Pages

Wednesday, May 26, 2010

...~..~.. DUKACITA ..~..~...

... Duka cita adalah salah satu penyakit Ruhani....

jika penyakit cemas ( khauf ) menyangkut kekhawatiran tentang masa yang akan datang, maka duka cita (hazn) adalah suatu keresahan tentang masa lampau. Kerugian dan penderitaan dirasakan begitu mendalam sehingga menimbulkan pengaruh buruk dalam kesan dan ingatan seseorang.

Dukacita disebabkan oleh banyak faktor . Diantaranya dikarenakan tetimpa musibah, mengalami kerugian harta benda dan jiwa,serta mengalami banyak kesulitan. Ala kulli hal, semua itu kemudian menjadi pengalaman pahit yang telah lampau yang terus dikenangnya.

Ssetiap orang yang terkena salah satu dari ketiga sebab itu umumnya akan berduka cita. Akan tetapi berat ringannya duka cita itu tergantung dari keadaan mental seseorang.

Adakalanya terjadi,mental seseorang begitu tegar sehingga pabila disentuh musibah dan kesulitan,ia malah berani menghadapi semua itu dengan jiwa yang lapang dan positif. Musibah tersebut dihadapinya dengan tenang,seraya mempelajari masalahnya ,menelaah sebab musababnya untuk kemudian menyelesaikannya dengan langkah - langkah yang sistematis dan terukur. sudah barang tentu jiwa yang tenang dalam menghadapi musibah dan kesulitan semacam ini dapat dipandang sebagai jiwa yang sehat,yang dirahmati ALLAH AZZA WA JALLA.

Sebaiknya, jiwa negatif dan qalbu yang sakit,apabila tersentuh musibah dan kesulitan , akan menjadi lesu, gugup, dan bingumg, untuk kemudian kehilangan kendali yang menjadikannya tidak tahu apa yang mesti dilakukan.akhirnya,menjelmalah sikap dukacita yang mendalam yang kian hari kian menenggelamkan seseorang ke dasar laut keputusasaan yang dalam dan dingin.

Sebagian orang diserang duka cita lantaran terlalu banyak mengenang masau silamnya yang kian jauh atau masa jayanya yang telah sirna. sementara bagian lainnya berduka cita dalam batas - batas yang wajar dapat dikatakan masih mungkin ditanggulangi dan diobati.

Islam tidak menginginkan umatnya berkeluh kesah atas duka cita yang dialaminya . Manusia harus menyadari bahwa apa yang dimilikinya saat ini merupakan pemberian ALLAH TA'ALA semata. Nikmat ALLAH TA'ALA itu hanya sementara saja sifatnya. dan kita harus siap kalau - kalau nikmat yang telah diberikan ALLAH TA'ALA tersebut suatu saat diambil kembali.

Sebagai terapi untuk menghadapi segala cobaan yang diberikan ALLAH Yang Maha kuasa ,manusia dianjurkan untuk bersabar ,ketegaran jiwa,dan penyerahan diri secara total kepada ALLAH SubhanaAllahu Ta'ala merupakan pilar utama dalam menghadapi segala cobaan-Nya.

Firman ALLAH SWT dalam al - Quran:

Dan sesunguhnya Kami akan memberikan cobaan berupa ketakutan,kelaparan,kekurangan harta , kekurangan jiwa ( kematian ) dan kekurangan buah - buahan. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang - orang yang bersabar.yaitu orang - orang yang apabila mendapat cobaan mereka mengatakan, sesungguhnya kami kepunyaan ALLAH dan kepada NYA lah kami akan kembali.''( Q,S :AL -BAQARAH:155-156 )


Semoga artikel ini bisa dibuat pelajaran terutama yang lagi kena musibah.
AMIN
JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA


..:::salam ulangtahun kedua ikrar persahabatan kita buat akhi al-'aziz:::..

Friday, May 21, 2010

Abu Bakar As Siddiq

DALAM catatan sejarah yang mengcover seluruh peristiwa dunia Islam selalu disandarkan pada masa hijrah Nabi dari Mekkah ke Madinah. Peristiwa besar hijrah menjadi tanda permulaan sejarah Islam, kala itu awal mula Allah memberikan kemenangan kepada Rasulullah di tanah suci, satu diantaranya perbuatan makar yang hendak membunuh Rasulullah. Dalam situasi demikian hanya Abu Bakar sendiri yang menemani Rasulullah. Bahkan, hingga sakitnya ketika tak kuat mengimami shalat, Rasulullah minta Abu Bakar menggantikannya.


Abu Bakar adalah muslim pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Sejak masuk Islam besar sekali jasanya membantu Rasulullah dalam berdakwah dan membela kaum muslimin. Maka, tak heran jika kemudian kaum muslimin mengangkatnya sebagai pengganti Rasulullah. Dia yang memulai sejarah lahirnya kedaulatan Islam, menyebar ke timur dan barat, India dan Tionghoa di Asia, Maroko dan Andalusia di Afrika dan Eropa.

Menurut biografi Abu Bakar disebutkan bahwa namanya Abdullah bin Abi Quhafah, dan Abi Quhafah ini nama sebenarnya Usman bin Amir, dan ibunya, Ummul-Khair, sebenarnya bernama Salma binti Sakhr bin Amir. Sebelum Islam ia bernama Abdul Ka’bah, Rasul kemudian memanggil Abdullah setelah masuk Islam. Ia bahkan dijuluki Atiq karena warna kulitnya yang putih.

Semasa kecil Abu Bakar hidup seperti umumnya anak-anak di Mekah. Memasuki usia remaja ia berkerja sebagai pedagang pakaian, dari usahanya ini kemudian ia sukses. Kawin di usia muda dengan Qutailah binti Abdul Uzza lalu lahir Abdullah dan Asma’. Kawin lagi dengan Umm Rauman binti Amir bin Uwaimir yang melahirkan Abdur-Rahman dan Aisyah. Di Madinah ia sempat kawin dengan Habibah binti Kharijah, lalu dengan Asma’ binti Umais lahirlah Muhammad. Kian hari usaha dagangnya juga maju dengan pesat.

Kesuksesannya dalam berdagang disebabkan karena pribadi dan wataknya. Putrinya Aisyah Ummulmukminin melukiskan, ayahnya Abu Bakar yang berperawakan kurus, putih, sepasang bahunya kecil, muka lancip, matanya cekung, dahinya agak menonjol dan urat tangan yang tampak jelas. Aisyah menyebutkan bahwa ayahnya tak pernah minum khamr (arak) sejak sebelum masuk Islam maupun sesudahnya. Perangainya begitu damai, lemah lembut dan sikapnya tenang, tak mudah terdorong hawa nafsu. Ia seorang ahli genealogi—ahli silsilah—bicaranya sedap dan pandai bergaul.

Hidup dan tinggal di Mekkah, sekampung dengan Khadijah Binti Khuwailid, tempat para saudagar dalam perjalanan musim dingin dan panas ke Syam dan Yaman. Itulah yang membuat hubungannya dengan Muhammad dekat terutama setelah Muhammad kawin dengan Khadijah. Keakraban keduanya seperti digambarkan Aisyah: “Yang kuketahui kedua orang tuaku sesudah memeluk agama ini, dan setiap kali lewat di depan rumah kami, Rasulullah selalu singgah ke tempat kami , pagi atau sore.”

