Pages

Tuesday, June 1, 2010

Mavi Marmara & Rachel Corrie membelah lautan antarabangsa

tahiyyatus salam.. assalamu'alaikum..

bertebaran isu terhangat saat ini pjuangan kemanusiaan konvoi viva palestin yg diserang tentera Israel. mcm2 khabar yg datang. yang pasti sudah ada korban dalam pjalanan itu. Mavi Marmara, kapal induk yg mengangkut 10 ribu tan bantuan kemanusiaan utk Gaza. sebelum sampai ke bumi Gaza, mereka diserang! sejak 31 Mei sahabat sekeliling rajin mengikuti & selalu update berita terkini antara jamaah di sini. turut tersisip doa sayup dr hati utk para pejuang di sana. ayah junior saya turut ke Gaza mneyertai misi Mavi Marmara, saya baru tahu petang td. ustaz hasanuddin, Aqsa Syarif.
ini perutusan terbaru saya terima dari ikhwah:

Salam,

ikhwah akhawat semua, kini press conference (PC) telahpun selesai. sekarang sesi tazkeerah untuk keluarga2 para relawan konvoi (mujahideen) oleh Dr. Hafidzi Mohd. Noor. Dalam press conference sebentar tadi telah diwar-warkan maklumat untuk demo aman.

1. Penghantaran memo bantahan
Tarikh: 1 Jun 2010 (Selasa)
Masa: 11.00 pagi
Tempat: Berkumpul di Tabung Haji menuju ke kedutaan Amerika

2. Demo Bantahan Besar-besaran
Tarikh: 4 Jun 2010 (Jumaat)

untuk itu, kita mengerahkan ikhwah akhawat kita untuk turun ke jalanan khususnya pada hari Jumaat ini. maklumat lanjut berkenaan perhimpunan aman Jumaat ini akan dimaklumkan kemudian. Maka prioriti antum ialah mendahulukan yang hari Jumaat, walaupun kedua-dua tarikh adalah sama penting.

*sempat lagi untuk buat props2 kreatif untuk tarik perhatian media & masyarakat pada hari demo.

Qayyim Hafidzi
AQSA SYARIF HQ

moga setiap titisan hujan asbab terbukanya pintu rahmah, moga berkumandangnya azan juga mbuka hijab buat doa2 kami naik ke perkenanMu ya Allah.. (-.-) rangkullah jiwa kami dgn belas ar-rahman ar-rahimMu moga kemenangan berpihak di sisi perjuangan menegakkan kalimahMu yg tinggi.

laporan terbaru Rachel Corrie dalam perjalanan ke Gaza, xsilap saya 6 buah kapal akan sampai dlm 2 atau 3 hari lagi. smoga segalanya selamat. kita akan terus berdoa. juga biar demonstrasi dseluruh negara yg rancak berjalan sekarang mengetuk benak pemimpin2 yg tega mgunci mulut dr mengecam Israel. berkobar2 semangat mujahideen mujahidat dr seluruh negara memprotes.

antara usaha kat malaysia, JAKIM akn buat solat hajat d'msjid seluruh negara mlm ni. hrp mereka xlupa qunut nazilah d'stiap fardhu.dan antara suara umamul muttahidah, msyuarat tertutup PBB & pbahasan PBB antara tindakan yg diambil, bakal berkesankah semua itu?

alhamdulillah,seinfiniti syukur rakyat malaysia xde yang alami apa2 kemalangan. tp yg masih dlm tahanan mengikut laporan jordan & turki akan bantu kita.

wa ilalliqa'..
~ana al-faqirah ad'u ilallah.. istajib du'ana ya Allah~

link palestine:

palestin kini
al-jazeera
sahabat al-aqsa

kapal bantuan dr Malaysia, Rachel Corrie dlm pjalanan ke Gaza. 2 atau 3 hari akan sampai. moga segalanya selamat..

Saturday, May 29, 2010

Cintai Aku Apa Adanya

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan Saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.

Dua tahun dalam masa pernikahan,saya harus Akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.

Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.

"Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut. "Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan". Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lsayakan untuk merubah pikiranmu?".

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati.

Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?" Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok.". Hati saya langsung gundah mendengar responnya.



Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan ...

"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya." Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.

" Sayang ketika kamu mengetik di komputer lalu program-program di PC-nya kacau dan akhirnya kau menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya dan kamu bisa menyelesaikan pekerjaanmu.

Sayang, kamu juga selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.

Sayang, kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk menunjukkan jalan kepadamu.

Sayang, kamu selalu sakit dan pegal-pegal pada waktu "teman baikmu" datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.

Cinta, ketika kamu sedang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi "aneh". Maka saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami.

Cinta, kamu terlalu sering menatap layar kaca TV dan Komutermu serta membaca buku sambil tiduran dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, maka saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu. Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.

"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku. Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, matsaya, tidak cukup bagimu. Saya tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu."

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.

"Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barangku, dan saya tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagia saya bila kau bahagia."

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.

Aku peluk dia penuh kebahagiaan, oh, kini aku tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai aku lebih dari dia mencintaiku.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, padahal tanpa kita sadari Cinta itu telah terwujud dalam bentuk yang lain walau tidak sesuai dengan wujud yang kita harapkan

Seringkali kali kita menuntut Cinta kepada pasangan kita, namun jarang terfikir oleh kita sejauhmana Cinta yang telah kita berikan padanya. Berikan Cinta Kasih yang tulus kepadanya, kalaupun dia belum membalasnya yakinlah Allah pasti akan membalas dan membisikkan CintaNYA kepadanya untuk diberikan kepada kita.

Di bawah naungan ajaran Islam, kedua pasangan suami istri menjalani hidup mereka dalam kesenyawaan dan kesatuan dalam segala hal; kesatuan perasaan, kesatuan hati dan dorongan, kesatuan cita-cita dan tujuan akhir hidup dan lain-lain.

