Pages

Friday, July 22, 2011

bagaimana ketaatan kepada pemimpin?

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞


memetik sedikit tazkirah (peringatan dr laman sosial FaceBook) ada dua point penting untuk di'tadabbur' dari kisah khalifah di bawah. ana tidak mahu banyak menganalisa, cuma sekadar berkongsi fakta:


1. Dalam riwayat al-Tabarani yang dinilai hasan oleh al-Albani: “Muawiyah bin Abi Sufyan r.a (khalifah ketika itu) menaiki mimbar pada hari Jumaat, dia berkata dalam khutbahnya: “Harta ini (kerajaan) adalah harta kami, dan harta fai (yang diperolehi melalui peperangan) juga harta kami. Kami berikan kepada sesiapa yang kami mahu, dan kami tidak berikan kepada sesiapa yang kami mahu”. Tiada seorang pun yang menjawabnya. Apabila tiba jumaat yang kedua, dia mengucapkan perkara yang sama. Tiada siapa pun menjawabnya. Pada jumaat yang ketiga dia berkata perkara yang sama, lalu seorang lelaki yang hadir dalam masjid itu bangun dan berkata: “Sama sekali tidak! Harta ini adalah harta kami (rakyat) dan fai ini adalah fai kami (rakyat). Sesiapa yang menghalang antaranya dengan kami, kami hukumnya dengan pedang-pedang kami”. Apabila selesai solat, Muawiyat memerintahkan lelaki itu berjumpa dengannya. Orang ramai berkata: “Habislah dia”. Kemudian orangramai masuk dan mendapati dia duduk bersama Muawiyah di atas tempat duduknya. Muawiyah berkata kepada orang ramai: “Dia ini telah menghidupkanku (memberikan kebahagian), semoga Allah menghidupkannya. Aku mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: “Akan ada pemimpin-pemimpin selepasku, mereka itu bercakap tiada siapa pun yang menjawab mereka. Mereka itu terjun ke dalam neraka seperti kera terjun”. Kata Muawiyah: Aku bercakap pada jumaat pertama, tiada siapa pun menjawabku, maka aku takut aku termasuk dalam kalangan mereka. Kemudian pada jumaat yang kedua, tiada siapapun menjawabku, maka aku pun berkata: “Aku termasuk dalam kalangan mereka”. Aku bercakap pada jumaat ketiga lelaki ini bangun menjawabku. Dia hidupkan (bahagiakan) daku, semoga Allah menghidupkannya”.


Itu generasi salaf. Itu khalifah di zaman salaf. Bagaimana pula dikatakan mazhab salaf melarang sama sekali menegur pemerintah di khalayak rakyat?!





Suatu hari, Umar Abdul Aziz mdapat tahu yang anaknya telah membeli mata cincin dengan harga 1000 dirham perak. Lantas dia menulis surat kepada anaknya

"Aku mdapat tahu yang engkau mmbeli mata cincin dengan harga 1000 dirham.Sekiranya surat ini sampai kepadamu,

Jualkanlah ia dan kenyangkanlah 1000 orang dengan duit itu. Belilah mata cincin yang harganya 2 dirham sahaja yang di buat dari besi cina"

-Dipetik dari Kitab Risalah Qusyairiah

khazanah dr DrMAZA.com & Abu Khuzaifah

Wednesday, July 20, 2011

Tugas Mukmin Di Bulan Ramadhan

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞



Pondok Pesantren Imam Bukhari Solo Majalah Assunnah - Menebar Dakwah Salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jama'ah
Kategori Puasa
Tugas Mukmin Di Bulan Ramadhan
Jumaat, 13 Agustus 2010 02:15:45 WIB

TUGAS MUKMIN DI BULAN RAMADHAN

Oleh
Syaikh Ali bin Hasan bin Abdul Hamid Al-Halaby*)

Pada bulan Ramadhan, seorang Mukmin mempunyai beberapa tugas syar’i. Tugas-tugas ini sudah dijelaskan oleh Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam melalui sunnah qauliyah (perkataan) beliau, juga praktek-praktek beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam. Karena bulan Ramadhan merupakan musim kebaikan. Nikmat-nikmat Allâh Azza wa Jalla yang dianugerahkan kepada para hamba pada bulan ini lebih banyak dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain.[1]

Tugas-tugas ini mencakup banyak persoalan hukum syar’i, yang meliputi seluruh amalan selama satu bulan yang penuh dengan amal kebaikan dan ketaqwaan.


PERTAMA : SHIYAM (PUASA).

Secara umum, shiyâm (puasa) memiliki keutamaan yang besar. Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah.

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ هُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلْفَةُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

"Semua amal perbuatan bani Adam adalah kepunyaan bani Adam sendiri, kecuali puasa. Puasa itu kepunyaanKu, dan Aku yang akan memberikan balasan. Maka, demi Dzat yang nyawa Muhammad ada ditanganNya, sungguh di sisi Allâh, aroma mulut orang yang sedang berpuasa itu lebih harum daripada minyak kasturi".


Imam Mazari rahimahullah dalam kitab al Mu’lim Bifawâ-idi Muslim (2/41), mengatakan,

“Dalam hadits qudsi ini, Allâh Azza wa Jalla secara khusus menyebut puasa sebagai “milikKu”,
padahal semua perbuatan baik yang dilakukan secara ikhlas juga milikNya; karena dalam puasa tidak mungkin (kecil kemungkinan-red) ada riyâ’, sebagaimana pada perbuatan-perbuatan selainnya. Karena puasa itu perbuatan menahan diri dan menahan lapar, sementara orang yang menahan diri -baik karena sudah kenyang atau pun karena miskin- zhahirnya sama saja dengan orang yang menahan diri dalam rangka beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla. Niat serta motivasi yang tersimpan dalam hatilah yang memiliki peranan penting dalam masalah ini. Sedangkan shalat, haji dan zakat merupakan perbuatan-perbuatan lahiriyah yang berpotensi menimbulkan riya’ [2] dan sum’ah [3]. Oleh karena itu, puasa dikhususkan sebagai milik Allâh sementara yang lainnya tidak."


Disamping keutamaan yang bersifat umum ini ada keutamaan khusus yang melekat dengan bulan Ramadhân, berdasarkan sabda Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa yang puasa Ramadhân karena iman dan karena ingin mendapatkan pahala, maka dia diampuni dosanya yang telah lewat".[4]

Dan sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam.

شَهْرُ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةُ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ

"Satu bulan sabar (berpuasa Ramadhân) ditambah tiga hari puasa pada setiap bulan, sama dengan puasa satu tahun".[5]

Yang dimaksud dengan bulan sabar yaitu bulan Ramadhan [6]. Ibnu Abdil Barr rahimahullah [7] menjelaskan,“Dalam kamus Lisânul Arab, shaum juga bermakna sabar. Allâh Azza wa Jalla berfirman.

"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas". [az-Zumar/39:10]

Abu Bakar Ibnul Anbari mengatakan,"Shaum (puasa) itu dinamakan sabar, karena puasa adalah menahan diri dari makan, minum, berkumpul suami-istri serta menahan diri dari syahwat."

KEDUA : QIYAMULLAIL (TARAWIH)

Shalat tarawih ini sunnahnya dikerjakan secara berjama’ah selama bulan Ramadhân. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

"Sesungguhnya barangsiapa yang shalat bersama imam sampai imam itu selesai, maka ditetapkan pahala baginya, seperti shalat sepanjang malam".[8]

Dalam menerangkan keutamaan shalat tarawih ini Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa yang shalat tarawih karena iman dan mengharap pahala, maka dia diampuni dosanya yang telah lewat" [9].

Petunjuk terbaik tentang jumlah raka’at shalat malam pada bulan Ramadhân atau bulan lainnya, ialah petunjuk yang shahih dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan dari perbuatan beliau, yaitu shalat 11 raka’at. Karena beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam panutan yang sempurna.


KETIGA : SHADAQAH.

Kedermawanan Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam paling menonjol pada bulan Ramadhân bila dibandingkan dengan kedermawanan beliau Shallallahu 'alaihi wa salalm pada bulan-bulan yang lain [10].

Kedermawanan ini mencakup semua arti shadaqah dan semua jenis perbuatan baik. Karena kedermawanan itu banyak memberi dan sering memberi [11]. Dan ini mencakup berbagai macam amal kebajikan dan perbuatan baik.


KEEMPAT : MEMBERIKAN BUKA PUASA KEPADA ORANG YANG BERPUASA

Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menganjurkan umatnya untuk melakukannya dan memberitahukan pahala yang sangat besar sebagai hasil yang bisa mereka raih. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

"Barangsiapa yang memberikan makanan buka puasa kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala, sebagaimana pahala orang yangberpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa".[12]


KELIMA : MEMBACA AL-QUR'AN.

Bulan Ramadhan, merupakan bulan al-Qur’an, sebagaimana difirmankan oleh Allâh Azza wa Jalla.

"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhân, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'ân sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)". [al-Baqarah/2:185].