Sejak hari pertama masuk Islam, Abu Bakar sudah bersama-sama dengan Muhammad melakukan dakwah demi agama Allah. Karena pengaruhnya besar, banyak yang ikut jejaknya menerima Islam. Seperti Usman bin Affan, Abdur-Rahman bin Auf, Talhah bin Ubaidillah, Sa’d bin Abi Waqqas dan Zubair bin Awwam. Selanjutnya, Abu Ubaidah bin Jarrah dan banyak lainnya dari penduduk Mekkah.

Abu Bakar tak merasa ragu menerima Islam ketika pertama kali disampaikan Muhammad kepadanya. Atas sikapnya itu Rasulullah berkata: “Tak seorangpun yang pernah kuajak memeluk Islam yang tidak tersendat-sendat dengan bergitu berhati-hati dan ragu, kecuali Abu Bakar bin Abi Quhafah. Ia tidak menunggu-nunggu dan tidak ragu ketika kusampaikan kepadanya.”

Padahal Abu Bakar adalah salah seorang pemikir Mekkah yang memandang penyembahan berhala itu suatu kebodohan dan kepalsuan belaka, tapi ketika Muhammad menerangkan tauhid, gua Hira dan wahyu yang diterimanya, ia justru menerimanya tanpa ragu. Tak hanya itu, keberaniannya menerima Islam juga dibuktikan di depan umum.

Dalam menjalankan dakwah tidak hanya dengan kedamaian jiwanya, dengan sifatnya yang lemah lembut, tapi juga dengan hartanya. Cukup diketahui bahwa ketika Abu Bakar masuk Islam hartanya empat puluh ribu dirham lebih yang disimpannya. Selama itu pula ia terus berdagang dan menghasilkan laba yang cukup besar. Sepuluh tahun kemudian setelah hijrah ke Madinah, hartanya tinggal lima dirham. Semua hartanya ternyata habis untuk berdakwah, mengajak orang ke jalan Allah, kekayaannya digunakan untuk menebus orang lemah dan budak yang masuk Islam karena disiksa majikannya.

Suatu ketika Abu Bakar melihat Bilal yang negro itu oleh tuannya dicampakkan ke ladang yang sedang membara oleh panas matahari, dengan menindihkan batu di dadanya lalu dibiarkannya agar ia mati, karena ia masuk Islam. Bilal hanya berkata berulang-ulang: Ahad, Ahad. Ketika itulah ia lalu dibeli Abu Bakar dan dibebaskan. Hal yang sama juga terjadi pada Amir bin Fuhairah.

Kecintaan Abu Bakar kepada Allah dan Rasulullah sangat besar, sehingga ketika Nabi mendapat gangguan dari kaum Kuraisy, ia selalu siap membelanya. Ibnu Hisyam menceritakan, bahwa perlakuan yang paling jahat dilakukan Kuraisy terhadap Rasulullah ialah setelah agama dan dewa-dewa mereka dicela. Yakni ketika berada di Hijr tiba-tiba Rasulullah diserbu dan dikepung, seseorang dari mereka langsung menarik baju Rasul. Abu Bakar sambil menangis menghalanginya sambil berkata: Kamu mau membunuh orang yang mengatakan hanya Allah Tuhanku! Mereka kemudian bubar. Peristiwa itu belum seberapa dibanding dengan peristiwa lain yang memperlihatkan keteguhan iman Abu Bakar kepada Muhammad dan risalahnya.

 Demikian juga sikapnya mengenai isra’, ketika Muhammad berbicara kepada penduduk Mekkah bahwa Allah telah menjalankannya malam hari dari Masjidilharam ke Majidilaqsa lalu bersembahyang di sana. Kisah itu sempat diperolok oleh orang musyrik, malah orang yang sudah Islam pun banyak yang murtad. Mana mungkin? Katanya. Lalu mereka mendatangi Abu Bakar menceritakan ucapan Nabi di masjid, ia membuktikan dengan pergi ke masjid dan mendengarkan Nabi. Usai Nabi melukiskan keadaan Baitulmukadas, Abu Bakar berkata: “Rasulullah, saya percaya”, sejak itu Muhammad memanggilnya dengan “as-Siddiq”.

Sesudah peristiwa isra’ Abu Bakar tetap menjalankan usaha dagangnya, sementara Kuraisy begitu keras mengganggu Nabi dan Abu Bakar serta muslimin lainnya. Ketika kaum muslimin lainnya yang mau tetap bertahan dengan agama mereka Hijrah ke Abisinia, tak terlintas dalam pikiran Abu Bakar unutk ikut bersama. Malah ia tetap tinggal di Mekkah bersama Muhammad, berjuang mati-matian demi dakwah di jalan Allah sambil belajar segala yang diwahyukan Allah kepada Nabi untuk disiarkan kepada umat manusia.

Islam kemudian mendapat kemenangan dengan kekuatan penduduk Yasrib (Medinah) sesudah ikrar Aqabah, Muhammad pun mengizinkan sahabat-sahabatnya hijrah ke kota itu. Orang-orang Kuraisy tidak tahu, Muhammad ikut hijrah atau tetap tinggal di Mekkah seperti tetkala kaum muslimin hijrah ke Abisinia. Abu Bakar lalu meminta izin kepada Muhammad akan pergi hijrah, dan dijawab: “Jangan tergesa-gesa, kalau-kalau Allah nanti memberikan seorang teman kepadamu.”

Sejak kaum muslimin pindah ke Yasrib, Abu Bakar tahu kalau kaum Kuraisy memaksa mereka dikembalikan ke Mekkah. Mereka kemudian dipaksa pindah agama, disiksa dan dianiaya. Abu Bakar mengetahui orang-orang musyrik itu berkumpul di Darun-Nadwah, berkomplot hendak membunuh Muhammad. Kalau ia menemani Muhammad dalam hijrahnya itu lalu Kuraisy bertindak membunuh Muhammad, maka Abu Bakar juga dibunuhnya. Sungguh pun begitu, ketika ia diminta Muhammad menunda, ia pun tak ragu.

Sejak itu Abu Bakar telah menyiapkan dua ekor unta sambil menunggu perkembangan. Siang itu ia di rumah tiba-tiba datang Muhammad, ia memberitahukan bahwa Allah mengizinkan hijrah ke Yasrib. Abu Bakar minta izin untuk bisa menemaninya, permintaannya dikabulkan.

Khawatir Muhammad akan melarikan diri sesudah kembali ke rumahnya, pemuda-pemuda Kuraisy segera mengepungnya. Muhammad membisikkan kepada Ali bin Abi Thalib supaya ia mengenakan mantel Hadramautnya yang hijau dan berbaring di tempat tidurnya, Ali pun melakukannya. Lewat tengah malam dengan tidak setahu pemuda-pemuda Kuraisy ia keluar pergi ke rumah Abu Bakar. Ternyata ia memang sedang jaga menunggunya. Keduanya lalu keluar dari celah pintu belakang dan bertolak kea rah selatan menuju Gua Saur, di dalam gua itulah keduanya bersembunyi.

Mereka segera bergegas ke setiap lembah dan gunung mencari Muhammad untuk dibunuh. Sampai di Gua Saur salah seorang dari mereka naik ke atas gua untuk mencari jejaknya. Konon saat itu Abu Bakar sudah mandi keringat ketika terdengar mereka memanggil-manggil. Ia menahan nafas, tidak bergerak dan hanya menyerahkan nasib kepada Allah. Ketika dalam kegalauan, Muhammad berbisik di telinganya: La Tahzan Innallaha Manganaa “Jangan bersedh hati. Tuhan bersama kita.”

