Kesulitan dan kemudahan dalam mencari pedamping hidup adalah misteri Ilahi yang harus dilalui dengan kesabaran. Jadi bersabarlah yang menjadi teman sejati untuk mendapatkan sang Pimimpin lahir batin atau sang Bidadari dunia.
dari Hushaim bin Muhsan, bahwa ibu saudaranya datang kepada Rasulullah saw karena suatu keperluan. Setelah urusannya selesai, maka Rasulullah saw bertanya, "Apakah kamu punya suami?" Jawabnya,"Ya" Kata Rasulullah lagi,"Bagaimana sikapmu terhadapnya?" Jawabnya,"Aku tidak pernah mengeluh, kecuali terhadap sesuatu yang aku tidak mampu." Rasulullah saw berpesan,"Perhatikanlah dimana kedudukanmu darinya. Sesungguhnya dia adalah syurga dan nerakamu." [HR. Ahmad]
Ketahuilah para sahabatku, bahwa perkawinan adalah kerja sama antara seorang lelaki dan perempuan dalam rangka membina generasi shalih dan sehat, taat beribadah kepada Allah, mampu membangun kehidupan menjadi lebih berarti. Perkawinan adalah menentramkan hati, istri atau suami adalah pendamping hidup yang siap berbagi, berbagi perasaan, berbagi kerinduan, berbagi kebahagiaan, bahkan berbagi permasalahan. Sungguh indah bukan..???
Menurut Islam, perkawinan itu adalah penyatuan kasih sayang dua insan agar di dalamnya terdapat ketentraman, serperti yang disabdakan Allah dalam Surat Ar-Rum ayat 21 :
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir"
Agar hubungan suami istri dalam suatu perkawinan itu menjadi sempurna, maka Allah menjadikan masing-masing memiliki hak satu sama lain. Firman Allah SWT :
"Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripadanya" [QS.Al Baqarah : 228].
Hak istri yang didapat dari suami adalah :
1. Agar suami mendidik dan mengajar tentang ilmu dan akhlak;
seperti Firman Allah SWT dalam Surat At-Tahrim ayat 6 berbunyi :
"wahai orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya para malaikat yang kasar, keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan"
Menurut Ali ra. maksud ayat ini adalah : didiklah istrimu dengan sopan santun dan akhlak mulia.
2. Mendapat perlindungan dan rasa aman, mendapatkan perlakuan yang baik dalam pergaulan, mendapatkan rasa cinta kasih dari suami;
3. Memberi nafkah lahir dan batin baik dikala sempit atau lapang, memberikan kehidupan yang layak;
4. Menjadikan istri sebagai teman/ rekan hidup;
5. Menghargai, menghormati, mengasihi dengan sepenuh hati, dsb.
Sabda Rasulullah di atas adalah bahwa suami bisa bisa menjadi penyebab istri masuk syurga atau neraka. Ketika istri memenuhi hak suami (kewajiban istri) dengan penuh ikhlas dan rasa cinta kasih, maka syurga menantinya, sedangkan bila tidak, maka istri akan masuk neraka. Na'udzubillah...!
Diantara kewajiban istri kepada suami adalah :