Dalam sunnah ‘amaliyah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, terdapat keterangan tentang praktik nyatanya. Jibril Alaihissallam mengajak Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bertadarus al-Qur’ânpada setiap malam bulan Ramadhân [13].


KEENAM : UMRAH

Imam Bukhâri rahimahullah dan Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan sebuah hadits yang menjelaskan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً مَعِيْ

"Umrah pada bulan Ramadhân sama dengan haji bersamaku".

Perhatikanlah keutamaan ini -semoga Allâh merahmati anda sekalian-. Alangkah besar dan alangkah afdhalnya.
p/s: knp yg ni xde sumber rujukan yer...?


KETUJUH : MENCARI LAILATUL QADAR

Allâh Azza wa Jalla berfirman.

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur’ân pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu, apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan". [al-Qadr/97:1-3].

Dalam kitab shahih Bukhâri dan Muslim ada riwayat yang menjelaskan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa shalat pada malam qadar karena iman dan karena ingin mencari pahala, maka dia diampuni dosanya yang telah lewat".

Lailatul qadar itu berada pada malam-malam ganjil sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhân. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi rahimahulllah dan Ibnu Mâjah rahimahullah dengan sanad yang shahih dari Aisyah Radhiyallahu 'anha, beliau Radhiyallahu 'anha bercerita :

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ مَا أَقُوْلُ قَالَ قُولِي اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

"Wahai Rasûlullâh, apakah yang aku katakan, jika aku mendapati lailatul qadar? Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,”Katakanlah :

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

"Ya Allâh, sesungguhnya engkau Maha Pemberi Maaf, maka maafkanlah aku."

Demikianlah ringkasan beberapa tugas pokok yang semestinya dilaksanakan oleh seorang muslim pada bulan yang penuh barakah ini. Adapun tugas selengkapnya yang wajib dijaga oleh seorang muslim pada bulan ini yaitu menahan diri dari segala perbuatan jelek, sabar terhadap penderitaan, menjaga hati dan melaksanakan kewajiban lahir, dengan cara konsisten menjalankan hukum-hukum Islam dan mengikuti sunnah-sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

[Diterjemahkan Redaksi dari Al Ashalah edisi 3/15 Sya’ban 1413 H halaman 70-72.]

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi, 04-05/Tahun XIV/1431/2010M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]
_______
Footnote
[1]. Fathul Bâri 1/31.
[2]. Ingin amalannya dilihat orang
[3]. Ingin amalannya didengar orang
[4]. Muttafaqun alaihi dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu.
[5]. Diriwayatkan Imam Nasâ’i (4/218), Ahmad (2/263 dan 284) dan Thayâlisi (315) dan al Baihaqi dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu dengan sanad shahih.
[6]. At-Tamhîd 19/61
[7]. At-Tamhîd
[8]. Hadits Riwayat Abu Dâwud, Tirmidzi, Nasâ’i, Ibnu Nashr dari Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu dengan sanad yang shahih
[9]. Muttafaq ‘alaihi
[10]. Muttafaq ‘alaihi
[11]. Lathâiful Ma’ârif, hlm. 173, karya Ibnu Rajab rahimahullah
[12]. Hadits diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Mâjah, dari Zaid bin Khalid Radhiyallahu 'anhu, dengan sanad yang shahih
[13]. HR Imam Bukhâri

Adab-Adab Puasa : Adab-Adab Yang Bersifat Sunnah


۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞


Assalamu'alaikum w.t.b,
jangan salah sangka atau terus menghukum penulis blog atas apa juga yang dititipkan di ruang maya ini, kerana setiap ilmu yang ku perolehi sama ada ia menyebelahi mana-mana pihak atau tidak, daku hanya mencari dan menggali ilmu. Allahu 'alam..
~untung ku punya sahabat2 group ilmiyyah yang begitu banyak, ramai dan berkisar di pelbagai bidang, ilmu mereka ku gali dan ku timba~


Pondok Pesantren Imam Bukhari Solo Majalah Assunnah - Menebar Dakwah Salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jama'ah
Kategori Puasa
Adab-Adab Puasa : Adab-Adab Yang Bersifat Sunnah
Senin, 14 September 2009 06:08:11 WIB

ADAB-ADAB PUASA : ADAB-ADAB YANG BERSIFAT SUNNAH

Oleh
Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar

Puasa memiliki banyak adab atau tata krama, di mana ia tidak sempurna kecuali dengan mengerjakannya dan tidak juga lengkap kecuali dengan menjalankannya. Adab-adab ini terbagi menjadi dua bagian; adab-adab yang bersifat wajib, yang harus dipelihara dan dijaga oleh orang yang berpuasa. Dan adab-adab yang bersifat sunnah yang juga harus dipelihara dan dijaga olehnya. Berikut ini pembahasannya lebih lanjut.


Pembahasan 2
ADAB-ADAB YANG BERSIFAT SUNNAH

1. Mengakhirkan Sahur

Sahur berarti makan di akhir malam. Disebut sahur karena ia dilakukan pada waktu sahur. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri telah memerintahkan untuk makan sahur, di mana beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya pada makan sahur itu terdapat keberkahan." [1]

Hendaklah seseorang berniat mengikuti perintah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan sahurnya itu, sekaligus memperkuat puasanya agar sahur yang dilakukannya itu bisa menjadi ibadah. Dan hendaklah dia mengakhirkan sahur selama tidak khawatir terhadap terbit fajar, karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam biasa melakukan hal ter-sebut.

Dari Anas bin Malik, dari Zaid bin Tsabit, dia berkata: "Kami pernah makan sahur bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau berangkat menunaikan shalat, maka kami tanyakan, 'Berapa lama jarak antara adzan dan makan sahur?' Beliau menjawab, 'Sekitar (waktu yang cukup untuk membaca) lima puluh ayat..." [2]


2. Menyegerakan Berbuka Puasa

Disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk menyegerakan berbuka jika matahari sudah benar-benar terbenam, dengan melihatnya langsung atau dengan memperkirakan hal tersebut, atau dengan terdengarnya adzan, karena adzan merupakan berita yang paling dapat dipercaya.

Disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berbuka dengan kurma ruthab (kurma basah), jika tidak maka boleh dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada juga, maka hendaklah dengan meneguk air. Demikianlah yang biasa dilakukan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam

Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:

"Manusia ini akan senantiasa baik selama mereka menyegerakan berbuka puasa." [3]

Dan disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk memanjatkan do'a pada saat akan berbuka dengan do'a-do'a yang mudah diucapkannya, karena pada saat itu merupakan waktu dikabul-kannya do'a. Oleh karena itu, seorang muslim harus memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya dari waktu-waktu ketaatan.

3. Menjaga Lisan dari Kata-Kata yang Tidak Bermanfaat

Orang yang berpuasa harus menjaga lisannya dari kata-kata yang tidak bermanfaat, karena lisan merupakan sumber dari banyaknya dosa. Orang-orang mukmin sebenarnya adalah yang selalu menghindari pembicaraan yang tidak berarti dan senantiasa menghiasi diri dengan adab-adab Islam dalam ucapan mereka.

Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman:

"Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna. " [Al-Mu'-minuun: 3]

Selain itu, Dia juga berfirman:

"Tidak ada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya Malaikat pengawas yang selalu hadir." [Qaaf: 18]

Orang yang berpuasa harus mempuasakan (menahan) juga anggota tubuhnya dari segala macam perbuatan dosa, lisannya dari dusta, kata-kata keji, dan sumpah palsu, serta kata-kata yang tidak berarti. Juga mempuasakan perutnya dari makanan dan minuman, dan kemaluannya dari perbuatan keji. Kalau memang dia harus berbicara, maka dia akan berbicara dengan kata-kata yang tidak akan merusak puasanya. Jika dia berbuat maka dia akan berbuat hal-hal yang tidak akan merusak puasanya, sehing-ga yang keluar darinya adalah ucapan yang baik dan amal perbuatan yang shalih.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memerintahkan kepada setiap muslim yang berpuasa untuk menghiasi diri dengan akhlak yang mulia dan baik serta menjauhkan diri dari kata-kata dan perbuatan keji serta hina. Setiap muslim dilarang mengerjakan semua hal yang buruk tersebut di atas pada setiap saat, tetapi larangan itu lebih ditekan-kan lagi pada saat dia menjalankan ibadah puasa.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu :

"Puasa itu adalah perisai. Oleh karena itu, jika datang hari puasa, maka janganlah salah seorang di antara kalian melakukan rafats (berbicara kotor atau hubungan badan/jima') dan tidak juga membuat kegaduhan. Dan jika ada orang yang mencaci atau menyerangnya, maka hendaklah dia mengatakan, 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa.'" [4]

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalani rahimahullah mengatakan,"....Secara lahiriah, telah muncul musykilah (masalah) bahwa kata mufa'alah menuntut adanya perbuatan dari dua belah pihak. Orang yang berpuasa tidak akan muncul darinya perbuatan yang dapat memancing reaksi, khususnya pertikaian. Sedangkan yang dimaksud dengan mufa'alah adalah kesiapan untuk menanggapinya. Artinya, jika seseorang siap untuk melakukan penyerangan terhadapnya atau caci-maki terhadapnya, maka hendaklah dia mengatakan, 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa.' Jika dia mengatakan hal tersebut, maka dimungkinkan baginya untuk menahan diri darinya (pertikaian) .....Apakah boleh dikatakan dengan ucapan: 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa,' kepada orang yang menyerangnya atau dengan mengatakannya sendiri? Dalam hal ini terdapat dua pendapat. Imam an-Nawawi mengatakan, 'Menyatukan keduanya adalah lebih baik.'" [5]


4. Ghadhdhul Bashar (Menundukkan Pandangan)

Orang yang berpuasa haruslah menundukkan pandangannya dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah Ta'ala. Karena sebagaimana anggota tubuh lainnya, mata juga mempunyai hak puasa, dan puasa mata adalah dengan menundukkannya dari hal-hal yang haram.