Para pemuda itu melihat ke sekeliling gua yang dilihat cuma laba-laba di mulut gua itu. Lalu mereka tak jadi masuk gua, terus kembali ke tempat teman-temannya. Setelah mereka menjauh Muhammad berseru, “Alhamdulillah, Allahu Akbar!”. Apa penyebab ketakutan Abu Bakar ketika dalam gua? Ternyata ia sudah tidak memikirkan dirinya lagi tapi yang dipikirkannya hanyalah Rasulullah.

Selama berada di Medinah, Abu Bakar tinggal di Sunh pinggiran kota pada keluarga Kharijah bin Zaid dari Banu al-Haris dari suku Khazraj. Ketika Nabi mempersaudarakan orang-orang Muhajirin dan Ansar, Abu Bakar dipersaudarakan dengan Kharijah lalu disusul keluarganya dan anaknya yang tinggal di Mekkah. Lambat laun hubungannya makin akrab, lalu Abu Bakar kawin dengan putrinya, Habibah yang melahirkan Umm Kulsum. Keluarga Abu Bakar tidak tinggal bersamanya di rumah Kharijah bin Zaid di Sunh, tetapi Umm Ruman dan putrinya Aisyah serta lainnya tinggal di Medinah, rumahnya berdekatan dengan Abu Ayyub al-Ansari tempat Nabi tinggal.


Keimanan yang tulus menguasai Abu Bakar, menyebabkan ia sangat setia terhadap Rasulullah. Semua yang dilakukan Rasulullah ia pun turut melakukan. Terhitung sejak hijrah ke Medinah banyak peristiwa yang diikutinya; perang Badr, perang Uhud, sikapnya di Hudaibiyah dan seterusnya.

rujukan

Saidina Abu Bakar As-Siddiq
Dirapek oleh Ibn Mohamed Amin at 1/13/2008 09:54:00 PM . Sunday, January 13, 2008

Saidina Abu Bakr atau nama sebenarnya Abdullah bin Quhaffah merupakan sahabat Nabi s.a.w yang paling rapat dan paling disayangi. Ini bersesuaian dengan sabda Nabi s.a.w " Perempuan yang paling ku cintai adalah Aisyah r.a manakala lelaki yang paling kucintai adalah bapanya". Keperibadianya yang begitu mulia, ditambah dengan kemurahan hati serta kebijaksanaanya menyebabkan beliau telah dicalunkan sebagai Khalifah pertama selepas kewafatan junjugan besar Rasulullah s.a.w.


Beliau merupakan seorang tokoh perniagaan yang kaya dan datang dari keluarga bangsawan yang dihormati oleh masyarakat Arab Quraisy. Beliau dari segi umur adalah dua tahun lebih muda daripada Nabi s.a.w . Beliau tidak pernah minum arak. Pengorbanannya yang begitu besar begitu dihargai oleh Rasulullah s.a.w dengan sabdanya " Islam tertegak diatas harta Khadijah r.a dan pengorbanan Saidina Abu bakr r.a".

Beliau merupakan orang ketiga memerluk Islam selepas Saidina Ali Karramallahuwajhah dan Zaid bin Harithah, hamba kepunyaan Nabi pada masa itu. Selepas keislamanya, dia terus berda'wah dan dapat mengislamkan beberapa orang sahabat yang agung (As-Sabiqun Awwalun) termasuk Uthman bin Affan, Abdul Rahman Auf, Zubir AiAwwam Saad bin Waqqas dan ramai lagi. Semasa beliau membeli Bilal Bin Rabah yang telah diseksa oleh tuannya ,beliau telah ditanya mengapa beliau membeli bilal yang sudah tidak dapat bekerja berat akibat seksaan itu. Beliau menyawab " aku membeli jiwanya ". yakni keteguhan Bilal mempertahankan keEsaan Allah. Perbagai cabaran gentir dan siksaan yang pernah beliau hadapi dalam menegakkan agama Allah. Beliau pernah dipukul dan dipijak sehingga dapat dikenali cuma melali hidungnya,kerana teruknya luka yang dialaminya. Tentang keimanannya yang begitu mantap, pernah Rasulullah s.a.w bersabda " Jika ditimbang iman Saidina Abu Bakr dengan sekelian ummat, nescaya berat lagi iman Saidina Abu Bakr" .

Gelaran As-Siddiq diperolehi beliau lantaran sikapnya yang senantiasa membenarkan kata Nabi s.a.w . Mengenai gelaran ini pernah ada ulama' yang mentafsirkannya dengan bermaksud " Mempercayai Allah dan Rasulnya dengan berpegang pada sifat-sifat kesempurnaan Allah dan sifat-sifat kemulian Rasulnya mengatasi akal fikiran semata-mata ". Pernah Nabi s.a.w bersabda " Andainya sekelian manusia akan mendustakan Muhammad s.a.w , Saidina Abu Bakr lah yang akan tampil dengan penuh keyakinan untuk membela ku ". Antara peristiwa dan pengiktirafan oleh sahabat yang membenarkan gelaran ini :-

1.Semasa peristiwa Isra' dan mi'raj di mana peristiwa yang luar biasa ini tidak dipercayai oleh seluruh masyarakat jahiliyah dan mereka telah datang menemui saidina Abu Bakr. Tetapi Saidina Abu Bakr telah berkata " sekiranya Muhammad s.a.w yang memberitahu ini maka aku percaya, malah lebih dari itu lagipun aku mempercayai ".

2.Rasulullah s.a.w pernah bersabda " Tidaklah aku menyeru sesiapa pun kepada Islam melainkan dia teragak-agak dan melewatkannya kecuali Saidina Abu Bakr".

3.Saidina Umar r.a bertanya pada Saidina Abu Bakr selepas termetrinya perjanjian Hudaibiyah " Wahai Abu Bakr bukankah dia Rasulullah ?. Abu Bakr menjawab " Ya " . Umar r.a bertanya lagi " Bukankah kita ini orang-orang Islam ?. " Ya " , jawab Abu Bakr. Lalu umar bertanya lagi " Kalau begitu mengapa kita menerima cara yang hina ini ?. Bila ditanya oleh Saidina Umar soalan yang sama maka Rasulullah bersabda " Aku ini hamba Allah dan rasulnya ; aku tidak akan sekali-kali menyalahi perintahnya dan aku tidak sekali-kali dipersia-siakan" . Pada masa ini kebanyakan sahabat tidak bersetuju dengan perjanjian Hudaibiyah di mana mereka tidak dibenarkan menunaikan ibadab haji pada tahun itu,sehingga mereka tidak menyembelih binatang dan bersuci setelah disuruh oleh Nabi sebanyak tiga kali, kerana begitu kasih dan sayang pada Rasulullah . Lalu Rasulullah menerima cadangan yang bernas daripada Ummu Mu'minin, Ummu salamah supaya Rasulullah meneruskan sahaja penyembelihan itu seolah-olah wahyu dari Allah dan ini telah dikuti oleh para sahabat.

4.Aqalah bin Mu'it la'natullah pernah menjerut leher Rasulullah SAW tetapi telah dilihat oleh Saidina Abu Bakar yang segera menghalangnya lalu berkata, "Adakah kamu mahu membunuh seorang yang berkata Tuhanku adalah Allah?".