Di antara keagungan al-Qur'an dan kesempurnaannya, kita melihat semua makna tersebut, baik yang sempat terhitung atau pun tidak, tercermin pada satu ayat al-Qur'an, yaitu:
"Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka." (al-Baqarah:187)

ekspresi-diri.blogspot.com
^_^

Friday, May 28, 2010

Kisah 'Ainul Mardiah


'Ainul Mardhiah merupakan seorang bidadari yang paling cantik dalam kalangan bidadari-bidadari yang lain (bermaksud mata yang di redhai). Suatu pagi (dalam bulan puasa) ketika nabi memberi targhib (berita-berita semangat di kalangan sahabat untuk berjihad / berdakwah untuk agama Allah) katanya siapa-siapa yang keluar di jalan Allah tiba-tiba ia syahid, maka dia akan dianugerahkan seorang bidadari yang paling cantik dalam kalangan bidadari-bidaidari syurga.

Mendengar berita itu seorang sahabat yang usianya muda teringin sangat hendak tahu bagaimana cantiknya bidadari tersebut,tetapi di sebabkan sahabat ini malu hendak bertanyakan kepada nabi S.A.W. kerana malu kepada sahabat-sahabat yang lain. Namun dia tetap memberi nama sebagai salah sorang yang akan keluar di jalan Allah.

Sebelum Zohor, nabi akan tidur sebentar (dipanggil khailulah) maka sahabat yang muda tadi juga turut bersama jemaah yang hendak berangkat tadi tidur bersama-sama sekejap.Tiba-tiba dalam tidur sahabat tersebut dia bermimpi berada di satu tempat yang sungguh indah. Dia bertemu dengan seorang yang berpakaian yang bersih lagi cantik dan muka yang berseri-seri, lalu di tanya sahabat ini, di manakah beliau berada, lalu ada suara yang menjawab "inilah syurga" tiba-tiba dia menyatakan hasrat untuk berjumpa dengan 'Ainul Mardhiah (bidadari yang Nabi S.A.W. bagitahu tadi), lalu ditunjuknya di suatu arah maka berjalanlah sahabat ini, disuatu pepohon beliau mendapati ada seorang wanita yang tak pernah dia lihat kecantikan yang sebegitu, tak pernah dilihat didunia ini, diberikan salam dan sahabat ini bertanya, andakah ini 'Ainul Mardhiah, wanita itu menjawab "tak lah..." (lebih kurang macam tu la dalam bahasa kita), saya penjaganya, 'Ainul Mardhiah ada di dalam singgahsana di sana.

Lalu dia berjalan dan memasuki satu mahligai yang cukup indah dan mendapati ada seorang lagi wanita yang kecantikannya berganda-ganda daripada yang pertama tadi di lihatnya, sedang mengelap permata-mata perhiasan di dalam mahligai, lalu diberi salam dan di tanya lagi adakah ini 'Ainul Mardiah lalu wanita itu menjawab, "tidak", saya hanya penjagaya di dalam mahligai ini, 'Ainul Mardiah ada di atas mahligai sana, lalu dinaikinya anak-anak tangga mahligai permata itu, kecantikkannya sungguh mengkagumkan, lalu sahabat ini sampai ke satu mahligai dan mendapati seorang wanita yang berganda-ganda cantik dari yang pertama dan berganda-ganda catiknya dari yang kedua yang beliau jumpa tadi dan tidak pernah di lihat di dunia. Lalu wanita itu berkata "akulah 'Ainul Mardhiah, aku diciptakan untuk kamu dan kamu diciptakan untuk aku". Bila lelaki itu mendekatinya wanita itu menjawab "nanti kamu belum syahid lagi". Tersentak daripada itu pemuda itu pun terjaga dari tidurnya lalu dia menceritakan segala-galanya kepada sahabat lain. Namun begitu dia memesan agar jangan menceritakan cerita ini kepada Nabi S.A.W., tapi sekiranya dia syahid barulah di ceritakan kepada Nabi S.A.W..

Petang itu pemuda itu bersama-sama dengan jemaah yang terdapat Nabi S.A.W. di dalamnya telah keluar berperang / berjihad lalu ditakdirkan pemuda tadi telah syahid. Petang tersebut ketika semua jemaah telah pulang ke masjid, di waktu hendak berbuka puasa maka mereka telah menunggu makanan untuk berbuka (tunggu makanan adalah satu sunnah nabi). Maka kawan sahabat yang syahid tadi telah bangun dan merapati nabi S.A.W. dan menceritakan perihal mimpi pemuda yang syahid tadi.

Sahabat pemuda yang syahid tadi menceritakan kepada nabi S.A.W. Nabi S.A.W. menjawab benar, benar, benar sepanjang cerita tersebut. Akhirnya nabi S.A.W. berkata "memang benar cerita sahabat kamu tadi dan sekarang ini dia sedang menunggu untuk berbuka puasa di syurga..."

p/s: bidadari di syurga brganda2 cntik nya ..jom smue mujahidah bgkit bt mnjadi wanita solehah idaman mujahid soleh sehingga bidadari si syurga cmburu =)

~read more~

Thursday, May 27, 2010

6 Tipu Daya Paling Berbahaya

Menurutku, ada 6 hal yang termasuk tipuan paling besar.

1. Mengharapkan ampunan dari Allah, tetapi terus menerus melakukan dosa tanpa penyesalan
2. Merasa dekat dengan Allah, tetapi tidak melakukan ketaatan
3. Menunggu tanaman surga, tetapi selalu menyemai benih amalan neraka
4. Mencari istana orang-orang taat, tetapi selalu berbuat maksiat
5. Menanti pahala, tetapi tak mau beramal
6. Mendambakan kasih sayang Allah, tetapi selalu melanggar ketentuanNYA."
( Yahya bin Mu'adz radhiyallahu anhu )

Sobat RKI, yuk mari kita sama-sama memelihara diri dari segala perbuatan yang bisa menjadi penyebab hal-hal di atas.

Selalu ingat Allah dimanapun, kapan pun & sampai kapan pun.

Semoga Allah senantiasa meridhoi ... amiin
petikan dari RKI

Wednesday, May 26, 2010

...~..~.. DUKACITA ..~..~...

