Pages

Friday, August 28, 2009

unta menjadi hakim

Pada zaman Rasulullah s.a.w., ada seorang Yahudi yang menuduh orang Muslim mencuri untanya. Maka dia datangkan empat orang saksi palsu dari golongan munafik. Rasulullah s.a.w. lalu memutuskan hukum unta itu milik orang Yahudi dan memotong tangan Muslim itu sehingga orang Muslim itu kebingungan. Maka ia pun mengangkatkan kepalanya menengadah ke langit seraya berkata, "Tuhanku, Engkau Maha Mengetahui bahawa sesungguhnya aku tidak mencuri unta itu."

Selanjutnya orang Muslim itu berkata kepada Rasulullah s.a.w., "Wahai Rasulullah, sungguh keputusanmu itu adalah benar, akan tetapi mintalah keterangan dari unta ini."

Kemudian Rasulullah s.a.w. bertanya kepada unta itu, "Hai unta, milik siapakah engkau ini ?" Unta itu menjawab dengan kata-kata yang fasih dan terang, "Wahai Rasulullah, aku adalah milik orang Muslim ini dan sesungguhnya para saksi itu adalah dusta."

Akhirnya Rasulullah s.a.w. berkata kepada orang Muslim itu, "Hai orang Muslim, beritahukan kepadaku, apakah yang engkau perbuat, sehingga Allah Taala menjadikan unta ini dapat bercakap perkara yang benar." Jawab orang Muslim itu, "Wahai Rasulullah, aku tidak tidur di waktu malam sehingga lebih dahulu aku membaca selawat ke atas engkau sepuluh kali."

Rasulullah s.a.w bersabda, "Engkau telah selamat dari hukum potong tanganmu di dunia dan selamat juga dari seksaan di akhirat nantinya dengan sebab berkatnya engkau membaca selawat untukku."

Memang membaca selawat itu sangat digalakkan oleh agama sebab pahala-pahalanya sangat tinggi di sisi Allah s.w.t. Lagi pula boleh melindungi diri dari segala macam bencana yang menimpa, baik di dunia dan di akhirat nanti. Sebagaimana dalam kisah tadi, orang Muslim yang dituduh mencuri itu mendapat perlindungan daripada Allah s.w.t. melalui seekor unta yang menghakimkannya.

Thursday, August 6, 2009

Imam Abu Hanifah & ikan

Suatu hari ketika beliau berjalan2 di tepi sungai furat, beliau terdengar ada org ketawa berdekah2. setelah disiasat org yg ketawa berdekah2 itu ialah kumpulan pencuri yg sdg makan daging kambing yg dicuri.. kerana kepuasan dpt mencuri myebabkan mereka ketawa berdekah2.

Imam Abu Hanifah hny memerhatikan gelagat pencuri2 tersebut.

setelah mereka selesai makan, Imam Abu Hanifah ternampak tulang-temulang kambing yg dicuri itu dibuang ke dalam sungai. kemudiannya Imam Abu Hanifah pun beredar dan pergi berjumpa dgn nelayan.

tujuan beliau berbuat demikian ialah utk mengetahui berapa lamakah hayat seekor ikan. lantas diberitahu bahawa hayat seekor ikan ialah tiga tahun. maka selama itulah Imam Abu Hanifah tak makan daging ikan kerana beliau bimbang darah dagingnya ditumbuhi dari benda2 yg syubhah (apatah lagi haram)

begitulah wara'nya Imam Abu Hanifah..

INGATLAH SABDA NABI S.AW.

"Setiap daging yg tumbuh dr hasil yg haram, maka api neraka adalah lebih layak baginya.. (aw kama qaal..)"

~hm, ble bce kisah ni baru ku tahu knp pengikut2 mazhab hanafi xmkn makanan laut. tapi kalo ada sesape yg lg arif tlg explen kt aku lg detail nape smpe xmkn ikan lgsg? sedangkan dikisahkan hny selama tiga thun shj?~

Saturday, August 1, 2009

teka teki Imam Ghazali

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan
murid-muridnya lalu beliau bertanya ( Teka Teki ) :

Imam Ghazali = " Apakah yang paling dekat
dengan diri kita di dunia ini ?"
Murid 1 = " Orang tua "
Murid 2 = " Guru "
Murid 3 = " Teman "
Murid 4 = " Kaum kerabat "
Imam Ghazali = " Semua jawaban itu benar. Tetapi
yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab
itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti
akan mati ( Surah Ali-Imran :185).


Imam Ghazali = " Apa yang paling jauh dari kita di
dunia ini ?"
Murid 1 = " Negeri Cina "
Murid 2 = " Bulan "
Murid 3 = " Matahari "
Murid 4 = " Bintang-bintang "
Iman Ghazali = " Semua jawaban itu benar. Tetapi
yang paling benar adalah MASA LALU.
Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap
kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu.
Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari
esok dan hari-hari yang akan datang dengan
perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama".


Iman Ghazali = " Apa yang paling besar didunia
ini?"
Murid 1 = " Gunung "
Murid 2 = " Matahari "
Murid 3 = " Bumi "
Imam Ghazali = " Semua jawaban itu benar, tapi
yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al
A'raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu
kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke
neraka."


Imam Ghazali = " Apa yang paling berat didunia "
Murid 1 = " Baja "
Murid 2 = " Besi "
Murid 3 = " Gajah "
Imam Ghazali = " Semua itu benar, tapi yang
paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah
Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang,
gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika
Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah
(pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan
sombongnya berebut-rebut menyanggupi
permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia
masuk ke neraka kerana gagal memegang
amanah."


Imam Ghazali = " Apa yang paling ringan di dunia
ini ?"
Murid 1 = " Kapas"
Murid 2 = " Angin "
Murid 3 = " Debu "
Murid 4 = " Daun-daun"
Imam Ghazali = " Semua jawaban kamu itu benar,
tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah
MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan
kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat "


Imam Ghazali = " Apa yang paling tajam sekali
didunia ini "
Murid- Murid dengan serentak menjawab = "
Pedang "
Imam Ghazali = " Itu benar, tapi yang paling tajam
sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana
melalui lidah, manusia dengan mudahnya
menyakiti hati dan melukai perasan saudaranya
sendiri "

School of Life

"The difference between school and life are in SCHOOL, you were taught a lesson, then given a test to test your IQ, but in LIFE you are given the test first that teaches you a lesson. Test in life is one of the measure's faith or belief in God for all people"