5.Saidina Abu Bakar juga telah meneruskan tindakan Rasulullah SAW sebelum kewafatannya menghantar tentera yang dipimpin oleh Usamah keluar berperang walaupun tidak dipersetujui oleh para sahabat kerana perlunya tindakan untuk mengatasi gejala murtad selepas kewafatan Nabi SAW kerana terdapat orang Islam yang tidak ingin membayar zakat atau membayar dengan tidak sempurna. Khalifah Abu Bakar telah melantik Khalid Aw-Walid untuk mengetuai kumpulan memerangi orang-orang yang murtad ini.

6.Saidina Umar pernah berkata " Sesungguhnya di dalam syurga Adnin terdapat sebuah mahligai . Ia mempunyai 500 pintu. Setiap pintu ada 5000 bidadari : tidak akan masuk kedalamnya melainkan Nabi-nabi sambil menoleh ke arah maqam Nabi s.a.w atau orang-orang yang benar, sambil memandang ke arah maqam Saidina Abu Bakr, atau orang yang syahid sambil menunjuk ke arah dirinya dengan mengaharapkan dia memperolehi syahid".

7.saidina Uthman Affan pernah mengatakan bahawa Saidina Abu Bakr layak mengantikan nabi s.a.w kerana dia As-Siddiq dan menjadi Imam solat sewaktu Rasulullah s.a.w uzur.

Saidina Abu Bakr telah diberi penghormatan untuk menemani Nabi s.a.w untuk berhijrah,beliau begitu gembira sekali mendengarnya sehinggakan Syaidatina Aisyah r.a mengatakan bahawa beliau tidak pernah melihat bapanya begitu gembira sekali melaikan pada hari itu. Dalam keadaan yang penuh gelisah di gua Thur , Allah telah menurunkan ayatnya menceritakan peristiwa ini didalam surah at-Taubah. saidina Abu Bakr telah berkata " Yang saya bimbangkan bukanlah mengenai diri saya sendiri, kalau saya terbunuh yang tewas hanyalah seorang manusia biasa. Tapi andaikata Tuan sendiri dapat dibunuh, maka hancurlah satu cita-cita yang murni. yang akan runtuh ialah keadilan dan yang akan tertegak adalah kezaliman" . Begitulah cintanya saidina Abu Bakr kepada Rasulellah s.a.w. saidina Abu Bakr begitu sedih mendegar munajat Nabi s.a.w semasa perang Badar yang begitu mengharapkan kemenagan keatas tentera Islam lalu Beliau berkata " cukuplah Ya Rasulullah".

Semasa dalam satu khutbah Rasulullah s.a.w ada menyebut bahawa kepada seseorang hamba Allah ditawarkan untuk memilih dunia dan memilih ganjaran yang disediakan oleh Allah ; dan hamba tersebut tidak akan memilih dunia melaikan memilih apa yang di sisi Allah. Mendengarnya, menangislah tersedu-sedu saidina Abu Bakr kerana beliau faham akan maksud khutbah itu, yakni umur Rasulullah di dunia sudah hampir berakhir.

Saidina Ali penah mengatakan bahawa saidina abu Bakrlah sahabat Nabi s.a.w yang paling berani kerana sangup melindungi Nabi s.a.w untuk menghadapi perang Badar di saat para sahabat yang lain berdiam diri bila Nabi s.a.w mengacukan soalan itu. saidina Abu Bakr telah menyertai hampir semua Ghazwah yang disertai oleh nabi s.a.w. Beliau juga merupakan sahabat yang paling banyak mengeluarkan hartanya untuk Islam. Sewaktu perang Tabuk beliau telah membawa 4000 dirham iaitu semua hartanya yang tinggal. Lalu ditanya oleh Rasulullah "apakah yang ditinggalkan untuk keluarga mu "lalu beliau menjawab, "Saya tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasulnya ". saidina Umar pernah berkata " Tidak kami berlumba-lumba dalam membuat kebaikan melaikan dia saidina Abu Bakr pasti akan mendahuluiku".

Saidina Umar juga pernah berkata " Suatu malam dan satu hari saidina Abu Bakr lebih baik daripada Umar dan keluarganya". Satu malam semasa Hijrah bersama Nabi s.a.w manakala satu hari adalah di hari kewafatan Rasulullah s.a.w diaman saidina Abu Bakr dengan tenang tetapi tegas mengahadapi saat getir itu, ditambah dengan gejala murtad yang melandai sebahagian umat Islam pada masa itu. Beliau berkata " Wahai kaum muslimin, barangsiapa yang menyembah Muhammad, maka Muhammad telah mati, Tetapi barang siapa menyembah Allah,maka Allah selama-lamanya hidup tidak mati" seraya menyambung lagi dengan ayat Al-Quran, surah Ali-Imran :144

" Muhammad itu tidak lebih dari seorang rasul seperti Rasul-rasul yang terdahulu darinya, Jika ia mati atau terbunuh, patutkah kamu berundur kebelakang. Sesiapa yang surut kebelakang , dia tidak membahayai Allah sedikit pun dan sesungguhnya Allah akan memberi ganjaran kepada orang-orang yang bersyukur." Ali-Imran 144.

( Ayat ini turun semasa perang Uhud di mana tersebar fitnah bahawa Rasulullah telah terbunuh. menyebabkan tentera Islam hampir putus asa).

Setelah dialantik menjadi Khaifah Rasulullah ( atas cadangan saidina Umar r.a dengan dipersetujui oleh sahabat) beliau telah memberi satu ucapan yang mahsyur, antaranya : " Wahai sekelian umat ! aku telah dipilih menjadi peminpin kamu padahal aku ini bukanlah orang yang terbaik diantara kamu. Sebab itu jika pemerintahan ku baik, maka sokonglah ; tetapi jika ianya tidak baik perbaikilah. orang yang lemah diantara kamu adalah kuat disisiku hingga aku harus menolongnya mendapatkan haknya, sedang orang yang kuat diantara kamu adalah lemah disisiku hingga aku harus mengambil hak orang lain padanya untuk dikembalikan kepada yang berhak semula. Patuhilah aku selama aku patuh kepada Allah dan RasulNya. Akan tetapi jika aku menderhakai Allah, maka kamu sekelian tidak harus lagi patuh kepada ku".

Saidina Abu Bakr hidup seperti rakyat biasa dan tidak suka didewa-dewakan. Pernah orang memangilnya" ya Khalifah Allah" lalu dijawabnya " Saya bukan Khalifah Allah, saya hanyalah Khalifah Rasulnya"Sehari selepas dilantik, saidina Abu Bakr telah pergi kepasar dengan membawa barang perniagaannya, lalu ditegur oleh Abu Ubaidah Ibnu Jarrah, " Urusan Khalifah tidak boleh dicampuru dengan perniagaan". Lalu Khalifah bertanya "Habis,apa yang harus saya berikan pada keluarga saya?". Semenjak hari itu Kahlifah mendapat peruntukan wang daripada Baitul-mal dan saidina Abu Bakr pun menghentikan perniagaannya untuk menumpukan kerja sebagaiseorang Khalifah. Namun tidak berapa lama sebelum beliau meninggal dunia, beliau telah mengembalikan semula wang Baitul-mal kerana berpendapat bahawa tenaga yang dicurahkanya tidak sepadan dengan duit Baitu-mal yang diperolehi itu dengan sebab-sebab keuzurannya.