... Duka cita adalah salah satu penyakit Ruhani....

jika penyakit cemas ( khauf ) menyangkut kekhawatiran tentang masa yang akan datang, maka duka cita (hazn) adalah suatu keresahan tentang masa lampau. Kerugian dan penderitaan dirasakan begitu mendalam sehingga menimbulkan pengaruh buruk dalam kesan dan ingatan seseorang.

Dukacita disebabkan oleh banyak faktor . Diantaranya dikarenakan tetimpa musibah, mengalami kerugian harta benda dan jiwa,serta mengalami banyak kesulitan. Ala kulli hal, semua itu kemudian menjadi pengalaman pahit yang telah lampau yang terus dikenangnya.

Ssetiap orang yang terkena salah satu dari ketiga sebab itu umumnya akan berduka cita. Akan tetapi berat ringannya duka cita itu tergantung dari keadaan mental seseorang.

Adakalanya terjadi,mental seseorang begitu tegar sehingga pabila disentuh musibah dan kesulitan,ia malah berani menghadapi semua itu dengan jiwa yang lapang dan positif. Musibah tersebut dihadapinya dengan tenang,seraya mempelajari masalahnya ,menelaah sebab musababnya untuk kemudian menyelesaikannya dengan langkah - langkah yang sistematis dan terukur. sudah barang tentu jiwa yang tenang dalam menghadapi musibah dan kesulitan semacam ini dapat dipandang sebagai jiwa yang sehat,yang dirahmati ALLAH AZZA WA JALLA.

Sebaiknya, jiwa negatif dan qalbu yang sakit,apabila tersentuh musibah dan kesulitan , akan menjadi lesu, gugup, dan bingumg, untuk kemudian kehilangan kendali yang menjadikannya tidak tahu apa yang mesti dilakukan.akhirnya,menjelmalah sikap dukacita yang mendalam yang kian hari kian menenggelamkan seseorang ke dasar laut keputusasaan yang dalam dan dingin.

Sebagian orang diserang duka cita lantaran terlalu banyak mengenang masau silamnya yang kian jauh atau masa jayanya yang telah sirna. sementara bagian lainnya berduka cita dalam batas - batas yang wajar dapat dikatakan masih mungkin ditanggulangi dan diobati.

Islam tidak menginginkan umatnya berkeluh kesah atas duka cita yang dialaminya . Manusia harus menyadari bahwa apa yang dimilikinya saat ini merupakan pemberian ALLAH TA'ALA semata. Nikmat ALLAH TA'ALA itu hanya sementara saja sifatnya. dan kita harus siap kalau - kalau nikmat yang telah diberikan ALLAH TA'ALA tersebut suatu saat diambil kembali.

Sebagai terapi untuk menghadapi segala cobaan yang diberikan ALLAH Yang Maha kuasa ,manusia dianjurkan untuk bersabar ,ketegaran jiwa,dan penyerahan diri secara total kepada ALLAH SubhanaAllahu Ta'ala merupakan pilar utama dalam menghadapi segala cobaan-Nya.

Firman ALLAH SWT dalam al - Quran:

Dan sesunguhnya Kami akan memberikan cobaan berupa ketakutan,kelaparan,kekurangan harta , kekurangan jiwa ( kematian ) dan kekurangan buah - buahan. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang - orang yang bersabar.yaitu orang - orang yang apabila mendapat cobaan mereka mengatakan, sesungguhnya kami kepunyaan ALLAH dan kepada NYA lah kami akan kembali.''( Q,S :AL -BAQARAH:155-156 )


Semoga artikel ini bisa dibuat pelajaran terutama yang lagi kena musibah.
AMIN
JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA


..:::salam ulangtahun kedua ikrar persahabatan kita buat akhi al-'aziz:::..

Friday, May 21, 2010

Abu Bakar As Siddiq

DALAM catatan sejarah yang mengcover seluruh peristiwa dunia Islam selalu disandarkan pada masa hijrah Nabi dari Mekkah ke Madinah. Peristiwa besar hijrah menjadi tanda permulaan sejarah Islam, kala itu awal mula Allah memberikan kemenangan kepada Rasulullah di tanah suci, satu diantaranya perbuatan makar yang hendak membunuh Rasulullah. Dalam situasi demikian hanya Abu Bakar sendiri yang menemani Rasulullah. Bahkan, hingga sakitnya ketika tak kuat mengimami shalat, Rasulullah minta Abu Bakar menggantikannya.


Abu Bakar adalah muslim pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Sejak masuk Islam besar sekali jasanya membantu Rasulullah dalam berdakwah dan membela kaum muslimin. Maka, tak heran jika kemudian kaum muslimin mengangkatnya sebagai pengganti Rasulullah. Dia yang memulai sejarah lahirnya kedaulatan Islam, menyebar ke timur dan barat, India dan Tionghoa di Asia, Maroko dan Andalusia di Afrika dan Eropa.

Menurut biografi Abu Bakar disebutkan bahwa namanya Abdullah bin Abi Quhafah, dan Abi Quhafah ini nama sebenarnya Usman bin Amir, dan ibunya, Ummul-Khair, sebenarnya bernama Salma binti Sakhr bin Amir. Sebelum Islam ia bernama Abdul Ka’bah, Rasul kemudian memanggil Abdullah setelah masuk Islam. Ia bahkan dijuluki Atiq karena warna kulitnya yang putih.

Semasa kecil Abu Bakar hidup seperti umumnya anak-anak di Mekah. Memasuki usia remaja ia berkerja sebagai pedagang pakaian, dari usahanya ini kemudian ia sukses. Kawin di usia muda dengan Qutailah binti Abdul Uzza lalu lahir Abdullah dan Asma’. Kawin lagi dengan Umm Rauman binti Amir bin Uwaimir yang melahirkan Abdur-Rahman dan Aisyah. Di Madinah ia sempat kawin dengan Habibah binti Kharijah, lalu dengan Asma’ binti Umais lahirlah Muhammad. Kian hari usaha dagangnya juga maju dengan pesat.