Allah Ta'ala berfirman:

"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang mereka perbuat.' Katakanlah kepada wanita yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka." [An-Nuur: 30-31]

Bulan puasa merupakan lembaga pendidikan yang paling baik bagi orang-orang yang diuji dengan berbagai keinginan syahwat dan ketamakan terhadap pujian manusia. Dia akan menghindari semua itu jika dia memahami hukum Allah Subhanahu wa Ta'ala serta mencermati hikmah-Nya serta kegigihannya untuk memperbaiki puasanya dan menggapai pahalanya. Pada bulan tersebut, dia akan melatih diri untuk menundukkan pandangan serta menahan anggota tubuhnya dari hal-hal yang buruk dan menyibukkan hati dengan memikirkan ayat-ayat Allah sekaligus mengingat nikmat-nikmat-Nya yang telah dikaruniakan kepadanya, seraya mengintrospeksi diri dalam mensyukurinya dengan mengalokasikannya sebaik-baiknya.

Adapun orang-orang yang suka melakukan perbuatan sia-sia yang melepaskan pandangan mereka pada hal-hal yang haram serta tidak menjaga kesucian bulan tersebut, maka mereka tidak akan mendapatkan sesuatu untuk diri mereka, kecuali kerugian dan penyesalan di dunia serta mendapatkan siksa yang sangat pedih di akhirat kelak.

Benarlah ungkapan seorang penyair [6], di mana dia mengungkapkan:

"Kapan saja engkau melepaskan pandangan ke semua mata, maka engkau akan dibuat lelah oleh pemandangan. Engkau akan mendapatkan yang semuanya engkau tidak mampu menahannya dan tidak juga dari sebagiannya engkau mampu bersabar."

Di antara Adab Sunnah yang Dilakukan oleh Orang yang Berpuasa:

1. Memperbanyak bacaan al-Qur-an, berdzikir, berdo'a, shalat, serta shadaqah.

2. Mengingat semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah Ta'ala kepadanya, di mana Dia telah memperkenankan para hamba-Nya untuk menjalankan ibadah puasa serta memberikan kemudahan dalam menunaikannya. Berapa banyak orang yang berangan-angan agar bisa menjalankan puasa, tetapi tidak mudah baginya untuk menjalankannya.

3. Menjaga semua anggota tubuh dari segala hal yang buruk, di mana seorang yang sedang berpuasa tidak akan mengerjakan apa yang dapat menodai puasanya. Anggota tubuh yang diperintahkan untuk selalu dijaga adalah lisan, mata, telinga, perut, kemaluan, tangan, dan kaki. Oleh karena itu, jika seorang muslim telah menjaga anggota tubuhnya dari segala macam bentuk dosa, maka puasanya akan sempurna dan pahalanya pun akan dilipatgandakan.

4. Disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk memberikan makanan dan minuman untuk berbuka kepada seseorang atau lebih yang telah berpuasa meski hanya dengan satu buah tamr (kurma kering) atau seteguk air. Yang demikian itu merupakan shadaqah yang paling utama pada bulan Ramadhan.

5. Disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk memakai siwak. Tidak ada perbedaan waktu antara awal siang dan di akhir siang -berdasarkan apa yang kami tarjih- karena siwak itu dapat membersihkan mulut sekaligus mendapatkan keridhaan Allah.

Demikianlah sebagian dari adab puasa yang bersifat wajib dan sunnah yang harus dipegang dan dijadikan hiasan oleh orang yang berpuasa agar dia bisa benar-benar beruntung, pada hari di mana sebagian orang beruntung dan sebagian lainnya menga-lami kerugian.

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, "Orang-orang yang berpuasa itu terdiri dari dua tingkatan:

Pertama: Orang yang meninggalkan makan dan minum serta nafsu syahwatnya karena Allah Ta'ala dengan mengharapkan Surga sebagai gantinya dari sisi-Nya. Demikianlah perniagaan dan mu'amalah dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala, di mana Dia tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang paling baik amal perbuatannya. Tidak akan merugi orang yang bermu'amalah dengan-Nya, tetapi justru dia akan mendapatkan keuntungan yang besar....

Kedua: Di antara orang yang berpuasa itu terdapat orang yang berpuasa di dunia dari segala sesuatu selain Allah Subhanahu wa Ta'ala, dimana dia menjaga kepala dan semua yang ada padanya, perut dan semua yang dikandungnya, mengingat kematian, dan menghendaki akhirat maka dengan begitu dia meninggalkan perhiasan dunia. Inilah 'Idul Fithrinya, hari pertemuan dengan Rabb-nya, dan kegembiraannya dengan melihat-Nya." [7]

[Disalin dari buku Meraih Puasa Sempurna, Diterjemahkan dari kitab Ash-Shiyaam, Ahkaam wa Aa-daab, karya Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad ath-Thayyar, Penerjemah Abdul Ghoffar EM, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
__________
Footnotes
[1]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/76) dan Shahiih Muslim (III/130))
[2]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/26) dan Shahiih Muslim (III/131))
[3]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/33) dan Shahiih Muslim (III/131))
[4]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/24) dan Shahiih Muslim (no. 1151 (163)).
[5]. Fat-hul Baari (IV/105).
[6]. Lihat Badaa-i'ul Fawaa-id (II/271), Ibnul Qayyim.
[7]. Lihat kitab Fii Aadaabish Shaum li Thaa-ifil Ma'aarif, karya Ibnu Rajab (hal. 185), al-Muhallaa (VI/541), al-Hidaayah (I/129), I'laa-us Sunan (IX/146), asy-Syarhush Shaghiir (II/228), Majmuu' Fataawaa (VI/359), al-Mughni (IV/432), Fat-hul Baari (IV/137) dan Nailul Authaar (IV/207).

Tuesday, July 19, 2011

Ahlein Ya Ramadhan Kareem..!


۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞


A. KELEBIHAN BERPUASA

Sesungguhnya telah termaktub di dalam Al-Quran dan Sunnah tentang kelebihan berpuasa secara umumnya, antaranya :

1. Puasa mendekatkan diri dengan Allah :

Allah berfirman :

﴿ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا ﴾

Maksudnya : " Lelaki-lelaki dan perempuan yang berpuasa, lelaki dan perempuan yang menjaga kehormatannya, lelaki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan bagi mereka keampunan dan pahala yang besar " [Al-Ahzab : 35]


Allah berfirman :

﴾وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿

Maksudnya : " Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui " [Al-Baqarah : 184]



2. Puasa mengawal syahawat :

Nabi r bersabda :

[ يا معشر الشباب !من استطاع منكم الباءة فليتزوج ؛ فإنه أغض للبصر ، وأحصن للفرج ، ومن لم يستطع ؛ فعليه بالصوم ؛ فإنه له وجاء ]

Maksudnya : " Wahai pemuda-pemuda! Barang sesiapa antara kamu berkemampuan, maka berkahwinlah, kerana pernikahan itu menundukkan pandangan dan memelihara kehormatan, dan barang sesiapa yang tidak mampu, maka hendaklah dia berpuasa kerana puasa itu adalah perisai (memutuskan syahawat) " [HR Al-Bukhari : 5065, Muslim : 1400]


3. Puasa menyelamatkan seseorang dari neraka :

Nabi r bersabda :

[ ما من عبد يصوم يوما في سبيل الله ، إلا باعد الله بذلك وجهه عن النار سبعين خريفا ]

Maksudnya : " Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan dia (kerana puasanya) dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun " [HR Al-Bukhari : 2840, Muslim : 1153]

Nabi r bersabda :

[ الصيام جنةٌ يسْتَجَنُّ بها العبد من النار ]

Maksudnya : " Puasa adalah perisai, di mana seorang hamba itu berperisai dengannya dari api neraka " [HR Ahmad : 15299, Lihat Shahih Attarghib : 970]


4. Puasa menjanjikan syurga :

Dari Abi Umamah, beliau berkata :