Saidina Abu Bakr mengalakan sahabat-sahabat keluar berjihat, dengan menyebarkan ajaran Islam ke tempat-tempat baru. Beliau mengarahkan wakilnya menawarkan tiga pekara kepada pemerintah disitu, iaitu samaada memilih Islam, tunduk kepada pemerintahan Islam dengan membayar Jizyah( sekiranya tidak mahu menganut Islam ) atau perang ( sekiranya menulak kedua-dua pilihan yang diberi itu). Di zaman Khalifah Umar r.a beliau yang lebih keras memberi tempuh selama tiga hari untuk memilih sama ada Islam ataupun berperang.

Sebelum meninggal dunia, selepas hampir dua setengah tahun menjadi Khalifah beliau telah berpesan kepada saidina Umar : "Janganlah hendaknya sesuatu bencana walau bagaimana besar pun dapat melupakan kamu dari urusan agama dan wasiat Allah. Engkau telah melihat apa yang aku lakukan tatkala Rasulullah wafat, sedang wafatnya Rasulullah itu adalah satu bencana yang belum penah manuasia ditimpa bencana sebesar itu. Demi Allah, andaikata diwaktu itu aku melalaikan perintah Allah dan Rasulnya , tentu kita telah jatuh dan mendapat siksaan Allah, dan pasti pula Kota Madinah itu telah menjadi lautan api ".

Saidiana Abu Bakr meninggal dunia ketika berumur 63 tahun dengan menyediakan tiang-tiang pokok dari kekuatan Islam yang memudahkan lagi kerja-kerja penyebaran da'wah oleh Khalifah seterusnya iaitu Khalifah Umar Al-Khattab, yang mana sebahagian Syam dan Iraq telah berada dibawah pemerintahan Islam ketika hayat beliau.

Rujukan :-

1 . Fiqh Al-Harakah 1 & 2 - Tuan Guru Ustaz Haji Abdul Hadi Awang
2 . Hayatus-Sahabah 1,2,3 dan 4 - Syeikh Myuhamad Yusuf Al- Kardahlawi.
3 . Tokoh-tokoh Islam dulu dan sekarang edisi 5 - H. Luqman Hakim
4 . Al - Quran , Tafsir Usmani - Allama Shabbir Ahmad Usmani.

rujukan
petikan dari: multiply

Thursday, May 20, 2010

Berjuanglah Sedikit Lebih Keras dari Biasanya

Suatu ketika kita pasti pernah mendambakan sesuatu dengan begitu inginnya. Sampai-sampai tiap malam kita memimpikannya, tiap jam kita memikirkannya dan tiap detik kita membayangkannya. Sebegitu kuat keinginan kita untuk mendapatkan sesuatu tersebut. Tetapi tidak ada yang gratis di dunia ini. Selalu saja harus ada pengorbanan untuk mendapatkannya. Bias berupa pengorbanan materi, pengorbanan waktu, pengorbanan tenaga, bahkan kombinasi dari ketiganya. Pertanyaannya adalah maukah kita memberikan pengorbanan tersebut ditukar dengan keinginan kita tadi?

Jika keinginan tersebut sangat sesuai dengan pengorbanan yang kita lakukan nantinya pastilah kita tidak akan ragu-ragu untuk menggapainya. Istilahnya yang lebih keren “worthy”. Okelah kita mau melakukan apa saja untuk mendapatkan keinginan tersebut. Tetapi ternyata tidak semua keinginan dapat kita dapatkan dengan sesuai dengan apa yang pikirkan. Sudah begitu hebatnya kita berusaha tetapi tetap saja belum menghasilkan apa-apa. Mengapa bias demikian? Jelas, karena ada sesuatu yang telah mengaturnya.

Seperti kata orang bijak,”Manusia hanya bias berusaha, masalah hasil tetap Yang Maha Kuasa yang memberikan keputusan”. Harus kita pahami bahwa Dia adalah Zat Yang Maha Kuasa, tidak tergantung pada apapun di dunia ini. Terserah kehendak-Nya mau memberikan apa yang kita inginkan atau tidak. Hanya saja Dia telah berjanji bahwa manusia yang mau berusaha akan mendapatkan apa yang diusahakannya. Tidak disebutkan seberapa besar usaha yang harus kita lakukan. Maka yang dapat kita lakukan adalah terus berusaha sampai Dia memberikan apa yang kita inginkan.

Suatu saat kita merasa sudah berusaha semaksimal mungkin. Percayalah bahwa Dia lebih tahu batas kemampuan kita disbanding kita sendiri. Oleh karena itu berusahalah lebih keras dari biasanya. siapa tahu, yang lebihnya itu merupakan syarat terkabulnya keinginan kita. Jika ternyata belum berhasil juga maka berusahalah sedikit lagi. Siapa tahu Dia ingin menguji kita apakah kita benar-benar yakin dengan keinginan kita. Jika ternyata belum juga dapat maka berusahalah sedikit lebih keras lagi. Siapa tahu ia ingin menjadikan kita lebih daripada orang lain. Jika belum juga kita dapatkan, oh ternyata ia memberikan dalam bentuk lain yang lebih besar daripada keinginan kita tadi.

Allah bekerja dengan caranya sendiri. Kita sebagai makhluk tidak akan dapat menerka apalagi memastikan tindakan-Nya. Dia hanya memberikan petunjuk apa yang harus kita lakukan. Dan yang pasti petunjuk-Nya tidak akan pernah menyesatkan. Dia tahu segalanya. Dia tahu seberapa besar kemampuan kita, Dia tahu apa yang benar-benar kita inginkan, dan Dia juga tahu apa-apa yang terbaik untuk hamba-Nya, serta Dia juga sangat tahu kapan waktu yang tepat untuk memberikan sesuatu yang terbaik buat kita.

Hanya saja kadang kita terlalu terburu-buru memutuskan bahwa keinginan kita tidak terpenuhi. Siapa tahu? Percayalah, kawan. Jika hari ini kamu berusaha lebih keras daripada kemarin maka hari ini kamu akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari hari kemarin. Maka, selalu berusaha lakukan dengan lebih keras, lebih sungguh-sungguh, lebih focus, dan lebih semangat daripada biasanya. Maka tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini

inspirasi

Saturday, May 15, 2010

surat cintaku - buat mujahid mujahidah muda

saluti dunia para belia kini dan akan datang dgn perisai Iman, Akademi & Akhlaq yg mampu mbenteng keparahan virus sosial yg makin meruncing. bisikkan kalimat2 indah buat tunas puteri putera kalian. buat pemuda/pemudi kini, 'ciptalah' kehadiran remaja2 masa depan dgn memilih pasangan hidup kita yg terbaik bmula dr skrg.. mudah2an kita dpermudah dlm segala jalan.

sisipan sepucuk warkah buat renungan bersama


Annisa putriku,

Saat Abi menuliskan surat ini, Abi tidak tahu apakah kelak engkau akan membacanya atau tidak. Sengaja Abi tuliskan hal ini, karena Abi sangat yakin bahwa diantara manusia yang banyak di sekitar kita, semoga ada orang-orang yang akan dapat mengambil pelajaran dari keseharian kita. Walaupun pilihan Allah terhadap kita sudah jelas, akan tetapi tetap saja Abi berharap semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sombong dan takabur.