Kesuksesannya dalam berdagang disebabkan karena pribadi dan wataknya. Putrinya Aisyah Ummulmukminin melukiskan, ayahnya Abu Bakar yang berperawakan kurus, putih, sepasang bahunya kecil, muka lancip, matanya cekung, dahinya agak menonjol dan urat tangan yang tampak jelas. Aisyah menyebutkan bahwa ayahnya tak pernah minum khamr (arak) sejak sebelum masuk Islam maupun sesudahnya. Perangainya begitu damai, lemah lembut dan sikapnya tenang, tak mudah terdorong hawa nafsu. Ia seorang ahli genealogi—ahli silsilah—bicaranya sedap dan pandai bergaul.

Hidup dan tinggal di Mekkah, sekampung dengan Khadijah Binti Khuwailid, tempat para saudagar dalam perjalanan musim dingin dan panas ke Syam dan Yaman. Itulah yang membuat hubungannya dengan Muhammad dekat terutama setelah Muhammad kawin dengan Khadijah. Keakraban keduanya seperti digambarkan Aisyah: “Yang kuketahui kedua orang tuaku sesudah memeluk agama ini, dan setiap kali lewat di depan rumah kami, Rasulullah selalu singgah ke tempat kami , pagi atau sore.”

Sejak hari pertama masuk Islam, Abu Bakar sudah bersama-sama dengan Muhammad melakukan dakwah demi agama Allah. Karena pengaruhnya besar, banyak yang ikut jejaknya menerima Islam. Seperti Usman bin Affan, Abdur-Rahman bin Auf, Talhah bin Ubaidillah, Sa’d bin Abi Waqqas dan Zubair bin Awwam. Selanjutnya, Abu Ubaidah bin Jarrah dan banyak lainnya dari penduduk Mekkah.

Abu Bakar tak merasa ragu menerima Islam ketika pertama kali disampaikan Muhammad kepadanya. Atas sikapnya itu Rasulullah berkata: “Tak seorangpun yang pernah kuajak memeluk Islam yang tidak tersendat-sendat dengan bergitu berhati-hati dan ragu, kecuali Abu Bakar bin Abi Quhafah. Ia tidak menunggu-nunggu dan tidak ragu ketika kusampaikan kepadanya.”

Padahal Abu Bakar adalah salah seorang pemikir Mekkah yang memandang penyembahan berhala itu suatu kebodohan dan kepalsuan belaka, tapi ketika Muhammad menerangkan tauhid, gua Hira dan wahyu yang diterimanya, ia justru menerimanya tanpa ragu. Tak hanya itu, keberaniannya menerima Islam juga dibuktikan di depan umum.

Dalam menjalankan dakwah tidak hanya dengan kedamaian jiwanya, dengan sifatnya yang lemah lembut, tapi juga dengan hartanya. Cukup diketahui bahwa ketika Abu Bakar masuk Islam hartanya empat puluh ribu dirham lebih yang disimpannya. Selama itu pula ia terus berdagang dan menghasilkan laba yang cukup besar. Sepuluh tahun kemudian setelah hijrah ke Madinah, hartanya tinggal lima dirham. Semua hartanya ternyata habis untuk berdakwah, mengajak orang ke jalan Allah, kekayaannya digunakan untuk menebus orang lemah dan budak yang masuk Islam karena disiksa majikannya.

Suatu ketika Abu Bakar melihat Bilal yang negro itu oleh tuannya dicampakkan ke ladang yang sedang membara oleh panas matahari, dengan menindihkan batu di dadanya lalu dibiarkannya agar ia mati, karena ia masuk Islam. Bilal hanya berkata berulang-ulang: Ahad, Ahad. Ketika itulah ia lalu dibeli Abu Bakar dan dibebaskan. Hal yang sama juga terjadi pada Amir bin Fuhairah.

Kecintaan Abu Bakar kepada Allah dan Rasulullah sangat besar, sehingga ketika Nabi mendapat gangguan dari kaum Kuraisy, ia selalu siap membelanya. Ibnu Hisyam menceritakan, bahwa perlakuan yang paling jahat dilakukan Kuraisy terhadap Rasulullah ialah setelah agama dan dewa-dewa mereka dicela. Yakni ketika berada di Hijr tiba-tiba Rasulullah diserbu dan dikepung, seseorang dari mereka langsung menarik baju Rasul. Abu Bakar sambil menangis menghalanginya sambil berkata: Kamu mau membunuh orang yang mengatakan hanya Allah Tuhanku! Mereka kemudian bubar. Peristiwa itu belum seberapa dibanding dengan peristiwa lain yang memperlihatkan keteguhan iman Abu Bakar kepada Muhammad dan risalahnya.

 Demikian juga sikapnya mengenai isra’, ketika Muhammad berbicara kepada penduduk Mekkah bahwa Allah telah menjalankannya malam hari dari Masjidilharam ke Majidilaqsa lalu bersembahyang di sana. Kisah itu sempat diperolok oleh orang musyrik, malah orang yang sudah Islam pun banyak yang murtad. Mana mungkin? Katanya. Lalu mereka mendatangi Abu Bakar menceritakan ucapan Nabi di masjid, ia membuktikan dengan pergi ke masjid dan mendengarkan Nabi. Usai Nabi melukiskan keadaan Baitulmukadas, Abu Bakar berkata: “Rasulullah, saya percaya”, sejak itu Muhammad memanggilnya dengan “as-Siddiq”.

Sesudah peristiwa isra’ Abu Bakar tetap menjalankan usaha dagangnya, sementara Kuraisy begitu keras mengganggu Nabi dan Abu Bakar serta muslimin lainnya. Ketika kaum muslimin lainnya yang mau tetap bertahan dengan agama mereka Hijrah ke Abisinia, tak terlintas dalam pikiran Abu Bakar unutk ikut bersama. Malah ia tetap tinggal di Mekkah bersama Muhammad, berjuang mati-matian demi dakwah di jalan Allah sambil belajar segala yang diwahyukan Allah kepada Nabi untuk disiarkan kepada umat manusia.