[يا رسول الله ! دلني على عمل أدخل به الجنة ، قال صلى الله عليه وسلم: عليك بالصوم ، لا مثل له ]

Maksudnya : Wahai Rasulullah! Tunjukkan kepadaku, amalan yang boleh membawaku kepada syurga, Nabi bersabda : " Ke atasmu puasa, tidak ada amalan yang sama dengannya " [HR Annasa'i : 2220, Lihat Shahih Sunan Annasa'i : 2097]





B. KELEBIHAN BULAN RAMADHAN

Ramadhan adalah bulan yang mulia yang padanya ada kebaikan dan keberkatan. Allah dan Rasul r telah menjelaskan kelebihan bulan ini, antaranya :

1. Bulan yang diturunkan padanya Al-Quran :

Allah berfirman :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْه

Maksudnya : " Bulan ramadhan, bulan yang diturunkan padanya (permulaan) Al-Quran sebagai
petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeza (antara haq dan batil), barang siapa antara kamu yang hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa pada bulan itu.." [Al-Baqarah : 185]


2. Bulan yang padanya ada Lailatul Qadr :

Allah berfirman :

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ﴾ ﴿

Maksudnya : " Sesungguhnya, kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada lailatul qadr. Dan tahukah kamu apakah lailatul qadr itu? Lailatul Qadr itu adalah lebih baik dari seribu bulan " [Al-Qadr : 1-3]


3. Bulan yang padanya dibelenggu syaitan, dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka

Nabi r bersabda :

[ إذا جاء رمضان ؛ فتحت أبواب الجنة، وغلقت أبواب النيران، وصفدت الشياطين ]

Maksudnya : " Apabila tiba ramadhan; telah dibuka pintu-pintu syurga, telah ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu syaitan-syaitan " [HR Al-Bukhari : 3277, Muslim : 1079]



C. KELEBIHAN BERPUASA DI BULAN RAMADHAN

1. Puasa di Ramadhan menjanjikan pengampunan dosa :

Nabi r bersabda :

[ من صام رمضان إيمانا و احتسابا، غفر له ما تقدم من ذنبه ]

Maksudnya : " Barang sesiapa yang yang berpuasa ramadhan kerana didorong oleh iman dan
mengharapkan keredhaan Allah, maka diampunkan baginya dosa-dosanya yang lalu " [HR Al-Bukhari : 38, Muslim : 175]


2. Puasa di Ramadhan menjanjikan syurga :

Nabi r bersabda :

[ من آمن بالله وبرسوله وأقام الصلاة وصام رمضان كان حقا على الله أن يدخله الجنة ]

Maksudnya : " Barang siapa yang beriman dengan Allah dan Rasul-Nya, dan mendirikan solat, dan berpuasa di bulan ramadhan, maka telah layak baginya untuk dimasukkan oleh Allah ke dalam syuga "
[HR Al-Bukhari : 2637]

*****************************************************
saya guna manhaj C&P dr kerajinan kawan2 di FB. Syukran & Jazakallahu khayran utk Mohd Masri ^_^

Monday, July 18, 2011

AllahummAnsurna...


۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞

mula-mula tengok dulu barang2 yang kalian selalu dan biasa guna pada senarai barangan di bawah ini...

tilik lama-lama sikit yer.. then scroll ke gambar seterusnya...



dipersilakan....


Seorang kanak - kanak Palestin membantu membersihkan darah ahli keluarganya yang dibunuh, dekat Ramallah, Palestin

Dia sungguh tabah..

Ya Allah, selamatkan Palestin.. :(




siapa berani cabar saya, tak de barang2 ni semua kita akan mati..?? JAWAB-JAWAB..!

Sunday, July 17, 2011

Khuluqiyyah Anti-dot - 1

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞


janji ana dah langgar -_-' nak letak setiap dua minggu sekali cerita pendek beserta hadith untuk kanak-kanak. tapi tak sempat menaip. FB je byk.. teruk2.. untuk itu gantiannya bingkisan kata2 hikmah ini, dikongsi dari rakan2 di group Bahasa Arab ana di FB. selamat membina hati melalui tarbiyatul khuluqiyyah (n_n)


"Sekiranya percakapan itu daripada perak, maka diam itu pula adalah daripada emas" ^_^




!!!!...سِرُّ النَّجَاح عَلَى الدَّوَام ، هُوَ أن تَسِيرَ إِلَى الأَمَام

"Rahsia untuk sentiasa BERJAYA, adalah kamu mesti maju ke hadapan"

~Erti kata lain, kita nie kalau nak berjaya selalu kena la b'pandangan jauhhhhhh gituuuu, sentiasa inovatif, kreatif & kritis haaa.. Heeeee)~ ^_^




"خير الناس من طال عمره وحسن عمله"

Maksudnya : "Sebaik-baik manusia ialah seorang yg panjang umurnya & baik amal perbuatannya" (Al-Hadis)

Friday, July 15, 2011

SAIFUL ISLAM: Idea Anda Menarik. Tapi....


۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞


ana suka note yang ana baca dari group GAMIS dan ana copy di sini.
sumber rujukan: abu naila

^_^ terpulanglah jika ada yg ingin judge ana as penyokong artikel ini atau apa, kerana ana suka.

sedikit klarifikasi, suka tidak bermaksud sokong. ana suka kerana ia sangat2 mencabar tinta idea dan minda kita berfikir lantas mena'akul dgn lebih dalam. boleh nampak sebenarnya siapa yang betul krn Haqq dan siapa yg terjual dan menjual agama. terserah anda, ana menyokong ustaz Zaharuddin bukan semata-mata kerana beliau 'tok guru' ana bahkan ana kenal bagaimana beliau memanfaatkn ilmu yg beliau ada dan tidak menyalahgunakan ia.

jika ana menyokong ustaz ana sendiri, tidak dapat tidak yg tergolong bersama-sama beliau juga turut ana hormati. idea penulis note di bawah ana hormati, cumanya sebarang analysis itu terpulang pada anda. ana tidak mudah menghukum. selamat membaca. jangan 'hot2', be c0ol n nice ^_~


Tulisan saudara Hasrizal adalah tulisan yang dihiasi dengan sindiran-sindiran kepada kerajaan.
Pada pandangan saya, tujuan tulisan ini disiarkan secara terbuka adalah untuk:

1.Menanamkan kebencian rakyat kepada kerajaan.
2.Mengajak rakyat menjatuhkan kerajaan yang sedia ada.
3.Mempromosi ideology pembangkang (Pakatan Rakyat).
4.Menghina sebahagian usaha-usaha murni kerajaan dalam membangunkan Negara.
5.Mempertahankan ideology Khawarij (kumpulan anti-pemerintah)
6.Mendapat perhatian masyarakat dalam rangka meningkatkan followers di blog juga “like” di Face Book.
7.Memperjuangkan demokrasi terlampau mengenepikan sistem Islam.
8.Menghina kerajaan.
8 sebab di atas hanyalah tanggapan saya, di mana mungkin sahaja Hasrizal berpegang dengan salah satu sebab di atas atau sebahagian daripadanya atau keseluruhannya. Saya tidak mahu menghukum niat beliau.

Kelapan-lapan perkara di atas adalah hal yang amat berbahaya. Ia mampu memupuk bina pemikiran NEO-KHAWARIJ, LIBERAL dan SEKULAR terlampau. Di sini saya ingin mencadangkan juga 12 perkara seperti yang beliau cadangkan, tetapi dengan nada dan langkah berbeza:

PERTAMA: Mengawal penghantaran pelajar ke Timur Tengah, kerana kebanyakan pelajar sibuk berpolitik dan tidak menghadiri kelas pengajian di university. Khususnya Mesir. Pelajar-pelajar sibukkan diri dengan PMRAM, sehingga ramai dari kalangan mereka tidak pernah ke kelas, sebaliknya sibuk dengan politik, melancong bahkan ada yang pulang bekerja di Malaysia dan setahun sekali ke Mesir untuk menghadapi peperiksaan tahunan. Tetapi Hasrizal bukan merupakan pelajar Mesir sebalik beliau adalah graduan dari Jordan. Walaubagaimanapun, perlu diingatkan ideology IKHWAN AL-MUSLIMIN berada di mana-mana. Jika di Mesir ia bergerak secara rahsia, manakala di Jordan agak sedikit terbuka.

KEDUA: Pantau pelajar-pelajar yang menyertai atau yang dipengaruhi oleh IKHWAN AL-MUSLIMIN. Kerana gerakan inilah yang memusnahkan cara berfikir manusia. Dan penghasilan pengganas kebanyakannya adalah daripada aliran ini. Bahkan penulis artikel di atas pun adalah daripada aliran IKHWAN AL-MUSLIMIN. Pemuja Hassan al-Banna danSyed Qutb, juga DR YUSOF AL-QARADHAWI adalah ciri-ciri mereka. Musuh mereka adalah WAHHABI. SelamanyaIKHWAN AL-MUSLIMIN bertentangan dengan AL-WAHHABI. Kerana IKHWAN menyeru kepada pemberontakan terhadap pemerintah manakala WAHHABI menyeru kepada mentaati pemerintah.