Ketika Abi memutuskan untuk menunaikan azzam ini, Abi menyadari bahwa cepat atau lambat kamu akan mendapatkan bahwa Abi tidak cukup punya waktu untuk membantumu belajar, bermain atau bersenda gurau sebagaimana lazimnya orang tua yang lain. Juga barangkali orang yang tidak tahu akan menyangka bahwa Abi adalah orang yang tidak peduli lagi dengan keluarganya sendiri.

Dalam keadaan seperti ini, Abi tetap merasa bahwa engkau akan mengetahui betapa Abi sayang padamu. Ketika Abi mengurusmu, Abi tidak tahu apakah Abi termasuk orang tua yang tegar atau tidak. Saat engkau sakit demam, Abi takut Allah segera memanggilmu pulang ke haribaan-Nya. Selepas berdoa untuk kesembuhanmu, Abi justru merasa malu karena tak kuasa membendung air mata yang telah menggantung ini.

Suatu saat akan engkau jumpai bahwa Abi belum pulang saat kantuk telah memelukmu erat. Dan ketika engkau bangun keesokan paginya, kita pun hanya punya sedikit waktu untuk buat persiapan aktifitas kita, yakni saat Abi berangkat kerja dan engkau pergi ke sekolah. Kalau saja bukan karena Ummi yang sering mendesak Abi dengan ‘ancamannya’ barangkali Abi tidak punya waktu meskipun hanya sebentar untuk sekedar bercakap ataupun bersendau gurau denganmu.

Maafkan Abi bila suatu saat Abi tidak memberimu waktu lapang sebagaimana kebanyakan anak sebayamu mendapatkannya. Bila Abi tidak sedang keluar di tempat lain atau di kota lain, engkau dapati Abi sibuk dengan banyak urusan di kampung kita atau sekitarnya. Meskipun demikian Ummi biasanya selalu tahu kemana Abi pergi.

Barangkali engkau menyangka bahwa Abi terlalu keras dalam mendidikmu lewat Ummi. Engkau harus cukup merasa puas dengan cerita teman-temanmu di sekolah tentang tayangan televisi kegemaran anak-anak sebayamu. Engkau juga belajar merasa puas dengan sedikitnya bekal ketika sekolah. Akan tetapi barangkali inilah yang terbaik yang dapat Abi berikan untuk menjadikanmu tegar dan mandiri pada suatu hari nanti dengan ijin Allah.

Abi yakin bahwa Allah selalu menepati janji-Nya. Dia terlalu agung untuk mengingkari janji-janjiNya. Dia Rabb kita yang Maha Pemelihara, Maha Kaya lagi Maha Memberi. Dan bila Abi memutuskan bahwa dakwah adalah kerja utama keluarga kita, itupun karena Abi yakin dengan ketetapan-Nya yang sempurna. Dan bila abi tetap bekerja sebagai buruh, itupun karena Abi yakin bahwa dengan cara inilah dakwah boleh diusahakan sesuai dengan kemampuan kita. Allah ‘menghantar’ kita ke tempat kita tinggal saat ini sebagaimana Dia mengutus nabi dan rasul-Nya kepada kaumnya.

Barangkali engkau memendam banyak cerita tentang kesulitan yang timbul di dalam keluarga kita akibat kerja ini. Barangkali juga engkau telah merekam banyak kejadian yang menyedihkanmu karena bertambahnya kesibukan yang berhubungan dengan dakwah. Namun demikian, hendaknya engkau selalu ingat bahwa Allah swt selalu memberikan kesusahan kepada orang-orang sebelum kita yang dicintai-Nya. Dengannya Allah swt menurunkan sifat-sifat yang bila seseorang memilikinya maka dapat dipastikan bahwa Allah bersamanya. Bukankah Allah bersama orang yang sabar, Allah bersama orang yang takwa, Allah bersama orang yang ikhlas? Sifat-sifat seperti itulah yang Dia hendak turunkan kepada kita dan para keluarga da’i-Nya di seluruh alam.

Annisa, jaga dirimu baik-baik ya nak. Abi tidak melupakan kerja besar yang telah engkau buat beberapa tahun yang lalu, yang justru engkau raih pada saat Abi tidak bersamamu. Abi tidak tahu hikmah yang bagaimana yang telah Allah berikan kepadamu. Saat engkau belum lagi akil baligh, namun Allah telah memberimu satu cahaya yang dapat menerangi orang yang ada dalam kegelapan. Abi bersyukur kepada Allah atas karunia ini. Abi bangga memilikimu, nak.

Maka bila engkau dalam kesusahan, janganlah engkau mengadukannya kepada siapapun sebelum engkau datang kepada Allah. Bila engkau merasa sakit, janganlah engkau berobat sebelum engkau ‘menanyakan’ sakitmu kepada Rabb-mu. Bila engkau dalam kekurangan, perbaikilah amal-amalmu, dengan demikian Allah akan mencukupkanmu bahkan melebihkanmu dengan apa saja yang disukai-Nya bagimu.

Selalulah berdoa agar Allah melimpahkan kekuatan dan bantuan-Nya bagi Abi dalam menolong agama-Nya. Insya Allah Abi terus belajar dalam mengikuti contoh teladan kita, Nabi Muhammad saw. Doakan juga kebaikan bagi Ummi. Semoga Allah mencatatmu sebagai anak yang berbakti kepada kedua orangtuamu, dengan kesempurnaan birrul walidain-mu hingga Dia sendiri ridho kepadamu dan ridho kepada Abi dan Ummi, kedua orangtuamu. Subhanallah... Amieenn...



*** *** *** ***

"Putramu bukanlah putramu. Mereka adalah putra-putri kehidupan yang mendambakan hidup mereka sendiri. Mereka datang dari kamu, tetapi bukan dari kamu. Dan sungguhpun bersamamu mareka bukan milikmu. Engkau dapat memberi kasih sayangmu, tetapi tidak pendirianmu. Sebab mereka memiliki pendirian sendiri.

Engkau dapat memberikan tempat pijak bagi raganya, tapi tidak bagi jiwanya, lantaran jiwa mereka ada di masa datang, yang tidak bisa engkau capai sekalipun dalam mimpi. Engkau berusaha mengikuti alam mereka, tetapi jangan berharap mereka dapat mengikuti alammu, sebab hidup tidak surut ke belakang, tidak pula tertambat di masa lalu." ( Kahlil Gibran )

Anak adalah permata, permata yang tiada bandingnya
Kitalah yang menghargainya, Kitalah yang menyayanginya

Anak adalah titipan, titipan dariNYA
Kitalah yang mendidiknya, Kitalah yang mewarnainya

Sebagai orang tua ataupun sebagai guru
Anak ataupun murid adalah amanah dariNYA ....