Islam kemudian mendapat kemenangan dengan kekuatan penduduk Yasrib (Medinah) sesudah ikrar Aqabah, Muhammad pun mengizinkan sahabat-sahabatnya hijrah ke kota itu. Orang-orang Kuraisy tidak tahu, Muhammad ikut hijrah atau tetap tinggal di Mekkah seperti tetkala kaum muslimin hijrah ke Abisinia. Abu Bakar lalu meminta izin kepada Muhammad akan pergi hijrah, dan dijawab: “Jangan tergesa-gesa, kalau-kalau Allah nanti memberikan seorang teman kepadamu.”

Sejak kaum muslimin pindah ke Yasrib, Abu Bakar tahu kalau kaum Kuraisy memaksa mereka dikembalikan ke Mekkah. Mereka kemudian dipaksa pindah agama, disiksa dan dianiaya. Abu Bakar mengetahui orang-orang musyrik itu berkumpul di Darun-Nadwah, berkomplot hendak membunuh Muhammad. Kalau ia menemani Muhammad dalam hijrahnya itu lalu Kuraisy bertindak membunuh Muhammad, maka Abu Bakar juga dibunuhnya. Sungguh pun begitu, ketika ia diminta Muhammad menunda, ia pun tak ragu.

Sejak itu Abu Bakar telah menyiapkan dua ekor unta sambil menunggu perkembangan. Siang itu ia di rumah tiba-tiba datang Muhammad, ia memberitahukan bahwa Allah mengizinkan hijrah ke Yasrib. Abu Bakar minta izin untuk bisa menemaninya, permintaannya dikabulkan.

Khawatir Muhammad akan melarikan diri sesudah kembali ke rumahnya, pemuda-pemuda Kuraisy segera mengepungnya. Muhammad membisikkan kepada Ali bin Abi Thalib supaya ia mengenakan mantel Hadramautnya yang hijau dan berbaring di tempat tidurnya, Ali pun melakukannya. Lewat tengah malam dengan tidak setahu pemuda-pemuda Kuraisy ia keluar pergi ke rumah Abu Bakar. Ternyata ia memang sedang jaga menunggunya. Keduanya lalu keluar dari celah pintu belakang dan bertolak kea rah selatan menuju Gua Saur, di dalam gua itulah keduanya bersembunyi.

Mereka segera bergegas ke setiap lembah dan gunung mencari Muhammad untuk dibunuh. Sampai di Gua Saur salah seorang dari mereka naik ke atas gua untuk mencari jejaknya. Konon saat itu Abu Bakar sudah mandi keringat ketika terdengar mereka memanggil-manggil. Ia menahan nafas, tidak bergerak dan hanya menyerahkan nasib kepada Allah. Ketika dalam kegalauan, Muhammad berbisik di telinganya: La Tahzan Innallaha Manganaa “Jangan bersedh hati. Tuhan bersama kita.”

Para pemuda itu melihat ke sekeliling gua yang dilihat cuma laba-laba di mulut gua itu. Lalu mereka tak jadi masuk gua, terus kembali ke tempat teman-temannya. Setelah mereka menjauh Muhammad berseru, “Alhamdulillah, Allahu Akbar!”. Apa penyebab ketakutan Abu Bakar ketika dalam gua? Ternyata ia sudah tidak memikirkan dirinya lagi tapi yang dipikirkannya hanyalah Rasulullah.

Selama berada di Medinah, Abu Bakar tinggal di Sunh pinggiran kota pada keluarga Kharijah bin Zaid dari Banu al-Haris dari suku Khazraj. Ketika Nabi mempersaudarakan orang-orang Muhajirin dan Ansar, Abu Bakar dipersaudarakan dengan Kharijah lalu disusul keluarganya dan anaknya yang tinggal di Mekkah. Lambat laun hubungannya makin akrab, lalu Abu Bakar kawin dengan putrinya, Habibah yang melahirkan Umm Kulsum. Keluarga Abu Bakar tidak tinggal bersamanya di rumah Kharijah bin Zaid di Sunh, tetapi Umm Ruman dan putrinya Aisyah serta lainnya tinggal di Medinah, rumahnya berdekatan dengan Abu Ayyub al-Ansari tempat Nabi tinggal.


Keimanan yang tulus menguasai Abu Bakar, menyebabkan ia sangat setia terhadap Rasulullah. Semua yang dilakukan Rasulullah ia pun turut melakukan. Terhitung sejak hijrah ke Medinah banyak peristiwa yang diikutinya; perang Badr, perang Uhud, sikapnya di Hudaibiyah dan seterusnya.

rujukan

Saidina Abu Bakar As-Siddiq
Dirapek oleh Ibn Mohamed Amin at 1/13/2008 09:54:00 PM . Sunday, January 13, 2008

Saidina Abu Bakr atau nama sebenarnya Abdullah bin Quhaffah merupakan sahabat Nabi s.a.w yang paling rapat dan paling disayangi. Ini bersesuaian dengan sabda Nabi s.a.w " Perempuan yang paling ku cintai adalah Aisyah r.a manakala lelaki yang paling kucintai adalah bapanya". Keperibadianya yang begitu mulia, ditambah dengan kemurahan hati serta kebijaksanaanya menyebabkan beliau telah dicalunkan sebagai Khalifah pertama selepas kewafatan junjugan besar Rasulullah s.a.w.


Beliau merupakan seorang tokoh perniagaan yang kaya dan datang dari keluarga bangsawan yang dihormati oleh masyarakat Arab Quraisy. Beliau dari segi umur adalah dua tahun lebih muda daripada Nabi s.a.w . Beliau tidak pernah minum arak. Pengorbanannya yang begitu besar begitu dihargai oleh Rasulullah s.a.w dengan sabdanya " Islam tertegak diatas harta Khadijah r.a dan pengorbanan Saidina Abu bakr r.a".