KETIGA: Gamkan kelompok-kelompok yang mendokong BERSIH samada dengan perbuatan, penulisan atau perkataan daripada media-media kerajaan. Khususnya ustaz-ustaz yang jelas menyokong ideologi pembangkang di media-media kerajaan. Mereka berebut-rebut untuk mendapatkan tempat di TV, TV3, TV9, TV1 dan ASTRO demi untuk mempromosikan ideologi-ideologi mereka. Setelah mereka popular dan mendapat peminat, mereka akan meninggalkan media-media ini, dan membangkang kerajaan. Media-media hanyalah batu loncatan untuk mereka. Mereka sempat buat duit banyak dengan program-program tv.


KEEMPAT: Wujudkan subjek khusus tentang kepentingan mentaati pemerintah menurut Al-Quran dan Al-Sunnah al-Shahihah sesuai dengan petunjuk ulama-ulama muktabar. Kerana pemberontak sering berhujjah dengan al-Sunnah al-Dhoifah (hadis lemah dan palsu).


KELIMA: Jelaskan juga metodologi sebenar dalam memahami Al-Quran dan Al-Sunnah al-Shahihah. Di mana petunjuk Salaf al-Shalih dijadikan sebagai teras kefahaman. Berbeza dengan pemberontak, mereka mengulas Al-Quran dan al-Hadis sesuka hati mereka, kemudian mereka mencipta kaedah-kaedah sebagai alas an untuk mengharuskan pemberontakan seperti demonstrasi bersih. Patutkah hujjah keharusan berdemonstrasi adalah solat berjamaah dan berhimpun di padang arafah? Di mana suara-suara Ustaz-ustaz PAS? Ustaz Zaharuddin, Ust Hasrizal, Dr.Abdul Basit, Ashraf Imam Muda. Di mana suara-suara anda????? Betulkah penghujjahan di atas? Atau kalian takut nak bersuara sebab Tok Guru yang kata? Atau adakah kalian nasihat Tok Guru dengan cara sir? Atau kalian juga bersetuju dengan hujjah Tok Guru? Aib, aib.


KEENAM: Fokuskan kepada usaha memartabatkan agama. Islamisasikan UMNO. Jadikan Islam tonggak perjuanganUMNO di samping mempertahankan hak-hak bangsa melayu. Jangan jadikan agama untuk kepentingan politik seperti pembangkang yang jelas menjual agama demi politik. Tetapi PAS sekarangpun dah belakangkan suara “NEGARA ISLAM”. Di mana suara-suara ustaz-ustaz PAS seperti Ustaz Zaharuddin, Hasrizal, DR. Abdul Basit ketika pemimpinPAS tawarkan syurga bagi sesiapa yang pangkah PAS? Di mana suara-suara anda????? Betulkah penghujjahan di atas? Atau kalian takut nak bersuara sebab Tok Guru yang kata? Atau adakah kalian nasihat Tok Guru dengan cara sir? Atau kalian juga bersetuju dengan hujjah Tok Guru? Aib, aib. Tolong jawab dalam program TANYALAH USTAZ.


KETUJUH: Perkenalkan kepada masyarakat siapakah KHAWARIJ. Kelompok antic inilah yang merosakkan ideology manusia. Mereka telah muncul di zaman Nabi. Kini yang tinggal adalah ideology mereka. Abad ini, KHAWARIJ terbesar adalah IKHWAN AL-MUSLIMIN. Penyokong dan pendokong mereka ada di mana-mana. Mereka memanfaatkan ngo-ngo juga parti-parti politik dalam usaha penyebaran fikrah. Di mana ada mereka di situlah ada pemberontakan kepada kerajaan. Mereka suka kepada popularity. Mereka meng”ayat” pembaca melalui tulisan-tulisan cintakan agama walhal matlamat mereka adalah JATUHKAN KERAJAAN. Bahkan usaha merosakkan minda pelajar telah bermula di peringkat sekolah hingga ke university. Dengan bertopengkan nama “USRAH” mereka memasukkan elemen-elemen anti-kerajaan ke dalam silibus-silibus pengajian. Antara tag-line mereka “WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ALLAH”. Hal ini, telah disebut oleh para sahabat Nabi SAW zaman berzaman.


KELAPAN: Wujudkan hubungan langsung antara ulama dengan pemerintah. Ulama yang rabbani. Yang berpijak teguh di atas Al-quran dan al-Sunnah berdasarkan petunjuk salaf, Ulama-ulama inilah yang akan memberi nasihat dengan telus, tanpa kepentingan, tanpa populariti.


KESEMBILAN: Hati-hati dengan tokoh-tokoh IKHWAN AL-MUSLIMIN seperti Dr Yusof Al-Qaradhawi dan konco-konconya yang memperjuangkan ideology memberontak kepada kerajaan. Fatwa Al-Qaradhawi: sesiapa mati dalam demonstrasi di Mesir, maka dia mati syahid!!. Fatwa ini sangat berbahaya. Fatwa mempromosi demonstrasi jalan yang mengakibatkan huru-hara. Di mana suara-suara Ustaz-ustaz PAS? Ustaz Zaharuddin, Ust Hasrizal, Dr.Abdul Basit. Di mana suara-suara anda????? Betulkah penghujjahan di atas? Atau kalian takut nak bersuara sebab Al-Qaradhawi yang kata? Atau adakah kalian nasihat Al-Qaradhawi dengan cara sir? Atau kalian juga bersetuju dengan hujjah Al-Qaradhawi? Khususnya pd Ust Zaharuddin yang sering menyebut dalam ceramah-ceramahnya “Syaikhuna Dr Yusof Al-Qaradhawi” maksudnya “guru kami Dr Yusof Al-Qaradhawi”.


KESEPULUH: Kerajaan tidak perlu bimbang kepada isu-isu khilafiah fiqh. Tetapi TAKUTILAH isu-isu AQIDAH yangdiFIQHkan juga dirasionalkan oleh IKHWAN AL-MUSLIMIN seperti isu JIHAD, DEMONSTRASI, MENJATUHKAN PEMERINTAH, KUTUK PEMERINTAH SECARA TERBUKA dan lain-lain. Ketahuilah wahai pemerintahku bahawa isu yang berkaitan dengan ketaatan kepada pemerintah adalah sebahagian dari dasar-dasar aqidah Ahli Sunnah wa Al-Jamaah.


KESEBELAS: Perbanyakkan program-program agama di media, masjid dan tempat-tempat terbuka. Biarlah bersilibus dalam memastikan keberkesanan program.


KEDUA BELAS: Pemimpin-pemimpin kerajaan perlu diberikan penjelasan tentang isu-isu Islami agar tidak memberikan pandangan sesuka hati.


KETIGA BELAS: Kerajaan tolong pantau senarai nama Ustaz-ustaz ini kerana mereka adalah pendokong demonstrasi:

1. Ustaz Zaharuddin
2. Ust. Zahazan
3. Ust Dr Abdul Basit
4. Ust. Dr Maszlee Malik
5. Ust Nidzam Abdul Kadir
6. Ust Aizam Mas'ud (Pegawai Di Jakim) hairan, mcm mana JAKIM terlepas pandang Ustaz nie?
7. Ust. Hasrizal Abdul Jamil
8. Ust. Dr Zulkifli al-Bakri
9. Ust. Khairuddin aman Razali
10. Imam Muda Ust Ashraf
11. Ust Ramadhan Fitri
12. Dr. Wifaq

Berikut adalah senarai nama Ustaz-ustaz yang menyokong demonstrasi. Nama-nama mereka disebut satu persatu oleh Ust Zaharuddin Abdul Rahman (UZAR) beserta gambar latar di link:

www.youtube.com/watch?v=ObSmxjnQNxY

Mereka menamakan kelompok mereka sebagai Ulama Wasathiyyah dan perhimpunan mereka sebagai USRAH ILMUAN SYARI"AH. Mohon pihak berkuasa memantau perkembangan ideologi mereka.

Cukuplah di sini. 13 vs 7

Bandingan Orang Yang Berjuang Dengan Cara Yang Kasar

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞


by: Ahmad Khairul Ikhwan Abdullah Jr

Bandingan orang yang memperjuangkan Islam dengan cara yang agak kasar, tidak berakhlak dan tidak sabar seperti orang yang menghidangkan makanan yang lazat dan sedap kepada tetamu tetapi dengan cara mencampakkanya dihadapan tetamu tersebut.

Cara tersebut tidak beradab, mengguriskan hati tetamu dan kurang ajar. Sanggupkah tetamu tersebut memakannya sekalipun tetamu tersebut ayah dan ibu, adik-beradik atau kawan-kawan kita. Walaupun makanan yang dihidangkan ialah KFC, ayam goreng dan ikan masak tiga rasa. Jawapannya sudah tentu tidak. Bukan sahaja tetamu tidak menjamu makanan tersebut akan tetapi tetamu tersebut tidak akan datang ke rumah kita lagi.