~SELAMAT HARI BELIA~

Friday, May 14, 2010

Palestinian Week

assalamu'alaikum..

titik tolak bermulanya demam jihad Palestin ni sudah lama singgah dilubuk hati pejuang2 Islam sejak 62 tahun dahulu. cuma baru2 ini 'kehangatannya' baru menyempatkan sy menyertai satu perhimpunan perdana Palestin di bumi Shah Alam, Stadium Malawati. berbekalkan sedikit kudrat 'perempuan' yang ada itu sy gagahkan juga 'merempit' ke sana. entah kenapa bahangnya menarik2 sy dengan semangat ini, bila ada masa yang terluang di semester pendek ini baru kesibukkan tidak menyekat sy turun padang join.

stadium Malawati malam itu menghimpunkan ratusan ribu hadirin yang membanjiri barisan tempat duduk hingga ke ruangan tengah stadium. belum dikira lagi yang menjamu mata dan selera di gerai2 di luar acara berlangsung. jumlah kutipan derma jihad melebihi RM125,000 (tapi menurut seorang tokoh yg merasmikan opening ceremony Palestine Week, rakyat Malaysia ni masih lg kedekut! patutnya boleh dpt lebih dr tu. -.-). Beberapa kumpulan nasyid tanah air turut menyumbangkan hiburan mendidik dan kemuncak persembahan oleh Shautul Harakah mensemarakkan lagi kobaran semangat juang anak muda termasuk ibu bapa yang hadir. tidak terlepas dari pandangan saya seorang kanak2 perempuan kecil didukungan abi-nya turut sama mengangkat tangan(simbolik laungan 'TAKBIR') meniru kakak2 dan abang2 di hadapannya. sangat terharu! COMEL!



minggu berikutnya UIAM pula menganjurkan Palestine Week. bermula 10hb Mei 2010 anjuran maaruf club berakhir 13hb Mei 2010. berbagai agenda disediakan cuma agak mengecewakan kerana musim semester pendek ni kurang hadirin untuk melibatkan diri. walau bagaimanapun, semangat tetap di sini! agenda terakhir Qiamullail. sambutan agak mengalakkan, tahniah buat ikhwah akhawat sekalian.