Beliau merupakan orang ketiga memerluk Islam selepas Saidina Ali Karramallahuwajhah dan Zaid bin Harithah, hamba kepunyaan Nabi pada masa itu. Selepas keislamanya, dia terus berda'wah dan dapat mengislamkan beberapa orang sahabat yang agung (As-Sabiqun Awwalun) termasuk Uthman bin Affan, Abdul Rahman Auf, Zubir AiAwwam Saad bin Waqqas dan ramai lagi. Semasa beliau membeli Bilal Bin Rabah yang telah diseksa oleh tuannya ,beliau telah ditanya mengapa beliau membeli bilal yang sudah tidak dapat bekerja berat akibat seksaan itu. Beliau menyawab " aku membeli jiwanya ". yakni keteguhan Bilal mempertahankan keEsaan Allah. Perbagai cabaran gentir dan siksaan yang pernah beliau hadapi dalam menegakkan agama Allah. Beliau pernah dipukul dan dipijak sehingga dapat dikenali cuma melali hidungnya,kerana teruknya luka yang dialaminya. Tentang keimanannya yang begitu mantap, pernah Rasulullah s.a.w bersabda " Jika ditimbang iman Saidina Abu Bakr dengan sekelian ummat, nescaya berat lagi iman Saidina Abu Bakr" .

Gelaran As-Siddiq diperolehi beliau lantaran sikapnya yang senantiasa membenarkan kata Nabi s.a.w . Mengenai gelaran ini pernah ada ulama' yang mentafsirkannya dengan bermaksud " Mempercayai Allah dan Rasulnya dengan berpegang pada sifat-sifat kesempurnaan Allah dan sifat-sifat kemulian Rasulnya mengatasi akal fikiran semata-mata ". Pernah Nabi s.a.w bersabda " Andainya sekelian manusia akan mendustakan Muhammad s.a.w , Saidina Abu Bakr lah yang akan tampil dengan penuh keyakinan untuk membela ku ". Antara peristiwa dan pengiktirafan oleh sahabat yang membenarkan gelaran ini :-

1.Semasa peristiwa Isra' dan mi'raj di mana peristiwa yang luar biasa ini tidak dipercayai oleh seluruh masyarakat jahiliyah dan mereka telah datang menemui saidina Abu Bakr. Tetapi Saidina Abu Bakr telah berkata " sekiranya Muhammad s.a.w yang memberitahu ini maka aku percaya, malah lebih dari itu lagipun aku mempercayai ".

2.Rasulullah s.a.w pernah bersabda " Tidaklah aku menyeru sesiapa pun kepada Islam melainkan dia teragak-agak dan melewatkannya kecuali Saidina Abu Bakr".

3.Saidina Umar r.a bertanya pada Saidina Abu Bakr selepas termetrinya perjanjian Hudaibiyah " Wahai Abu Bakr bukankah dia Rasulullah ?. Abu Bakr menjawab " Ya " . Umar r.a bertanya lagi " Bukankah kita ini orang-orang Islam ?. " Ya " , jawab Abu Bakr. Lalu umar bertanya lagi " Kalau begitu mengapa kita menerima cara yang hina ini ?. Bila ditanya oleh Saidina Umar soalan yang sama maka Rasulullah bersabda " Aku ini hamba Allah dan rasulnya ; aku tidak akan sekali-kali menyalahi perintahnya dan aku tidak sekali-kali dipersia-siakan" . Pada masa ini kebanyakan sahabat tidak bersetuju dengan perjanjian Hudaibiyah di mana mereka tidak dibenarkan menunaikan ibadab haji pada tahun itu,sehingga mereka tidak menyembelih binatang dan bersuci setelah disuruh oleh Nabi sebanyak tiga kali, kerana begitu kasih dan sayang pada Rasulullah . Lalu Rasulullah menerima cadangan yang bernas daripada Ummu Mu'minin, Ummu salamah supaya Rasulullah meneruskan sahaja penyembelihan itu seolah-olah wahyu dari Allah dan ini telah dikuti oleh para sahabat.

4.Aqalah bin Mu'it la'natullah pernah menjerut leher Rasulullah SAW tetapi telah dilihat oleh Saidina Abu Bakar yang segera menghalangnya lalu berkata, "Adakah kamu mahu membunuh seorang yang berkata Tuhanku adalah Allah?".

5.Saidina Abu Bakar juga telah meneruskan tindakan Rasulullah SAW sebelum kewafatannya menghantar tentera yang dipimpin oleh Usamah keluar berperang walaupun tidak dipersetujui oleh para sahabat kerana perlunya tindakan untuk mengatasi gejala murtad selepas kewafatan Nabi SAW kerana terdapat orang Islam yang tidak ingin membayar zakat atau membayar dengan tidak sempurna. Khalifah Abu Bakar telah melantik Khalid Aw-Walid untuk mengetuai kumpulan memerangi orang-orang yang murtad ini.

6.Saidina Umar pernah berkata " Sesungguhnya di dalam syurga Adnin terdapat sebuah mahligai . Ia mempunyai 500 pintu. Setiap pintu ada 5000 bidadari : tidak akan masuk kedalamnya melainkan Nabi-nabi sambil menoleh ke arah maqam Nabi s.a.w atau orang-orang yang benar, sambil memandang ke arah maqam Saidina Abu Bakr, atau orang yang syahid sambil menunjuk ke arah dirinya dengan mengaharapkan dia memperolehi syahid".

7.saidina Uthman Affan pernah mengatakan bahawa Saidina Abu Bakr layak mengantikan nabi s.a.w kerana dia As-Siddiq dan menjadi Imam solat sewaktu Rasulullah s.a.w uzur.

