allah, mampu membangun kehidupan menjadi lebih berarti. Perkawinan adalah menentramkan hati, istri atau suami adalah pendamping hidup yang siap berbagi, berbagi perasaan, berbagi kerinduan, berbagi kebahagiaan, bahkan berbagi permasalahan. Sungguh indah bukan..???

Menurut Islam, perkawinan itu adalah penyatuan kasih sayang dua insan agar di dalamnya terdapat ketentraman, serperti yang disabdakan Allah dalam Surat Ar-Rum ayat 21 :

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir"

Agar hubungan suami istri dalam suatu perkawinan itu menjadi sempurna, maka Allah menjadikan masing-masing memiliki hak satu sama lain. Firman Allah SWT :

"Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripadanya" [QS.Al Baqarah : 228].

Hak istri yang didapat dari suami adalah :

1. Agar suami mendidik dan mengajar tentang ilmu dan akhlak;

seperti Firman Allah SWT dalam Surat At-Tahrim ayat 6 berbunyi :
"wahai orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya para malaikat yang kasar, keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan"

Menurut Ali ra. maksud ayat ini adalah : didiklah istrimu dengan sopan santun dan akhlak mulia.

2. Mendapat perlindungan dan rasa aman, mendapatkan perlakuan yang baik dalam pergaulan, mendapatkan rasa cinta kasih dari suami;

3. Memberi nafkah lahir dan batin baik dikala sempit atau lapang, memberikan kehidupan yang layak;

4. Menjadikan istri sebagai teman/ rekan hidup;

5. Menghargai, menghormati, mengasihi dengan sepenuh hati, dsb.

Sabda Rasulullah di atas adalah bahwa suami bisa bisa menjadi penyebab istri masuk syurga atau neraka. Ketika istri memenuhi hak suami (kewajiban istri) dengan penuh ikhlas dan rasa cinta kasih, maka syurga menantinya, sedangkan bila tidak, maka istri akan masuk neraka. Na'udzubillah...!

Diantara kewajiban istri kepada suami adalah :

1. Berusaha dengan sungguh-sungguh menyenangkan hati suami;
2. Melayani dan memperhatikan suami serta menghibur di kala sedih dan duka;
2. Tidak mengeluarkan kata-kata yang kurang baik atau membuat suami sedih;
3. Bersikap baik, dan tidak menimbulkan kemarahan suami;
4. Tidak berpergian jika tidak diberi izin suami;
5. Tidak menerima tamu yang tidak disukai suami;
6. Menjaga diri, keluarga, harta suami;
7. Bernuat baik dengan keluarga suami, dsb.

Diriwayatkan oleh Asma' binti Khadijah al Fazazi pernah berkata kepada anak perempuannya ketika melangsungkan pernikahan,

"Sesungguhnya engkau akan keluar dari kehidupanmu, dimana selama ini engaku dipingit. Selanjutnya engkau menuju ranjang yang selama ini belum engkau kenal, dan berkawan dengan seseorang yang selama ini negkau belum pernah bergaul dengannya. Maka jadikanlah dirimu bumi pasti dia akan menjadi langitmu. Jadikanlah engkau sebagai hamparan, maka dia akan menjadi tiang penyangga bagimu. Jadikanlah engkau sebagai hamba perempuan, niscaya dia akan menjadi budakmu. Jika engkau memaksa dalam meminta, maka dia akan memberimu sedikit. Jika engkau menjauhi, pasti dia akan melupakanmu. Jika dia mendekatimu, maka datanglah lebih dekat kepadanya. Janganlah mendengarkan kata-kata darinya kecuali kata-kata yang baik. berusaha secantik mungkin dihadapannya."

Ummu Iyas mengantarkan putrinya kepada suaminya,

" Wahai putriku, jika wasiat ini engkau abaikan karena mengutamakan pesta maka tamu atau pemberi penghormatan, tentu yang demikian itu akan tersembunyi dan jauh darimu. Wasiat ini merupakan peringatan bagi orang yang lalai dan pertolongan bagi orang yang mau menggunakan akal pikirannya. Wahai putirku, seandainya perempuan tidak memerlukan suami karena kedua orang tuanya kaya, tentu engkau tidak akan memerlukan orang-orang dari hal itu. Namun wanita akan sangat berharga dihadapan lelaki lantaran budi pekertinya. Begitu juga lelaki akan menjadi berharga di mata wanita karena budi pekertinya."