Sebaliknya kalau cara hidangan tersebut beradab, lemah lembut dan berakhlak, walaupun makanan cuma ikan kering dan nasi putih, tetamu yang datang bertandang ke rumah kita merasa puas dan dihargai. Tetamu cukup menghargai apa yang kita hidangkan walaupun dalam keadaan yang ala kadar. Yang penting bukan terletak kepada hidangan sebaliknya cara kita menghidangkan dan melayan tetamu tersebut.


Inilah bandingan yang tepat, kita berikan kepada pendakwah Islam dan pendakyah Kristian pada masa kini. Hidangan yang sedap tetapi tidak beradab boleh diumpamakan dengan agama Islam yang mana Islam itu agama terbaik, benar, rahmat akan tetapi umatnya tidak menunjukkan ajaran Islam yang sebenar. Hidangan yang ala kadar tetapi dihidangkan dengan penuh beradab boleh diumpamakan kepada agama Kristian dan pendakyah mereka. Kristian satu agama yang berlaku banyak penyelewengan, percanggahan dan kesalahan di dalamnya kelihatan cantik kerana penampilan cantik penganutnya.


Sebab Islam agama yang cantik, benar dan rahmat disampaikan dengan cara yang keras, menyakitkan hati orang lain bukan sahaja orang bukan Islam akan menolaknya akan tetapi umat Islam sendiri akan menolaknya. Bukan salah Islam akan tetapi yang bersalah ialah orang yang menyampaikannya.


Pendakwah ialah duta kepada agama kita, menyampaikan risalah Islam, menerangkan ajarannya dan memperkenalkan kecantikan Islam. Dengan erti kata yang mudah, akhlak pendakwah merupakan cerminan kepada ajaran yang disampaikannya kepada orang lain. Tidak keterlaluan saya katakana kalau pada zaman kini orang bukan Islam dan yang beragama Islam itu sendiri tidak melihat kepada kandungan al-quran dan hadis Rasulullah SAW untuk menilai kebenaran Islam sebaliknya mereka melihat kepada akhlak pendakwah yang menyampaikan risalah Islam. Kalau akhlaknya baik, maka baiklah Islam yang difahaminya dan andainya akhlaknya tidak baik maka rosaklah kefahamanya terhadap Islam yang dilihatnya.



Inilah situasi waqi’ masa kini yang harus diambil perhatian oleh semua pendakwah, sama ada pendakwah daripada pihak kerajaan, NGO Islam, pembangkang dan siapa pun yang ingin berjuang di medan dakwah. Perkara akhlak wajib di ambil perhatian di dalam menyampaikan ajaran Islam. Tanpa wujudnya akhlak ini dakwah akan tempang, kecantikan Islam akan cacat, dan orang ramai akan lari daripada kita.


Kenapa saya bangkitkan isu ini? Hampir semua orang mengetahui bahawa kebanyakan pendakwah Islam masa kini suka marah-marah, mencerca, mengampu dan sebagainya. Akhirnya dakwah yang dijalankan tidak mendapat sambutan daripada masyarakat. Masyarakat bukan tidak suka dengan Islam yang diperjuangkan akan tetapi masyarakat tidak boleh menerima sikap kasar, pemarah, mencerca yang dilakukan. Mereka mengajak masyarakat kepada Islam akan tetapi mereka sendiri tidak menunjukkan ajaran yang sebenar dengan kata yang lain cakap tidak serupa bikin. Bagaimana masyarakat boleh yakin dengan Islam sekiranya pendakwah sendiri tidak menunjukkan contoh teladan yang baik.


Masa kini, penceramah silih berganti menyampaikan ceramah tentang Islam di TV dan radio. Mereka katakan Islam itu agama rahmat, Islam agama sempurna, dengan Islam semua masalah akan selesai akan tetapi ceramah tingal ceramah tidak ada roh di dalamnya. Masalah umat Islam terus bertambah, kes buang anak, rempit, hisap dadah dan bermacam-macam lagi jenayah yang berlaku dilakukan oleh umat Islam. Bagaimana orang kafir boleh yakin kepada Islam andainya umat Islam sendiri tidak yakin kepada agamanya. Masa kini isu menghina agama berleluasa, kenapa orang kafir berani menghina agama Islam? Jawapannya ialah kerana sudah wujud dikalangan umat Islam sendiri yang menghina agamanya. Dengan keadaan seperti ini bukan sahaja orang bukan Islam tidak mendapat rahmat akan tetapi umat Islam sendiri tidak Nampak apa kecantikan agama Islam.


Oleh itu, Islam mestilah diperjuangkan bersama akhlak yang mulia dan terbaik, akhlak di sini ialah seperti mana yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan lebih daripada itu akhlak yang baik merupakan satu hukum Islam yang mesti diperjuangkan juga. Yang mana hukum fardhu ain mendahului hukum kenegeraan dan undang-undang sivil. Firman Allah SWT:

“Sesungguhnya bagi kamu pada Rasulullah itu adalah contoh yang baik.” – Al-Ahzab: 21

“Sesungguhnya engkau Muhammad mempunyai akhlak yang agung.” – Al-Qalam: 4


Allah SWT memuji akhlak Rasulullah SAW, betapa hebatnya akhlak baginda sehinggakan memikat hati orang-orang bukan Islam untuk memeluk agama Islam. Di dalam satu hadis Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya.”- Riwayat Tabrani


Selama ini kita memperjuangkan Islam mengikut acuan kita dan bukan mengikut acuan Islam yang pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW. Orang yang tidak mengikut cara kita dan idea kita katakan bukan-bukan terhadap mereka. Sehingga ditahap yang lebih teruk mereka yang menolak pemikiran kita, kita katakan mereka sebagai pembawa ajaran bidaah. Sedangkan kalau kita kembali ke zaman awal perkembangan dakwah Islam di Kota Makkah mahupun di Kota Madinah satu ayat pun Rasulullah dan para sahabat tidak pernah mengeluarkan kata-kata kesat terhadap penentang Islam. Ketika umat Islam diboikot selama tiga tahun, Rasulullah tidak putus-putus menyampaikan dakwah dengan penuh kasih sayang dan lemah lembut terhadap kaum Quraisy Makkah.


Di zaman Nabi Musa, ketika mana Allah SWT memerintahkannya bersama Nabi Harun untuk memberikan peringatan terhadap Firaun yang mengaku Tuhan, Allah SWT memerintahkan supaya baginda memberikan nasihat terhadap Firaun dengan lemah lembut dan jangan berkasar. Sedangkan Firaun telah melampaui batas sehingga mengaku Tuhan akan tetapi dakwah mestilah dilakukan dalam keadaan yang berhikmah dan jangan kasar terhadap mad’u. Ketika mana Nabi dan Rasul berdakwah dengan penuh kasih sayang dan lemah lembut kenapa kita harus kasar di dalam menyampaikan dakwah kepada orang lain. Adakah kita lebih hebat daripada Rasulullah SAW sehingga kita boleh bersikap kasar terhadap orang lain. Sedangkan Rasulullah dalam masa 23 tahun Berjaya mengislamkan seluruh jazirah Arab akan tetapi Negara kita telah merdeka 50 tahun bukannya makin ramai yang memeluk Islam sebaliknya makin ramai yang murtad daripada agama Islam.


Saya mempunyai satu pengalaman yang boleh dikongsi bersama, sebagai peringatan. Yang baik kita ambil dan yang tidak baik kita buang jauh-jauh. Selepasa saya memeluk agama Islam, saya mula mencari guru yang boleh mengajar membaca al-Quran. Biasanya ustazlah yang akan dicari akan tetapi ustaz yang saya temui tidak layak dipanggil ustaz apa lagi untuk mentarbiyah. Saya baru memeluk Islam beberapa bulan akan tetapi ustaz yang saya temui ini suka marah-marah, panas baran sekiranya saya salah menyebut perkataan arab, tidak lancar membaca dan sebaginya. Ustaz tersebut menganggap saya seperti orang lain yang lahir dalam keluarga Islam. Sikap ustaz tersebut bukan menarik minat saya untuk belajar al-Quran sebaliknya saya tidak berminat kerana sikapnya yang tidak berakhlak. Akhirnya saya mencari ustaz lain yang lebih baik kefahamanya terhadap Islam.



Kalau kita bandingkan dengan akhlak pendakwah Islam dan pendakwah Kristian, mereka lebih baik akhlaknya. Terkadang pendakwah Islam menjadi hakim dan bukannya sebagai murabbi. Apabila ada orang yang berjumpa untuk meminta nasihat, mengadu masalah dan meminta pertolongan, ustaz-ustaz kita terus menghukum, kamu akan masuk neraka, dosa kamu dosa besar dan banyak lagi perbuatan yang tidak sepatutnya dilakukan lebih-lebih lagi mereka bergelar ustaz. Akhirnya mereka hilang kepercayaan terhadap ustaz yang mereka harap-harapkan. Di dalam agama Kristian pula Paderi-paderi mereka cukup berstrategi di dalam menyampaikan dakwah mereka. Orang-orang yang bermasalah datang mengadu dilayan dengan cukup baik dan lemah lembut. Mereka bagaikan seorang cikgu yang sedang mengajar anak muridnya diberikan harapan dan sokongan yang cukup bersungguh dan tidak marah. Mereka sabar dan sedia mendengar rintihan. Mereka bertindak sebagai penasihat dan bukannya penghukum. Dengan cara sedemikian cukup memikat orang untuk mereka mendekati agama Kristian lalu memeluk agama ini.