Saidina Abu Bakr telah diberi penghormatan untuk menemani Nabi s.a.w untuk berhijrah,beliau begitu gembira sekali mendengarnya sehinggakan Syaidatina Aisyah r.a mengatakan bahawa beliau tidak pernah melihat bapanya begitu gembira sekali melaikan pada hari itu. Dalam keadaan yang penuh gelisah di gua Thur , Allah telah menurunkan ayatnya menceritakan peristiwa ini didalam surah at-Taubah. saidina Abu Bakr telah berkata " Yang saya bimbangkan bukanlah mengenai diri saya sendiri, kalau saya terbunuh yang tewas hanyalah seorang manusia biasa. Tapi andaikata Tuan sendiri dapat dibunuh, maka hancurlah satu cita-cita yang murni. yang akan runtuh ialah keadilan dan yang akan tertegak adalah kezaliman" . Begitulah cintanya saidina Abu Bakr kepada Rasulellah s.a.w. saidina Abu Bakr begitu sedih mendegar munajat Nabi s.a.w semasa perang Badar yang begitu mengharapkan kemenagan keatas tentera Islam lalu Beliau berkata " cukuplah Ya Rasulullah".

Semasa dalam satu khutbah Rasulullah s.a.w ada menyebut bahawa kepada seseorang hamba Allah ditawarkan untuk memilih dunia dan memilih ganjaran yang disediakan oleh Allah ; dan hamba tersebut tidak akan memilih dunia melaikan memilih apa yang di sisi Allah. Mendengarnya, menangislah tersedu-sedu saidina Abu Bakr kerana beliau faham akan maksud khutbah itu, yakni umur Rasulullah di dunia sudah hampir berakhir.

Saidina Ali penah mengatakan bahawa saidina abu Bakrlah sahabat Nabi s.a.w yang paling berani kerana sangup melindungi Nabi s.a.w untuk menghadapi perang Badar di saat para sahabat yang lain berdiam diri bila Nabi s.a.w mengacukan soalan itu. saidina Abu Bakr telah menyertai hampir semua Ghazwah yang disertai oleh nabi s.a.w. Beliau juga merupakan sahabat yang paling banyak mengeluarkan hartanya untuk Islam. Sewaktu perang Tabuk beliau telah membawa 4000 dirham iaitu semua hartanya yang tinggal. Lalu ditanya oleh Rasulullah "apakah yang ditinggalkan untuk keluarga mu "lalu beliau menjawab, "Saya tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasulnya ". saidina Umar pernah berkata " Tidak kami berlumba-lumba dalam membuat kebaikan melaikan dia saidina Abu Bakr pasti akan mendahuluiku".

Saidina Umar juga pernah berkata " Suatu malam dan satu hari saidina Abu Bakr lebih baik daripada Umar dan keluarganya". Satu malam semasa Hijrah bersama Nabi s.a.w manakala satu hari adalah di hari kewafatan Rasulullah s.a.w diaman saidina Abu Bakr dengan tenang tetapi tegas mengahadapi saat getir itu, ditambah dengan gejala murtad yang melandai sebahagian umat Islam pada masa itu. Beliau berkata " Wahai kaum muslimin, barangsiapa yang menyembah Muhammad, maka Muhammad telah mati, Tetapi barang siapa menyembah Allah,maka Allah selama-lamanya hidup tidak mati" seraya menyambung lagi dengan ayat Al-Quran, surah Ali-Imran :144

" Muhammad itu tidak lebih dari seorang rasul seperti Rasul-rasul yang terdahulu darinya, Jika ia mati atau terbunuh, patutkah kamu berundur kebelakang. Sesiapa yang surut kebelakang , dia tidak membahayai Allah sedikit pun dan sesungguhnya Allah akan memberi ganjaran kepada orang-orang yang bersyukur." Ali-Imran 144.

( Ayat ini turun semasa perang Uhud di mana tersebar fitnah bahawa Rasulullah telah terbunuh. menyebabkan tentera Islam hampir putus asa).

Setelah dialantik menjadi Khaifah Rasulullah ( atas cadangan saidina Umar r.a dengan dipersetujui oleh sahabat) beliau telah memberi satu ucapan yang mahsyur, antaranya : " Wahai sekelian umat ! aku telah dipilih menjadi peminpin kamu padahal aku ini bukanlah orang yang terbaik diantara kamu. Sebab itu jika pemerintahan ku baik, maka sokonglah ; tetapi jika ianya tidak baik perbaikilah. orang yang lemah diantara kamu adalah kuat disisiku hingga aku harus menolongnya mendapatkan haknya, sedang orang yang kuat diantara kamu adalah lemah disisiku hingga aku harus mengambil hak orang lain padanya untuk dikembalikan kepada yang berhak semula. Patuhilah aku selama aku patuh kepada Allah dan RasulNya. Akan tetapi jika aku menderhakai Allah, maka kamu sekelian tidak harus lagi patuh kepada ku".

Saidina Abu Bakr hidup seperti rakyat biasa dan tidak suka didewa-dewakan. Pernah orang memangilnya" ya Khalifah Allah" lalu dijawabnya " Saya bukan Khalifah Allah, saya hanyalah Khalifah Rasulnya"Sehari selepas dilantik, saidina Abu Bakr telah pergi kepasar dengan membawa barang perniagaannya, lalu ditegur oleh Abu Ubaidah Ibnu Jarrah, " Urusan Khalifah tidak boleh dicampuru dengan perniagaan". Lalu Khalifah bertanya "Habis,apa yang harus saya berikan pada keluarga saya?". Semenjak hari itu Kahlifah mendapat peruntukan wang daripada Baitul-mal dan saidina Abu Bakr pun menghentikan perniagaannya untuk menumpukan kerja sebagaiseorang Khalifah. Namun tidak berapa lama sebelum beliau meninggal dunia, beliau telah mengembalikan semula wang Baitul-mal kerana berpendapat bahawa tenaga yang dicurahkanya tidak sepadan dengan duit Baitu-mal yang diperolehi itu dengan sebab-sebab keuzurannya.

Saidina Abu Bakr mengalakan sahabat-sahabat keluar berjihat, dengan menyebarkan ajaran Islam ke tempat-tempat baru. Beliau mengarahkan wakilnya menawarkan tiga pekara kepada pemerintah disitu, iaitu samaada memilih Islam, tunduk kepada pemerintahan Islam dengan membayar Jizyah( sekiranya tidak mahu menganut Islam ) atau perang ( sekiranya menulak kedua-dua pilihan yang diberi itu). Di zaman Khalifah Umar r.a beliau yang lebih keras memberi tempuh selama tiga hari untuk memilih sama ada Islam ataupun berperang.