Ummu Iyas menlanjutkan wasiatnya,

"Wahai putriku, sesungguhnya engkau telah meninggalkan tempat bernaung, yang selama ini engkau tempati. Kini engkau keluar menuju kehidupan baru. Dimana engkau akan berkawan dan berkumpul dengan seseorang yang belum pernah engkau kenal, dan belum pernah dirimu menjadi miliknya. Jadikanlah dirimu menjadi budak perempuan lelaki itu, pasti dia akan menjadi budak lelaki yang dekat denganmu. Peliharalah beberapa hal ini, pasti akan menjadi pusaka bagimu :

1. Bersikaplah qanaah (menerima apa adanya) bergaul dengan penuh ketaatan. sesungguhnya qanaah itu melegakan hati, dan bergaul dengan akhlak yang baik niscaya akan mendapat ridho Allah;

2. Perhatikan dirimu, tampillah menawan dihadapannya, jangan menampakkan perilaku buruk dan jangalah hidungnya mencium kecuali yang harum dari dirimu;

3. Perhatikan makanannya dan jangan mengganggu tidurnya, karena itu bisa mengundang kemarahannya;

4. Jagalah hartanya, gunakan seperlunya;

5. Janganlah engkau menyebarkan rahasianya, dan jangan menentang perintahnya. Agungkanlah dia, pasti dia akan memuliakanmu. Cobalah selalu memahaminya, pasti dia akan menyayangimu.

Ketahuilah putriku, sesungguhnya engkau tidak akan mewujudkan yang demikian itu jika engkau mengutamakan dirimu dan kesenanganmu sendiri, namun utamakanlah kesenangannya, maka Allah akan memberi kebaikan kepadamu dan akan membantumu.

Pertanyaan untuk kita semua : Kemanakah kita akan membawa keluarga kita, ke syurga atau neraka....?

Bagi Sahabat yang belum menikah, persiapkan diri menjadi Pemimpin yang Adil atau Bidadari Dunia, suatu saat pasti Allah SWT akan memberikan yang terbaik untukmu....

~ * Barokallah, semoga Allah selalu membimbing dan memberikan kemudahan dari semua permasalahan dalam setiap tariikan nafas kita agar dapat membangun keluarga sakinah, mawaddah, warrohmah * ~
Amin....Allahumma amin....


Sumber :
1. Pesan Rasul untuk Kaum Wanita oleh Ummu Fajar Al Qalami;
2. Kado Terindah untuk Istriku Tercinta oleh Abdul Rachman Husein, Lc

~see at this link~

Friday, May 7, 2010

Fitnah Petunjuk Istikharah

May 6th, 2010 by Abu Saif 2:00 am


“Ustaz, saya dan tunang saya sudah hampir ke tarikh pernikahan kami. Tetapi tunang saya telah secara mendadak memutuskan pertunangan kami. Beliau bermimpi melihat seorang perempuan lain dan setelah beristikharah, beliau yakin perempuan itu adalah pilihan sebenarnya kerana ia muncul dengan petunjuk Allah. Bagaimana pandangan ustaz? Saya dan keluarga saya serta keluarga tunang saya sangat terkilan. Apakah benar saya sudah dikeluarkan daripada petunjuk Allah? Di mana silap saya, ustaz?”

Sepucuk emel dihantar kepada saya.

Beristighfar dan mengurut dada.

Percaya atau tidak, gejala ini semakin menjadi-jadi.

Malah di kalangan pelajar universiti, Istikharah semakin popular di dalam trend yang tersendiri. Ia diamalkan bagi ‘memaksa’ Allah membuat pilihan untuk mereka. Berbekalkan kejadian persekitaran atau mimpi yang disangka petunjuk, kadang-kadang ‘pilihan Allah’ itu adalah tunang orang, suami orang, malah ada juga isteri orang. Bertindak atas nama ‘petunjuk Allah’, tercetus permusuhan sesama anak Adam.

Apakah Allah, atau Syaitan yang memberikan ‘petunjuk’ penuh mudarat dan zalim itu?


MEMBELAKANGKAN ILMU

Penyakit besar yang melanda anak-anak muda terbabit ialah beribadah tanpa ilmu. Mereka melaksanakan Solat Istikharah berdasarkan saranan rakan-rakan yang juga melakukannya atas saranan kawan-kawan yang lain. Berapa ramaikah yang membuka kitab Fiqh atau belajar mengenai Solat itu dan ibadah yang lain melalui para ustaz dan alim ulama’?

Keadaan ini menjadi lebih bermasalah apabila ada pula agamawan yang mengesyorkan panduan-panduan yang tidak berdasarkan keterangan al-Quran dan al-Sunnah malah diajar pula kaifiyat yang sangat membuka ruang manipulasi Syaitan dalam mengaburi pertimbangan anak Adam.

Mengira huruf tertentu di dalam Surah, menyelak secara rawak mushaf dan mencari petunjuk di muka surat yang terbuka, juga paling banyak meniti di minda ialah menanti mimpi yang menjawab permintaan.