Antara sebab kenapa berlakunya murtad di kalangan saudara baru kerana sikap panas baran dan tidak berakhlak ustaz-ustaz kita. Sedia maklum bahawa saudaran baru ini mempunyai pelbagai masalah. Ujian kewangan selepas memeluk agama Islam, keluarga tidak mengaku anak, dihalau dari rumah, kena sumpah, kena tampar dan sebagainya. Dengan ujian seperti ini, sudah pastinya mereka memerlukan dokongan dan sokongan di dalam mengharungi kehidupan. Akan tetapi sokongan dan dokongan yang diharapkan tidak ada, sebaliknya kehidupan mereka semakin susah. Memohon zakat terpaksa melalui pelbagai syarat bodoh, kaunseling yang diberikan bukan nasihat sebaliknya berbentuk hukuman dan akhirnya saudara baru tersebut apabila kecewa mengambil keputusan untuk murtad.


Agak menghairankan, apabila ustaz-ustaz ini mendapat ijazah di luar Negara akan tetapi mereka tidak memahami apa itu dakwah. Paderi Kristian lebih memahami apa itu dakwah walaupun hanya belajar di dalam Negara. Oleh itu, para pendakwah haruslah membuat satu penilaian semula di dalam memberikan imej yang baik terhadap agama Islam sekiranya ingin melihat Islam terus dihormati dan di sanjung bukan sahaja oleh orang Islam sendiri akan tetapi juga orang bukan Islam.

Thursday, July 14, 2011

Rela kerna cinta


۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞

memetik lirik Hijjaz dari Pelita Hidup, buat para pendukung kebenaran sekalian.. "Sunnah Orang Berjuang"

moga Allah rahmati langkah kalian mengorak perubahan kepada yg lebih baik. especially buat ustaz Zamri mantop yang berani bersama-sama sekalian asy-syu'ub & asy-syabab Maliziy; InnAllaha ma'ana..!


Berjuang menempah susah
Menanggung derita menungkah fitnah
Itulah gelombang hidup samudera duka
Seorang mujahid membela tauhid

Dipisah dia berkelana
Dibelenggu dia uzlah menagih bina
Namun jiwa tetap mara memburu cinta
Membara demi Allah dan Rasulnya

Berjuang tak pernah senang
Ombak derita tiada henti
Tenang resah silih berganti
Inilah sunnah orang berjuang


Malamnya bagai rahib merintih sayu
Dihiris dosa airmata
Siangnya bagaikan sinar dirimba
Memerah keringat mencurah tenaga

Sudah sunnah
Berjuang ke jalan allah

Berjuang memang pahit
Kerana syurga itu manis
Bukan sedikit mahar yg perlu dibayar
Bukan sedikit pedih yg ditagih

Berjuang ertinya terkorban
Rela terhina kerana kebenaran
Antara dua jadi pilihan
Dunia yg fana atau syurga

Wednesday, July 13, 2011

Catatan Aku, Rakyat Marhein yang Tidak Berdosa!


catatan perjalanan bersih dari sahabat ana di FB:
Nazirah Nur Mukmin‏ في 11 يوليو، 2011‏، الساعة 06:10 مساءً

*******************************************************************************

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞


Salamun'ala manittaba'al huda.

Saya coretkan segala memori BERSIH 2.0 di sini buat peninggalan generasi selepas saya untuk mereka baca sekiranya saya sudah tidak ada kelak ^_^ Saat saya menulis, kesemua memori itu seolah-olah wayang yang dimainkan didepan mata.

.::. Pagi itu saya dan 6 orang teman serumah bersiap seawal mungkin untuk bergerak ke sana. Malah Amie yang begitu bersemangat pagi-pagi seawal jam 7.30 pagi sudah berdiri tegak dihadapan pintu rumah. Masak dan makan beramai-ramai akan menjadikan pagi BERSIH satu kenangan yang takkan kami lupakan. Kami berpecah dengan 4 menaiki tren dan 4 orang menaiki motorsikal.

..::. Sudah hampir 3 bulan saya tidak menaiki motorsikal, dan pagi BERSIH itu saya menaikinya semula. Allah, hanya Tuhan yang tahu betapa saya sungguh gembira. Terima kasih kepada ustaz Ridhuan Helang Senja kerana sudi meminjamkan saya BGN yang sungguh berjasa ^_^

..::.. Tidak tahu mahu bergerak ke mana kerana sekatan polis yang menggila, saya dan Shahidat beserta Maryam dan Karimah memilih untuk melalaui lorong-lorong kecil menuju ke Pasar Seni. Tiba di sana seakan buntu tidak tahu mahu berbuat apa. Menunggu hampir 30 minit dengan hanya 4 orang kami sahaja. Ramai orang di sana, ada yang tua, ada yang muda, ada yang tertidur kerana penat bertolak daripada jauh barangkali. Dan saya sempat membeli seekor ram-rama untuk diletakkan di atas kepala ^_^ Dan ia masih hidup hingga kini sekalipun meredah hujan dan asap bersama saya.

.::.. Tiba-tiba sedang kami berdiam diri, di depan KTM Kuala Lumpur, terdengar laungan Takbir! Allahuakbar! Allahuakbar! Berderau darah saya, sudah bermulakah? sedangkan jam baru menunjukkan angka 12.30 tengahhari. SMS yang saya dapat memberitahu perarakan ke Stadium Merdeka hanya pada selepas solat zuhur.

..::.. Tanpa sebarang arahan, tanpa sebarang pembesar suara, semua yang berada di situ secara serentak berlari-lari memasuki crowd di sana. Seolah-olah kesemuanya dipukau ke sana, saya kira ribuan ummat dengan pelbagai rupa ada. Baik cina, melayu mahupun India.

..::.. Kesemua mereka berjalan dengan aman, tidak ada yang mematahkan sekalipun sebatang ranting pokok, berjalan ke arah bangunan pejabat Pos Malaysia. Sungguh saya teruja berada dicelahan mereka. Ada yang berkecek klate, berinteraksi dengan loghat Kedah, mung aku dengan Terengganunya, saya fikir ini baru 1Malaysia.

.::.. Baru sahaja melepasi bangunan Pos Malaysia, tanpa diduga gas pemedih mata dilepaskan secara membabi buta. Sungguh saya kira yang melepaskan itu lebih buta dari babi. Tidak berfikirkah mereka, ada si tua, si kecil dan si kurang upaya yang tidak bersalah? Buat kali pertama air mata beribu manusia tumpah di situ, hanya kerana kerakusan nafsu sang boneka yang menjadi tunggangan kerajaan durjana.

..::. Kesemua berpatah semula, terbatuk-batuk mencari oksigen, saling memberi air dan garam, mengelap muka dan saling membantu. Sungguh ajaibnya apabila mereka ini tidak pernah mengenal siapa yang dikiri mahupun di kanan mereka. Apa yang terbayang adalah, aku kena bantu dia! Aku kena bantu dia! Allahuakbar! Air mata saya menitis saat itu bukan kerana pedihnya gas beracun tetapi memikirkan laknatnya mereka yang sanggup menindas rakyat sedemikian rupa.

.::. Kami berjalan semula, melalui Pasar Seni ke Masjid Negara, sungguh bangsat mereka yang menyekat kami daripada bersolat di dalam rumah Allah yang mulia. Berpatah semula, saya melihat saat itu bertebaran ummat manusia sujud di kiri kanan jalan, ditepi-tepi sungai, di atas rumput, mendoakan yang terbaik buat rakyat. Zohor berlalu dan kami pantas bergerak ke Stadium Merdeka

..::.. BERSIH! BERSIH! BERSIH! ALLAHUAKBAR! Itu laungan yang berkumandang disepanjang perjalanan yang tidak pernah meletihkan. Tiba-tiba..... Air hujan mula mencurah-curah, membawa kami ke daerah semangat yang lebih membara! Merasakan Tuhan itu ada bersama kami. Menenggelamkan kami dalam lautan cinta kepada keadilan sejagat.

..::.. Sedang kami berkumpul didepan Stadium, ada yang menjerit; "BERI LALUAN, BERLALUAN" Zasss datangnya Dr Hatta dengan badan yang menggigil kesejukan tapi wajahnya mempamerkan semangat yang menyala-nyala. Laungan BERSIH kembali bergema, "BERSIH!BERSIH!BERSIH!"