mungkin sbentar tadi penutup rentetan program Maaruf Club, usai shj imam solat jumaat mberi salam dari tasyahud terus bgema "Allahu Akbar! Allahu Akbar!" hampir beberapa minit diikuti satu 'khutbah' pendek dari salah seorang komiti (barangkali) Maaruf Club. acara seterusnya malam ini. a talk juga diadakan malam 14hb Mei 2010 berkisar tentang perjuangan Palestin bertajuk "That's Enough!" organized by al-Aqsa Friends Society.

~~~~~~~~~~~~~~~~

ada sesuatu yg kdg2 sy kurang gemar dgn cara mereka 'membenci' Zionist. melihat antara promosi para komiti, salah satunya dengan menghamparkan bendera Zionist di jalanan agar dipijak orang lalu-lalang, secara peribadi sy kurang gemar untuk turut memijak. entah, rasa seolah2 kurang adab (as khalifah). kenapa perlu kita berbuat demikian andai diri kita sendiri tak pernah sedar dari mengikut jejak sesat puak2 Zionist tu jgak.

contoh: kita kata syaitan tu musuh kita yg nyata tapi hakikatnya kita masih mengikut hasutan dlm sedar atau tidak. memang syaitan itu musuh tapi kita yg patut dpersalahkan atas segala2nya jika kita turut gagal bebas dari pengaruh syaitan. kerana kita dianugerahkan akal n upaya utk 'bersama2' syaitan atau tidak. pilihan ditangan kita. begitu perumpamaan peribadi saya dengan kes menjijak bendera zionist. menzahirkan rasa benci seolah2 hipokrik apabila dalam kelakuan sharian kita pun turut berperangai seperti mereka. dari berbagai2 sudut yg mampu tercapai dek akal, kita meniru mereka.

dan kejadian seumpamanya juga berlaku di Malaysia, isu kalimah Allah oleh pihak gereja. ura2 bkata ada muslim yg membantah dgn membakar gereja. patutkah begitu? kerana marah, adab dan akhlaq yg ar-Rasul teladankan pada kita terus kita lupakan.
marahkan Zionist patutnya terzahir dengan usaha kuat kita terus pelihara diri dari hal2 yg menjauhkan kita dr Allah, seterusnya bila hati makin taqarrub lalu doa mudah2an mudah termakbul, doa buat saudara2 di bumi Palestin. mempamerkan contoh muslim terbaik juga mampu menarik ramai mhayati Islam, maka tersebarlah serba sedikit keamanan. jgn sampai non-muslims claim orang Islam ni tak ada sopan, terlalu amarah menzahirkan kbencian!

~mungkin sy salah kerana itu cuma pendapat peribadi, yg masih kurang dlm segala macam perkara; akhlaq, agama & adab~

Wednesday, May 12, 2010

TAKDIR

Meski perdebatan tentang takdir bisa dikatakan hampir seusia pikiran manusia, dan ratusan bahkan mungkin lebih dari sejumlah itu para ahli telah membahasnya, namun saya pikir tak ada salahnya untuk ikut urun rembug dalam topik yang senantiasa selalu actual ini.

Sampai hari ini dari berbagai macam pendapat mengenai takdir, secara garis besar ada dua mainstream yang utama, yang pertama yang berada pada posisi bahwa seluruh aspek kehidupan manusia telah ditentukan oleh Tuhan dan disisi lainnya mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang super bebas dan dapat merancang serta menentukan nasibnya sendiri.

Saya sendiri berpendapat lain (mungkin pendapat ini juga sudah pernah dikemukanakan orang lain, karena saya yakin tak ada yang baru di bawah langit). Anyway…pendapat saya mengenai takdir ini dipicu oleh sebuah buku cerita anak-anak yang saya baca. Jangan salah, yang memicu pikiran ini bukan isi buku itu tetapi bentuk buku itu. Apa yang saya maksud adalah buku yang saya baca itu menawarkan kepada pembaca untuk memilih sendiri jalan ceritanya. Secara singkat, jika anda telah berada pada kalimat terakhir di setiap halaman, maka berbeda dari buku biasanya dimana anda tinggal melanjutkan ke halaman berikutnya, buku ini pada kalimat terakhir di tiap halaman memberikan anda opsi atau pilihan untuk memilih lanjutan cerita pada halaman-halaman tertentu. Untuk lebih jelas saya beri contoh berikut :

“….dan akhirnya sang Ksatria sampailah di depan sebuah gua yang nampak begitu misterius.” Jika anda ingin masuk ke dalam gua tersebut silakan buka halaman 12, jika anda memutuskan untuk menunggu di luar gua bukan halaman 42.

Demikian format atau bentuk buku yang saya maksud. Dan ketika anda memiilih halaman 12 atau 42, pada akhir masing-masing halaman tersebut anda pun akan diberi opsi atau pilihan lagi untuk melanjutkan cerita tersebut. Dari bentuk buku itulah pikiran saya terinspirasi untuk memahami takdir paling tidak untuk diri saya sendiri.

Jadi, menurut saya takdir atau ketentuan Tuhan hanya berada pada sisi akibat dari suatu pilihan atau perbuatan, sebagaimana buku cerita diatas, takdir adalah akhir cerita yang telah ditentukan pada tiap-tiap halaman dan kita tidak tahu serta tidak bisa merubahnya. Sementara ruang kebebasan kita berada pada saat atau momen pilihan.

Tentu saja kebebasan kita untuk memilih dalam kehidupan nyata hampir tidak ada batasnya dibandingkan pilihan yang disediakan oleh buku cerita tersebut yang masing-masing hanya ada dua pilihan di akhir setiap halaman. Dalam hidup yang nyata pilihan itu sungguh tidak terhingga sehingga tidak salah jika ada yang terjebak dengan mengatakan bahwa manusia super bebas dalam menentukan nasibnya sendiri. Coba kita ambil semua contoh kecil betapa tak terhingganya pilihan dalam hidup manusia : Ketika anda bangun tidur di pagi hari anda langsung berhadapan dengan pilihan yang tak terhingga jumlahnya : mulai dari apakah anda mau tidur lagi, tidur lagi sebentar, mau malas-malasan saja di tempat tidur, mau malas-malasan sambil baca buku, atau mau “ngusilin” istri anda yang masih tertidur disamping anda, mau sholat subuh, mau bangkit dari sisi kiri, atau dari sisi kanan, mau bangkit pelan-pelan atau langsung loncat, dan sebagainya dan sebagainya dan sebagainya…dan sebagainya, pokoknya anda punya unlimited option.

Namun satu hal yang anda tidak boleh lupa, bahwa apapun pilihan yang anda ambil anda tidak bebas menentukan akibat dari pilihan anda tersebut, atau dapat dikatakan anda tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol, mengendalikan atau memilih (atau anda tidak tahu dengan pasti) akibat dari setiap pilihan yang anda ambil atau anda lakukan. Sisi akibat dari pilihan-pilihan anda itulah yang merupakan wilayah takdir atau wilayah yang telah ditentukan olehNya, yang tanpa anda ketahui telah anda pilih dengan memilih secara bebas sebab-sebabnya. Dalam bahasa Stephen Covey dikatakan bahwa anda bebas untuk memilih dan mengangkat ujung tongkat yang manapun namun anda tidak bisa menolak jika ujung yang lain dari tongkat tersebut ikut terangkat juga.

Sekarang, dengan pemahaman semacam ini sikap apa yang paling yang seharusnya kita lakukan. Sebenarnya mudah dan simple saja. Dalam salah satu firmannya Allah telah mengatakan yang artinya kira-kira “setiap perbuatan baik sekecil apapun pasti akan memperoleh balasan kebaikan dan sebaliknya setiap perbuatan jahat sekecil apapun pasti akan berbuah (berkibat) kejahatan” dan stu hal yang anda mesti ingat pula bahwa janji Allah itu pasti.

Dengan demikian, sebenarnya tidak ada yang perlu kita pusing-kan lagi. Jika anda ingin hidup dan kehidupan anda senantiasa berakibat dan berbuah baik, simple, pilih saja semua sebab-sebab yang baik. Meski anda tidak tahu apa bentuk konkrit dari kebaikan yang akan anda peroleh, dijamin pasti aman karena Allah tahu bentuk kebaikan yang terbaik bagi anda atas sebab kebaikan yang anda pilih. Sebaliknya jangan coba-coba anda ambil risiko dengan memilih sebab kejahatan, sebab meski anda tidak tahu bentuk konkret dari buah kejahatan yang akan menimpa anda, ia pasti datang kepada anda. There is no way to escape ! cepat atau lambat, sekarang ata nanti anda pasti akan menikmati buah dari setiap bibit yang anda pilih dan anda tanam.

Kemudian, sulitkah mengenali dan memilih sebab-sebab kebaikan tersebut untuk memanen akibat-akibat yang baik pula ? no way, ia lebih mudah dan lebih simple dari memilih akibat kebaikan yang kita inginkan, karena pilihan sebab kebaikan itu ada dihadapan “mata” kita dan dalam lingkaran pengaruh kita. Jika memang demikian mudahnya kenapa banyak orang yang kesulitan memilihnya ? yang sulit sebenarnya bukan memilih sebab kebaikan tersebut – karena ia begitu jelas dan nyata -, yang sulit sebenarnya adalah menundukkan hawa nafsu yang selalu mendorong kita untuk memilih sebab kejahatan, itu yang bikin sulit. Tidak percaya ? coba tanya hati nurani anda sendiri, tentu saja kalau anda yakin masih punya hati nurani.

petikan dr renungan & kisah inspiratif

Monday, May 10, 2010

AIR MATA NABI ADAM.

Tahukah saudara semenjak Nabi Adam terkeluar dari syurga akibat tipu daya iblis, beliau menangis selama 300 tahun. Nabi Adam tidak mengangkat kepalanya ke langit kerana terlampau malu kepada Allah swt..

Beliau sujud di atas gunung selama seratus tahun.. Kemudian menangis lagi sehingga air matanya mengalir di jurang Serantip. Dari air mata Nabi Adam itu Allah tumbuhkan pohon kayu manis dan pokok cengkih. Beberapa ekor burung telah meminum air mata beliau. Burung itu berkata, "Sedap sungguh air ini."

Nabi Adam terdengar kata-kata burung tersebut. Beliau menyangka burung itu sengaja mengejeknya kerana perbuatan derhakanya kepada Allah. Ini membuatkan Nabi Adam semakin hebat menangis. Akhirnya Allah telah menyampaikan wahyu yang bermaksud, "Hai Adam, sesungguhnya aku belum pernah menciptakan air minum yang lebih lazat dan hebat dari air mata taubatmu itu."


Apa Yang Akan Ditanya :-

Dalam sehari ada 24 jam. Dalam sejam manusia bernafas sebanyak 4320 kali.
Dalam setiap kali bernafas Allah akan tanya dua perkara semasa nafas keluar dan masuk. Pertanyaan itu ialah, "Apa perbuatan yang kita lakukan semasa nafas itu keluar dan masuk ?


Tiga Cahaya Di Hari Kiamat

Di hari kiamat ada tiga cahaya yang berlainan :
* Cahaya yang pertama seperti bintang-bintang.
* Cahaya yang kedua seperti cahaya bulan.
* Cahaya yang ketiga seperti cahaya matahari.

Apabila ditanya cahaya apakah ini ?. Lalu dijawab :
"Cahaya yang pertama ialah cahaya wajah-wajah manusia
yang ketika di dunia, mereka akan meninggalkan pekerjaan dan terus bersuci dan mengambil air sembahyang apabila terdengar azan.
Yang kedua ialah cahaya wajah mereka yang mengambil
air sembahyang sebelum azan.
Cahaya yang ketiga ialah cahaya mereka seperti matahari. Mereka di dunia sudah bersiap sedia di dalam masjid sebelum azan lagi."


Kala Jengking Neraka

Di hari kiamat akan keluar seekor binatang dari neraka
jahanam yang bernama "Huraisy" berasal dari anak kala jengking. Besarnya Huraisy ini dari timur hingga ke barat. Panjangnya pula seperti jarak langit dan bumi.

Malaikat Jibril bertanya : "Hai Huraisy! Engkau hendak ke mana dan siapa yang kau cari ?" Huraisy pun menjawab, "Aku mahu mencari lima orang. Pertama, orang yang meninggalkan sembahyang. Kedua, orang yang tidak mahu keluarkan zakat. Ketiga, orang yang derhaka kepada ibubapanya. Keempat, orang yang bercakap tentang dunia di dalam masjid. Kelima, orang yang suka minum arak."

Simpanlah baik2 cerita ini dan sebagai peringatan kita setiap hari. Sampaikan kepada sekelian muslimin/muslimat yang lain semoga menjadi pedoman hidup hingga keakhir hayat, Insya'Allah .


Wassallam.

perkongsian

School of Life

"The difference between school and life are in SCHOOL, you were taught a lesson, then given a test to test your IQ, but in LIFE you are given the test first that teaches you a lesson. Test in life is one of the measure's faith or belief in God for all people"