1. Berusaha dengan sungguh-sungguh menyenangkan hati suami;
2. Melayani dan memperhatikan suami serta menghibur di kala sedih dan duka;
2. Tidak mengeluarkan kata-kata yang kurang baik atau membuat suami sedih;
3. Bersikap baik, dan tidak menimbulkan kemarahan suami;
4. Tidak berpergian jika tidak diberi izin suami;
5. Tidak menerima tamu yang tidak disukai suami;
6. Menjaga diri, keluarga, harta suami;
7. Bernuat baik dengan keluarga suami, dsb.
Diriwayatkan oleh Asma' binti Khadijah al Fazazi pernah berkata kepada anak perempuannya ketika melangsungkan pernikahan,
"Sesungguhnya engkau akan keluar dari kehidupanmu, dimana selama ini engaku dipingit. Selanjutnya engkau menuju ranjang yang selama ini belum engkau kenal, dan berkawan dengan seseorang yang selama ini negkau belum pernah bergaul dengannya. Maka jadikanlah dirimu bumi pasti dia akan menjadi langitmu. Jadikanlah engkau sebagai hamparan, maka dia akan menjadi tiang penyangga bagimu. Jadikanlah engkau sebagai hamba perempuan, niscaya dia akan menjadi budakmu. Jika engkau memaksa dalam meminta, maka dia akan memberimu sedikit. Jika engkau menjauhi, pasti dia akan melupakanmu. Jika dia mendekatimu, maka datanglah lebih dekat kepadanya. Janganlah mendengarkan kata-kata darinya kecuali kata-kata yang baik. berusaha secantik mungkin dihadapannya."
Ummu Iyas mengantarkan putrinya kepada suaminya,
" Wahai putriku, jika wasiat ini engkau abaikan karena mengutamakan pesta maka tamu atau pemberi penghormatan, tentu yang demikian itu akan tersembunyi dan jauh darimu. Wasiat ini merupakan peringatan bagi orang yang lalai dan pertolongan bagi orang yang mau menggunakan akal pikirannya. Wahai putirku, seandainya perempuan tidak memerlukan suami karena kedua orang tuanya kaya, tentu engkau tidak akan memerlukan orang-orang dari hal itu. Namun wanita akan sangat berharga dihadapan lelaki lantaran budi pekertinya. Begitu juga lelaki akan menjadi berharga di mata wanita karena budi pekertinya."
Ummu Iyas menlanjutkan wasiatnya,
"Wahai putriku, sesungguhnya engkau telah meninggalkan tempat bernaung, yang selama ini engkau tempati. Kini engkau keluar menuju kehidupan baru. Dimana engkau akan berkawan dan berkumpul dengan seseorang yang belum pernah engkau kenal, dan belum pernah dirimu menjadi miliknya. Jadikanlah dirimu menjadi budak perempuan lelaki itu, pasti dia akan menjadi budak lelaki yang dekat denganmu. Peliharalah beberapa hal ini, pasti akan menjadi pusaka bagimu :
1. Bersikaplah qanaah (menerima apa adanya) bergaul dengan penuh ketaatan. sesungguhnya qanaah itu melegakan hati, dan bergaul dengan akhlak yang baik niscaya akan mendapat ridho Allah;
2. Perhatikan dirimu, tampillah menawan dihadapannya, jangan menampakkan perilaku buruk dan jangalah hidungnya mencium kecuali yang harum dari dirimu;
3. Perhatikan makanannya dan jangan mengganggu tidurnya, karena itu bisa mengundang kemarahannya;
4. Jagalah hartanya, gunakan seperlunya;
5. Janganlah engkau menyebarkan rahasianya, dan jangan menentang perintahnya. Agungkanlah dia, pasti dia akan memuliakanmu. Cobalah selalu memahaminya, pasti dia akan menyayangimu.
Ketahuilah putriku, sesungguhnya engkau tidak akan mewujudkan yang demikian itu jika engkau mengutamakan dirimu dan kesenanganmu sendiri, namun utamakanlah kesenangannya, maka Allah akan memberi kebaikan kepadamu dan akan membantumu.
Pertanyaan untuk kita semua : Kemanakah kita akan membawa keluarga kita, ke syurga atau neraka....?
Bagi Sahabat yang belum menikah, persiapkan diri menjadi Pemimpin yang Adil atau Bidadari Dunia, suatu saat pasti Allah SWT akan memberikan yang terbaik untukmu....
~ * Barokallah, semoga Allah selalu membimbing dan memberikan kemudahan dari semua permasalahan dalam setiap tariikan nafas kita agar dapat membangun keluarga sakinah, mawaddah, warrohmah * ~
Amin....Allahumma amin....
Sumber :
1. Pesan Rasul untuk Kaum Wanita oleh Ummu Fajar Al Qalami;
2. Kado Terindah untuk Istriku Tercinta oleh Abdul Rachman Husein, Lc
~see at this link~
No comments:
Post a Comment