Ia mengingatkan saya kepada pandangan Sheikh Saleem bin Eid al-Hilali di dalam kitab Bahjah al-Nadzireen syarah kepada Riyadh al-Sholiheen:

“Ada sesetengah orang berpendapat, “sesudah mengerjakan solat serta Doa Istikharah, akan muncullah nanti petunjuk dalam mimpinya, maka dia akan memilih sebagaimana yang ditunjukkan oleh mimpinya itu” Justeru ada sesetengah orang berwudhu’ dan kemudian melakukan Solat serta Doa Istikharah dan terus tidur (dengan meletakkan harapan petunjuk datang melalui mimpi), malah ada juga mereka yang sengaja memakai pakaian berwarna putih kerana mengharapkan mimpi yang baik. Semua ini hakikatnya adalah prasangka manusia yang tidak berasas”

Menjadi satu keperluan yang sangat penting untuk kita kembali kepada maksud asal Solat Istikharah.

Istikharah itu bermaksud meminta bantuan daripada Allah untuk seseorang itu memilih di antara beberapa kemungkinan yang diharuskan oleh Syara’. Ada pun pilihan yang berada antara manfaat dan mudarat, apatah lagi Halal dan Haram hatta Makruh, maka tidak harus untuk Istikharah dilakukan kerana tindakan yang sepatutnya diambil sangat jelas iaitu pada meninggal dan menghindarkan pilihan yang tidak baik itu.

Sabda Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam:


“Hadith yang dikeluarkan oleh al-Bukhari di dalam Sahihnya dengan sanadnya daripada Jabir radhiyallaahu ‘anhuma, beliau berkata:

Daripada Nabi sallallaahu ‘alayhi wa sallam Baginda bersabda:


Apabila sesiapa daripada kalangan kamu diberatkan oleh sesuatu maka hendaklah dia Rukuk dengan dua Rukuk (mengerjakan Solat dua rakaat) yang selain daripada Solat yang Fardhu (yakni mengerjakan Solat dua Rakaat dengan niat Istikharah).

Kemudian hendaklah dia berdoa: Ya Allah, aku beristikharahkan Engkau dengan ilmu-Mu dan aku juga memohon ketetapan dengan ketetapan yang bersandarkan kurniaan-Mu yang Maha Agung. Engkaulah yang Maha Menetapkan sedangkan aku tidak mampu untuk menetapkan. Engkau Maha Mengetahui dan aku pula tidak mengetahui. Engkaulah yang Maha Mengetahui akan perkara-perkara yang tersembunyi. Ya Allah, jika pada ilmu-Mu sesungguhnya urusan ini – harus disebut hajat tersebut atau cukup sekadar meniatkannya kerana Allah Maha Mengetahui akan hajat itu – adalah baik untukku pada agama, kehidupan dan kesudahan urusanku (kini dan datang), maka tetapkanlah ia untukku dan mudahkanlah ia bagiku. Kemudian berkatilah bagiku di dalam pilihan ini. Dan andaikata pada ilmu-Mu sesungguhnya hal ini adalah buruk bagiku pada agama, kehidupan dan kesudahan urusanku (kini dan akan datang), maka hindarkanlah ia daripadaku dan hindarkanlah aku daripadanya. Tetapkanlah bagiku kebaikan dan jadikanlah aku redha dengannya.



ANTARA ISTIKHARAH DAN ISTISYARAH

Istikharah itu mempunyai gandingan yang memberi tambahan kemudahan. Ia dikenali sebagai Istisyarah.

Istisyarah ini bermaksud meminta pendapat mereka yang boleh dipercayai untuk membantu seseorang itu membuat keputusan.

Sheikh al-Islam Ibn Taimiyyah rahimahullah pernah berkata:

“Tidak akan menyesal seorang yang beristikharah kepada al-Khaliq (Allah) serta bermesyuarat dengan para Makhluq, serta tetap pendirian dalam keputusannya”

Biar pun para Ulama berselisih pendapat tentang mana yang patut didahulukan antara Istisyarah dan Istikharah, ia tidak menjejaskan bahagian yang perlu dimainkan oleh seorang manusia dalam proses dirinya membuat keputusan. Sebelum sampai kepada pertimbangan memilih antara dua kebaikan, seseorang yang berhajat itu mestilah mempunyai asas dalam penilaiannya agar pilihan yang ada di depan matanya adalah antara dua perkara yang harus serta sama baik. Sudah tentu, hal ini juga memerlukan dirinya untuk mengambil bahagian dengan berusaha.

Setelah beristikharah, namun hati masih berada di dalam ketidak pastian, harus baginya untuk mengulangi Solat dan Doa Istikharah itu hingga beroleh ketetapan hati dalam membuat keputusan. Di samping itu juga, dia dianjurkan beristisyarah, yakni meminta pendapat individu-individu yang dipercayai integriti dan kemahirannya dalam urusan tersebut, agar keputusan boleh dibuat.