Sebelum meninggal dunia, selepas hampir dua setengah tahun menjadi Khalifah beliau telah berpesan kepada saidina Umar : "Janganlah hendaknya sesuatu bencana walau bagaimana besar pun dapat melupakan kamu dari urusan agama dan wasiat Allah. Engkau telah melihat apa yang aku lakukan tatkala Rasulullah wafat, sedang wafatnya Rasulullah itu adalah satu bencana yang belum penah manuasia ditimpa bencana sebesar itu. Demi Allah, andaikata diwaktu itu aku melalaikan perintah Allah dan Rasulnya , tentu kita telah jatuh dan mendapat siksaan Allah, dan pasti pula Kota Madinah itu telah menjadi lautan api ".

Saidiana Abu Bakr meninggal dunia ketika berumur 63 tahun dengan menyediakan tiang-tiang pokok dari kekuatan Islam yang memudahkan lagi kerja-kerja penyebaran da'wah oleh Khalifah seterusnya iaitu Khalifah Umar Al-Khattab, yang mana sebahagian Syam dan Iraq telah berada dibawah pemerintahan Islam ketika hayat beliau.

Rujukan :-

1 . Fiqh Al-Harakah 1 & 2 - Tuan Guru Ustaz Haji Abdul Hadi Awang
2 . Hayatus-Sahabah 1,2,3 dan 4 - Syeikh Myuhamad Yusuf Al- Kardahlawi.
3 . Tokoh-tokoh Islam dulu dan sekarang edisi 5 - H. Luqman Hakim
4 . Al - Quran , Tafsir Usmani - Allama Shabbir Ahmad Usmani.

rujukan
petikan dari: multiply

Thursday, May 20, 2010

Berjuanglah Sedikit Lebih Keras dari Biasanya

Suatu ketika kita pasti pernah mendambakan sesuatu dengan begitu inginnya. Sampai-sampai tiap malam kita memimpikannya, tiap jam kita memikirkannya dan tiap detik kita membayangkannya. Sebegitu kuat keinginan kita untuk mendapatkan sesuatu tersebut. Tetapi tidak ada yang gratis di dunia ini. Selalu saja harus ada pengorbanan untuk mendapatkannya. Bias berupa pengorbanan materi, pengorbanan waktu, pengorbanan tenaga, bahkan kombinasi dari ketiganya. Pertanyaannya adalah maukah kita memberikan pengorbanan tersebut ditukar dengan keinginan kita tadi?

Jika keinginan tersebut sangat sesuai dengan pengorbanan yang kita lakukan nantinya pastilah kita tidak akan ragu-ragu untuk menggapainya. Istilahnya yang lebih keren “worthy”. Okelah kita mau melakukan apa saja untuk mendapatkan keinginan tersebut. Tetapi ternyata tidak semua keinginan dapat kita dapatkan dengan sesuai dengan apa yang pikirkan. Sudah begitu hebatnya kita berusaha tetapi tetap saja belum menghasilkan apa-apa. Mengapa bias demikian? Jelas, karena ada sesuatu yang telah mengaturnya.

Seperti kata orang bijak,”Manusia hanya bias berusaha, masalah hasil tetap Yang Maha Kuasa yang memberikan keputusan”. Harus kita pahami bahwa Dia adalah Zat Yang Maha Kuasa, tidak tergantung pada apapun di dunia ini. Terserah kehendak-Nya mau memberikan apa yang kita inginkan atau tidak. Hanya saja Dia telah berjanji bahwa manusia yang mau berusaha akan mendapatkan apa yang diusahakannya. Tidak disebutkan seberapa besar usaha yang harus kita lakukan. Maka yang dapat kita lakukan adalah terus berusaha sampai Dia memberikan apa yang kita inginkan.

Suatu saat kita merasa sudah berusaha semaksimal mungkin. Percayalah bahwa Dia lebih tahu batas kemampuan kita disbanding kita sendiri. Oleh karena itu berusahalah lebih keras dari biasanya. siapa tahu, yang lebihnya itu merupakan syarat terkabulnya keinginan kita. Jika ternyata belum berhasil juga maka berusahalah sedikit lagi. Siapa tahu Dia ingin menguji kita apakah kita benar-benar yakin dengan keinginan kita. Jika ternyata belum juga dapat maka berusahalah sedikit lebih keras lagi. Siapa tahu ia ingin menjadikan kita lebih daripada orang lain. Jika belum juga kita dapatkan, oh ternyata ia memberikan dalam bentuk lain yang lebih besar daripada keinginan kita tadi.

Allah bekerja dengan caranya sendiri. Kita sebagai makhluk tidak akan dapat menerka apalagi memastikan tindakan-Nya. Dia hanya memberikan petunjuk apa yang harus kita lakukan. Dan yang pasti petunjuk-Nya tidak akan pernah menyesatkan. Dia tahu segalanya. Dia tahu seberapa besar kemampuan kita, Dia tahu apa yang benar-benar kita inginkan, dan Dia juga tahu apa-apa yang terbaik untuk hamba-Nya, serta Dia juga sangat tahu kapan waktu yang tepat untuk memberikan sesuatu yang terbaik buat kita.

Hanya saja kadang kita terlalu terburu-buru memutuskan bahwa keinginan kita tidak terpenuhi. Siapa tahu? Percayalah, kawan. Jika hari ini kamu berusaha lebih keras daripada kemarin maka hari ini kamu akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari hari kemarin. Maka, selalu berusaha lakukan dengan lebih keras, lebih sungguh-sungguh, lebih focus, dan lebih semangat daripada biasanya. Maka tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini

inspirasi

School of Life

"The difference between school and life are in SCHOOL, you were taught a lesson, then given a test to test your IQ, but in LIFE you are given the test first that teaches you a lesson. Test in life is one of the measure's faith or belief in God for all people"