..::.. Tidak berapa lama, berbunyi pula satu suara, "BERI LALUAN......" Nah datang pula si rakyat berbangsa India dengan sebelah kaki yang tiada melaungkan "REFORMASI!!" Saat itu berderai air mata saya! Si dia yang kudung sudi menapaki jalanan ini, lantas apalagi yang saya mahu lihat! Its is enough! Saya tahu, rakyat sudah benar-benar marah!

..::.. Berpatah semula ke KLCC, saya kira langkah yang sudah hampir 20KM itu tidak disedari lantaran kiri dan kanan saya diapit mereka yang dahagakan keadilan. Laungan terus bergema, Takbir makin menongkah arus. FRU dan polis kembali tergugat, DUMP!!! DUMP!! Ledakan gas pemedih mata dilepaskan sekali lagi, tercungap-cungap sahabat saya bagai meminta nyawa. Sekali lagi, saling membantu, ku berikan air, dan kau berikan garam padaku. Terima kasih Tuhan untuk anugerah BERSIH ini.

..::.. Belum sempat ke KLCC, dibelakang saya ada seorang budak sindrome down menjerit "Bodoh punya polis, bodoh punya polis" Saya terfikir, tahukah dia apa yang sedang dijeritnya? Dia sendirian ke BERSIH tanpa seorang teman pun di sisi? Allah...... Sekali lagi air mata saya diragut situasi yang melanda.

..::.. Tiba-tiba kawasan Bukit Nanas bingit dengan bunyi"neno-neno-neno", kenderaan FRU mula memenuhi kawasan tersebut, dengan helikopter yang sengaja direndahkan, kesemuanya menghalau lautan ummat manusia di situ. Polis mula mengejar seorang demi seorang, dan rakan saya berlari sehinga ke dalam hutan disebalik kawasan perumahan.

..::.. Mamak yang membuka gerai membukakan laluan pintu belakang mengajak rakyat berlindung disitu, garam dihulur dan alhamdulillah kami bersekutu membawa mesej yang sama.

..::.. Terlalu banyak yang mahu saya coretkan lagi, namun kesemuanya takkan mampu melakarkan apa yang saya dan ratusan ribu yang lain rasa. Sungguh kami kira, jalannya kami dibumi Kuala Lumpur ini takkan mampu dihalang dek polis durjana, kerana kami sudah sedar yang kuasa rakyat jauh melangkaui apa yang mereka ada. TUHAN! SAKSIKAN AIR MATA KAMI YANG MENITIS, PELUH KAMI YANG MENITIK INI, AGAR MENJADI BUKTI YANG SATU KETIKA MEREKA-MEREKA ITU PERNAH MELUKAKAN KAMI!

Mereka kata yang hadir 1000. Tetapi saya menyaksikan ratusan ribu menongkah asap dan fru demi perjuangan rakyat!

Friday, July 8, 2011

B.E.R.S.I.H versi MZ

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞


ditujukan khas untuk semua pejuang-pejuang 'kemerdekaan' Malaysia dan seluruh dunia. 9hb akan terlakar satu sejarah buat tanah air tercinta. ana di sini hanya mampu sampaikan doa moga segalanya selamat dan aman.


UNTUK PENYKONG BERSIH

Panduan ringkas perhimpunan Bersih 2.0

1. Apa yang perlu anda buat apabila DIBERHENTIKAN polis?
o Minta beliau tunjukkan Kad Kuasa Polis
o Catit nama dan nombor anggota yang tercatat dalam Kad Kuasa Polis
o Jika beliau berpakaian seragam, catit nombor anggota pada pakaian seragam
o Jika beliau berkenderaan, catit nombor pendaftaran kenderaan

2. Apa perlu anda buat jika diminta pengenalan diri?
o Berikan nama, nombor kad pengenalan dan alamat sahaja
o Jangan sekali-kali menyerahkan kad pengenalan anda kepada polis; hanya tunjuk sahaja
o Jika polis paksa anda serahkan kad pengenalan, minta dikeluarkan Borang Pemeriksaan sebagai bukti kad pengenalan dirampas

3. Bilakah anda ditahan?
o Apabila anda dihalang beredar dari tempat tersebut
o Apabila anda digari

4. Apa harus anda buat apabila ditahan?
o Jangan melawan dan jangan beri alasan kepada polis untuk gunakan kekerasan
o Tanya apakah alasan anda ditahan
o Tanya ke balai mana anda akan dibawa

5. Apakah hak anda setelah ditahan?
o Anda berhak membuat panggilan telefon kepada keluarga dan/atau peguam dan maklumkan balai tempat anda dibawa, sebab tangkapan dan nama polis yang membuat tangkapan

6. Berapa lama polis boleh menahan anda?
o Polis boleh menahan anda tidak melebihi 24 jam di balai atau lokap polis
o Anda boleh ditahan melebihi 24 jam jika anda diberikan Perintah Reman oleh Mahkamah Majistret tertakluk kepada tempoh maksimum 7 (4+3) hari bagi kesalahan menghadiri perhimpunan ‘Bersih 2.0’

7. Apakah yang perlu dibuat apabila anda dibawa ke hadapan Majistret untuk mendapatkan Perintah Reman?
o Beritahu polis/Majistret bahawa anda ingin diwakili peguam
o Jika anda diwakili peguam, anda tidak perlu bercakap kerana peguam yang akan bercakap bagi pihak anda di hadapan Majistret
o Anda hanya perlu beritahu peguam yang mewakili anda sekiranya anda sakit, didera, diugut atau tidak diberikan makanan/air/pakaian secukupnya semasa dalam tahanan. Buat laporan polis dengan segera jika berlaku keadaan sedemikian
o Beritahu juga kepada peguam sama ada polis telah menjalankan penyiasatan semasa anda dalam tahanan

8. Apakah yang perlu dibuat apabila polis ingin merakam Kenyataan Bertulis semasa dalam tahanan?
o Kenalpasti nama dan pangkat pegawai yang menyoal siasat anda
o Berikan nama penuh, umur, alamat dan pekerjaan (butir-butir peribadi) jika diminta
o Selain memberikan butir-butir peribadi, anda dinasihatkan untuk berdiam diri dari menjawab soalan dari pegawai polis
o Jika anda memilih untuk berdiam diri, katakan “saya akan jawab di mahkamah” terhadap sebarang soalan yang dikemukakan kepada anda dan polis tidak boleh memaksa, mengugut atau memukul anda jika anda enggan menjawab soalan

9. Bilakah anda didakwa di mahkamah ?

o Anda boleh didakwa di mahkamah pada atau sebelum tempoh reman yang diberikan terhadap anda tamat
o Anda didakwa jika pertuduhan dibacakan terhadap anda di hadapan seorang Majistret/Hakim dan anda ditanya sama ada mengaku bersalah atau minta dibicarakan
o Pastikan anda MENGAKU TIDAK BERSALAH dan peguam ‘Bersih 2.0’ akan mewakili anda sehingga perbicaraan selesai

Disediakan oleh: Unit Tindakan Undang-Undang Jenayah, Jabatan Undang-Undang & Hak Asasi Manusia (JUHAM), Dewan Pemuda PAS Malaysia dengan kerjasama Lajnah Undang-Undang PAS Pusat

Jika Anda Ditahan Hubungi No. Telefon Hotline Bilik Gerakan PEGUAM, Dewan Pemuda PAS Malaysia :

1. 0 1 6 – 3 1 2 6 4 6 3
2. 0 1 6 – 3 1 2 6 4 7 3
3. 0 1 4 – 6 4 5 1 7 5 3
4. 0 1 2 – 3 9 2 8 3 7 9



إذا همت نفسك بمعصية فذكرها بالله .. فإن رفضت فذكرها بأخلاق الرجال .. فإن رفضت فذكرها بالفضيحة إذا علم الناس .. فإن رفضت فاصرخ واستغث بالله فلا عاصم لك الا الله



juga utk ahli-ahli PPMA-Jordan yang akan ke Maher Zain concert minggu depan. he. selamat berhibur dengan mengambil ibrah.

Wednesday, July 6, 2011

ingat tiga perkara

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞


تــــــذكر دائما ثـــــلاث :
.
⇓ ⇓ ⇓ ⇓ ⇓ ⇓
.
.
.
.
.
.
◄ تحب
◄ تضحي
◄ تسامح
__________________



وانتبــــه من ثــــــلاث :
◄ تجرح
◄ تخدع
◄ تخون


_________________


ولا تعيـش مع ثـــلاث :
◄ متكبر
◄ جاهل
◄ خائن


________________



واعطي الناس ثـلاث :
◄ المحبة
◄ الوفاء
◄ الكلمه الطيبة


________________



وعندما تحب شخص ابحث فيه عن ثلاث :
◄ الأمـانة
◄ الصدق
◄ الإخلاص


School of Life

"The difference between school and life are in SCHOOL, you were taught a lesson, then given a test to test your IQ, but in LIFE you are given the test first that teaches you a lesson. Test in life is one of the measure's faith or belief in God for all people"