Titik pentingnya ialah, keputusan hendaklah kita yang berhajat itu melakukannya dan bukan menyerahkan kepada Allah untuk membuat keputusan itu dan menampakkanya melalui petanda-petanda yang dicari. Di sinilah ruang untuk fitnah berlaku apabila dalam suasana hidup kita yang dibelenggu oleh pelbagai maksiat serta Iman yang teruji, kita membuka suatu ruang kosong untuk dicelah oleh tipu helah Syaitan.

Tambahan pula dalam keadaan jiwa anak muda yang selalu lemah untuk menolak kehendak diri dan sering terdorong mengikut kemahuan. Jiwanya tidak bulat meminta kepada Allah, sebaliknya bermain helah untuk mengharapkan Allah menyokong kecenderungan dirinya sendiri.




Berhentilah mencari mimpi.

Berhentilah menunggu petanda.

Beristikharah memanggil kebersamaan Allah dalam keputusan yang kita buat. Kita yang membuat keputusan itu, dengan keyakinan hasil Istikharah, bahawa keputusan yang kita buat itu adalah dengan kebersamaan Allah. Jika di kemudian hari, pada pilihan yang dibuat itu, datang mehnah yang menguji kehidupan, kita tidak akan berfikiran negatif malah berusaha untuk mencari sisi-sisi positif pada apa yang berlaku kerana keputusan yang dibuat dahulu itu adalah dengan kelengkapan Syariatullah (Istikharah) serta Sunnatullah (Istisyarah – Ikhtiar Usaha).

Pertimbangkanlah… seandainya pilihan yang disangkakan petunjuk daripada Allah itu mencetuskan mudarat, permusuhan, meninggalkan yang afdhal dan mengambil yang mafdhul… berhati-hatilah.

Ia mungkin mainan Syaitan.

“Sebahagian (daripada umat manusia) diberi hidayah petunjuk oleh Allah (dengan diberi taufiq untuk beriman dan beramal soleh); dan sebahagian lagi (yang ingkar) berhaklah mereka ditimpa kesesatan (dengan pilihan mereka sendiri), kerana sesungguhnya mereka telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin (yang ditaati) selain Allah. serta mereka pula menyangka, bahawa mereka berada di dalam petunjuk hidayah” [Al-Aa'raaf 7: 30]

KESIMPULAN

1.Hindarkan diri daripada kesukaran menetapkan pendirian dalam kehidupan. Was-was adalah permainan Syaitan dan penyakit jiwa yang mengundang bahaya.

2.Dalam hal-hal yang tiada keraguan dalam membuat pilihan keputusan, ia tidak berhajatkan kepada Istikharah.

3.Ketika berdepan dengan pilihan yang sukar ditentukan, gunakan pertimbangan diri untuk melihat buruk baiknya.

4.Jika jelas mudarat atau sudah ditentukan Haram hukumnya, maka tidak harus beristikharah.

5.Pada perkara yang sukar untuk dibuat keputusan, beristikharahlah kepada Allah mengikut kaifiyat Solat Istikharah dan Doa yang Ma’thur daripada Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam.
6.Istikharah boleh diulang beberapa kali hingga beroleh ketetapan hati untuk membuat keputusan.

7.Di samping itu juga beristisyarahlah dengan meminta pandangan pihak yang boleh dipercayai kewibawaannya.

8.Petunjuk daripada Allah ialah kemampuan hati untuk tetap pendirian membuat keputusan.

9.Hindarilah perbuatan menunggu mimpi atau petanda berbentuk isyarat kerana ia sangat terbuka kepada belitan Iblis.

10.Jauhi Bid’ah dan Syirik.

11.Setelah keputusan dibuat, bertawakkallah kepada Allah dan tenang dengan keputusan itu.

12.Seandainya timbul cabaran atau muncul sisi kekurangan pada pilihan yang dipilih, tiada fikiran negatif muncul kerana yakin adanya hikmah dan kebaikan daripada Allah.

13.Istikharah terbuka kepada apa sahaja urusan kehidupan yang berada di dalam ruang lingkup keharusan Syara’ dan salah jika hanya dilihat sebagai mekanisme jodoh.

14.Rujuklah kitab-kitab Fiqh serta panduan Sunnah dalam urusan Istikharah serta ibadah-ibadah yang lain.

15.Melakukan ibadah dengan hanya berpandukan hearsay adalah pintu kebinasaan dalam beragama.

ABU SAIF @ www.saifulislam.com

School of Life

"The difference between school and life are in SCHOOL, you were taught a lesson, then given a test to test your IQ, but in LIFE you are given the test first that teaches you a lesson. Test in life is one of the measure's faith or belief in God for all people"